Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!

Millennial dan media sosial memang tidak bisa dipisahkan

Coba cek ada berapa banyak aplikasi media sosial dalam gadget-mu? Pasti banyak, bukan? Dengan banyaknya media sosial tersebut, akan menuntut kita untuk selalu membukanya.

Lambat-laun, media sosial menjadi dewa dalam kehidupan dan bisa saja memberi pengaruh buruk jika tak mampu mengendalikannya. Ia dapat memberi pengaruh buruk bagi kesehatan jiwa si empunya aplikasi. Pengaruh buruk yang mengancam kesehatan jiwa seperti berikut ini.

1. FoMO Syndrome

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/rawpixel.com

Pernahkah kamu mencoba tantangan untuk tidak membuka media sosial sehari saja? Jika kamu tidak bisa menahan jempol untuk tidak membuka media sosial barang beberapa jam, takut akan cap kurang "update", atau takut tertinggal tren media sosial yang hits. Hati-hati lho, kamu bisa saja mengidap FoMo (Fear of Missing Out) Syndrome.

FoMO merupakan gangguan jiwa berupa perasaan atau dorongan yang berlebihan untuk mengikuti tren di media sosial. Penderitanya mengalami kecanduan akut terhadap internet dan media sosial, bahkan merasa sangat cemas jika tidak dapat terhubung dengan akun media sosialnya walaupun hanya untuk sesaat.

Sayangnya sebagian orang yang mengalaminya tidak menyadari bahwa mereka menderita gangguan tersebut dan menganggap bahwa perilakunya tersebut merupakan suatu hal yang wajar.

2. Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Startup Stock Photos

Awalnya ADHD identik ditemukan pada anak-anak dan bayi yang tidak bisa memfokuskan diri maupun fikiran. Gejala ADHD terlihat pada orang yang selalu gelisah, tidak bisa tenang, sulit fokus terhadap satu kegiatan karena pikirannya mudah teralihkan. Dengan adanya internet dan sosial media, penderita ADHD akan semakin memperparah gejalanya.

Karena terlalu banyak stimulasi atau rangsangan di media sosial yang akan mempengaruhi kondisi penderita ADHD tersebut. Terlebih bagi orang yang sudah kecanduan terhadap intenet dan medsos itu sendiri. 

Baca Juga: 4 Dampak Buruk Media Sosial bagi Kesehatan Mental dan Fisik

3. Depresi

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/bruce mars

Media sosial bisa mengakibatkan depresi lho! Depresi merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan sedih yang dalam dan berlebihan. Orang yang mengalami depresi tertekan secara psikologis dengan berlebihan sehingga kehilangan minat dan semangat untuk beraktivitas, mengalami gangguan pola tidur, bahkan hingga mengalami dorongan untuk bunuh diri. 

Karena media sosial menuntut kita untuk menjadi apa yang sedang tren di dalamnya, tidak jarang kan kita tidak secara langsung sangat tertekan jika tidak bisa mengikutinya.

4. Voyeurism

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Pixabay

Voyeur identik dengan orang yang suka mengintip. Dalam ranah internet dan media sosial, voyeur lebih dikenal dengan istilah "stalker". Ya, orang yang suka stalking alias menguntit akun orang lain secara berlebihan, bahkan dalam tingkat obsesif, patut disebut terkena gangguan psikologis. Karena ia tidak akan berhenti untuk selalu stalking orang lain lewat akun media sosialnya.

Hayo! Siapa di sini yang masih suka stalking akun mantan? Harus dihentikan ya! Selain akan berimbas buruk pada kesehatan jiwamu, kamu pun akan sulit untuk move on. Padahal di depan sudah terbentang cinta sejati untukmu lho.

5. Schizoaffective atau Schizotypal Disorder

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/picjumbo.com

Gangguan ini adalah penyakit mental yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, memiliki pikiran yang membingungkan, depresi, dan gangguan ingatan. Penggunaan media sosial tanpa kontrol akan semakin memperparah gangguan ini, bahkan dapat memicu kecenderungan bunuh diri dan juga dorongan untuk membunuh orang lain.

Dengan banyaknya berita kriminal yang bertebaran di media sosial, challenge berbahaya yang dipertontonkan, secara tidak langsung akan mempengaruhi kerja otak untuk mengikutinya. Hingga tak jarang, perilaku "amoral" terinspirasi dari tayangan di internet maupun media sosial yang ditonton.

6. Hipokondriak

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Caio Resende

Ini adalah salah satu gangguan psikologis ketika penderitanya merasa cemas berlebihan mengenai kesehatan tubuhnya, atau ia selalu merasa dirinya memiliki gejala penyakit serius.

Dengan adanya kemudahan dalam mengakses segala hal di internet maupun sosial media, penderita akan semakin buruk kondisinya, karena pemberitaan tersebut memperkuat kecenderungannya untuk merasa cemas akan berbagai penyakit di tubuhnya.

7. Low Forum Frustration Tolerance

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Tobias Dziuba

Kesal ya, jika status kita sedikit sekali orang yang me-like atau komentar di dalamnya. Tapi kamu perlu waspada, jika kekesalan itu berubah menjadi kekesalan akut. Kamu mungkin menderita gangguan kejiwaan berupa Low Forum Frustration Tolerance.

Penderita gangguan jiwa ini merasa bahwa dirinya haus akan pengakuan diri dari pengguna media sosial lainnya, sehingga ia akan bersedia untuk melakukan apa saja di media sosial demi pengakuan tersebut. Apabila ia merasa pengakuan tersebut tidak didapatkannya, maka penderitanya akan merasa frustrasi dan bisa saja mengalami depresi.

8. Internet Asperger Syndrome

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/rawpixel.com

Pernah enggak kamu berkenalan dengan orang di dunia maya, dan ia menunjukkan sosok yang baik. Tapi ketika kamu bertemu dengannya di dunia nyata, ia berbanding terbalik dengan apa yang kamu lihat di media sosialnya. Atau mungkin sebaliknya, di dunia nyata ia terlihat baik, tapi di dunia maya justru sebaliknya.

Orang tersebut menderita Internet Asperger Syndrome, yang menyebabkan seseorang menjadi berubah sikap di dunia maya, sementara jauh berbeda ketika ia berada di dunia nyata. 

9. Obsessive Compulsive Disorder

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/bruce mars

Hayo, siapa disini yang hobi meng-edit foto agar terlihat sempurna dan baru diunggah setelahnya? Atau kamu hobi memakai "kamera jahat" ketika berfoto? Dalam kadar yang biasa, itu normal ya.

Tapi kamu patut waspada jika mengalaminya secara berlebihan, dan membuat kamu merasa tidak percaya diri sendiri jika tanpa editan. Keinginan untuk terlihat sempurna setiap saat di media sosial ini, adalah salah satu tanda bahwa kamu menderita OCD (ObsessiveCompulsive Disorder) lho.

Seperti yang kita ketahui, dalam bermedia sosial sebagian besar adalah mengenai pencitraan diri yang semaksimal mungkin. Orang tidak ingin terlihat jelek di mata para pengguna media sosial lainnya, sehingga menciptakan obsesi mengenai kesempurnaan diri dan rela menghabiskan banyak waktu untuk terlihat sempurna di media sosial.

Gangguan ini dalam tingkat yang lebih berat akan terlihat ketika penderitanya melakukan suatu hal secara berulang-ulang tanpa tujuan yang jelas.

10. Compulsive Shopping

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Fancycrave.com

Senang ya, bisa belanja tanpa perlu keluar dari rumah. Tidak perlu terkena macet, panas, berdesak-desakan, antre untuk membayar, cukup beberapa klik saja pada layar gadget-mu, lalu tunggu barangnya datang. Saking mudahnya, si jempol mengklik tanpa sadar. Hingga kita membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Maraknya pertumbuhan bisnis online membuat sebagian orang bisa sulit melepaskan diri dari kemudahan berbelanja di tempat tanpa perlu harus keluar rumah. Kebiasaan belanja ini berawal dari perasaan puas dapat menemukan apa pun yang dibutuhkan hanya melalui layar gadget di tangan, sehingga berkembang menjadi kebiasaan impulsif untuk membeli barang lain yang tidak dibutuhkan.

Baca Juga: Bagaimana Media Sosial Melenyapkan Kita

11. Munchausen Syndrome

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Omkar Patyane

Pasti di antara kita banyak orang yang suka mem-posting hal-hal tragis di media sosial hanya untuk "like" dan komentar. Bahkan, orang tersebut hobi mengarang cerita tragis mengenai kehidupannya sendiri untuk mendapatkan perhatian orang lain. Tidak berbeda jauh dengan hoaks, sih. Berarti orang tersebut sedang terkena Munchausen Syndrome.

Penderitanya akan mengarang cerita apa pun hanya untuk mendapatkan perhatian di media sosial dan ia tidak peduli jika apa yang di posting di media sosial tersebut bukanlah merupakan suatu kebenaran.

Lama kelamaan cerita tersebut bahkan akan menjadi semakin tragis dan ekstrem dengan tujuan mendapatkan sebanyak mungkin follower atau orang yang bersimpati kepadanya.

12. Borderline Personality Disorder (BPD)

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/rawpixel.com

Pernah enggak sih, kita merasakan kecewa ketika melihat teman-teman bersenang-senang pada suatu pesta lewat unggahan foto-foto ke media sosial? Dan si empunya pesta tidak mengundang kita.

Sedih, kesal, dan kecewa bercampur-aduk menjadi satu dalam benak kita. Tapi, jangan pendam perasaan itu terlalu lama ya. Karena akan menimbulkan suatu penyakit berbahaya untuk jiwa kita.

Mungkin, pada awalnya, gangguan tersebut hanya sebatas kesal dan kecewa karena tidak dilibatkan. Namun lama kelamaan bisa berkembang menjadi perasaan ditolak oleh lingkungan, merasa tersisih, dan menjadi anti-sosial.

13. Social Media Anxiety Disorder

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Fancycrave.com

Gangguan ini memiliki karakteristik yang kurang lebih sama dengan kecanduan. Para penderitanya merasa tidak bisa lepas dari media sosialnya. Sehingga mereka akan selalu mengecek media sosialnya kapan saja mereka beraktivitas dan di mana saja.

Mereka juga akan merasa terganggu apabila jumlah follower atau jumlah orang yang berkomentar dan menyukai postingannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga lebih seperti terobsesi dengan media sosial.

14. Addiction

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Pixabay

Berselancar di dunia maya memang membuat ketagihan. Bentuk ketagihan ini bisa bermacam-macam. Antara lain, kecanduan untuk mengunggah sesuatu atau mengecek media sosialnya setiap saat, menonton YouTube, bermain game online, membuat status di media sosial setiap saat, dan lainnya.

Kecanduan ini bahkan akan mengganggu aktivitas harian lho, menjadikan kurangnya fokus, sulit tidur, dan menjadi malas serta tidak produktif. Akibat jangka panjangnya, orang yang menderita kecanduan akan kehilangan kemampuan bersosialisasi dalam kehidupan nyata. Ngeri!

15. Body Dysmorphic Disorder

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Artem Beliaikin

Gangguan BDD adalah kondisi di mana penderitanya merasa tidak aman, takut atau tidak percaya diri pada tubuhnya sendiri. Buat mereka, becermin adalah cara untuk mengingatkan dirinya sendiri mengenai keburukan fisiknya dan akan selalu ada bagian tubuhnya yang tidak sempurna.

Krisis kepercayaan diri dapat disebabkan oleh si medsos ini. Karena media sosial terbuka untuk umum, semakin banyak orang yang merasa perlu menampilkan dirinya yang paling baik secara fisik untuk dilihat oleh orang lain.

Hal ini sehubungan dengan bebasnya orang lain berkomentar pada postingan siapa saja, dan tidak hanya berupa komentar yang baik.

16. Narcissistic Personality Disorder

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/rawpixel.com

Sering ya kita melihat orang dengan gaya narsisnya pada foto di akun media sosialnya. Bahkan ia sangat "pede" dengan kenarsisannya itu. Ia juga tidak peduli dengan privasi orang lain selain dirinya. Itu berarti dia mengalami Narcissistic Personality Disorder.

Orang yang menderita gangguan ini sangat mengagumi dirinya sendiri secara berlebihan, egois, tidak punya empati dan tidak ingin mendengarkan orang lain serta tidak ingin semua perhatian lepas dari dirinya.

Bahkan di kehidupan nyata, orang ini bisa memandangi dirinya sendiri di cermin selama berjam-jam tanpa melihat adanya kekurangan pada fisik dan mentalnya sendiri lho. Gokil!

Kenali 16 Gangguan Kejiwaan Akibat Media Sosial, Yuk Love Yourself!pexels.com/Pixabay

Saat ini, media sosial bak fenomena gunung es. Ia tidak bisa dipisahkan dari kehidupan "jaman now" yang dituntut untuk selalu "up to date" dalam berbagai lini. Bahkan, media sosial menjadi senjata utama bagi masyarakat khususnya generasi millennial dalam sosialisasi kehidupan.

Media sosial memang baik jika dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Tapi justru akan menjadi "boomerang" saat ia mengendalikan atau kita dikendalikan oleh medsos itu sendiri. Jadi, sikap "hati-hati" tetap harus diterapkan ya.

Itulah 16 gangguan psikologis yang disebabkan oleh internet dan media sosial. Banyak ya ternyata! Adakah yang temanmu atau kamu derita dari ke enam belas penyakit tersebut? Coba deh dicek!

Baca Juga: Bijak Bermedia Sosial, Ini Tanda Komentarmu Kurang Berkualitas

Aqeera Danish Photo Community Writer Aqeera Danish

A daughter, a colleger, a teacher, and everything I wanna to be.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You