Comscore Tracker

5 Alasan Mengapa Bath Bomb Dapat Berisiko Bagi Kulit Sensitif, Catat!

Alih-alih makin cantik, kulit sensitif malah bisa iritasi

Berendam di dalam campuran Bath bomb digadang-gadang menyuguhkan beragam manfaat bagi tubuh, terutama kecantikan kulit. Sayangnya, hal ini justru dapat berlaku sebaliknya bagi pemilik kulit sensitif meskipun produk tersebut diklaim berbahan alami.

Nah, dilansir dari laman Health Essentials from Cleveland Clinic, inilah beberapa faktor mengapa Bath bomb justru berpotensi mengiritasi kulit sensitif. Beberapa gejala dapat saling tumpang-tindih tergantung derajat kesensitifan kulit bersangkutan.

1. Zat pewarna pada bath bomb dapat mengakibatkan kulit menjadi kemerahan

5 Alasan Mengapa Bath Bomb Dapat Berisiko Bagi Kulit Sensitif, Catat!lushusa.com

Walau air untuk berendam di bathtub tersebut menjadi tampak menarik, namun zat pewarna pada bath bomb rupanya dapat memicu alergi dan membuat kulit sensitif menjadi rentan kemerahan ataupun menimbulkan ruam kemerahan. Periksalah kandungan bath bomb dengan saksama jika sekiranya memang tak cocok dengan zat pewarna tertentu.

2. Zat pewangi pada bath bomb dapat menimbulkan sensasi perih hingga gangguan respirasi

5 Alasan Mengapa Bath Bomb Dapat Berisiko Bagi Kulit Sensitif, Catat!essentialoilbenefits.com

Pengidap alergi memang rentan teritasi oleh bahan-bahan kimia tertentu, termasuk zat pengharum berbahan aldehida. Bahkan tak hanya menimbulkan kulit pecah-pecah dan sensasi perih, melainkan turut pula memicu masalah pada respirasi saat mencium aroma tersebut. Sebagai langkah preventif, sangat disarankan untuk memilih bath bomb yang bebas pewangi (fragrance-free).

3. Zat pengawet pada bath bomb dapat membuat kulit menjadi gatal-gatal dan lebih kering

5 Alasan Mengapa Bath Bomb Dapat Berisiko Bagi Kulit Sensitif, Catat!charityvance.net

Kandungan dari bahan pengawet cenderung berefek terlampau keras terhadap kulit sensitif yang memang rentan iritasi. Gejalanya seperti gatal-gatal akibat kulit cenderung menjadi lebih kering. Efek samping ini dapat langsung terlihat saat berendam ataupun beberapa saat pasca berendam di dalam campuran bath bomb.

Baca Juga: Trend Baru Mandi Menggunakan Bath Bomb, Bikin Sendiri Yuk

4. Zat tambahan yang abrasif pada bath bomb dapat menimbulkan sensasi terbakar dan kulit mengelupas

5 Alasan Mengapa Bath Bomb Dapat Berisiko Bagi Kulit Sensitif, Catat!senegalmags.info

Supaya memberikan tampilan yang lebih menarik, bath bomb pun dilengkapi dengan bahan tambahan untuk menghasilkan glitter. Sayangnya, efek berkilauan ini justru abrasif pada kulit sensitif. Kulit pun rentan mengelupas karena terlalu kering akibat abrasi dari bahan tersebut, serta terasa seperti terbakar. Oleh sebab itu, pemilik kulit sensitif sebaiknya menghindari bath bomb dengan varian seperti ini. 

5. Frekuensi penggunaan bath bomb yang berlebihan dapat memicu dermatitis atopik

5 Alasan Mengapa Bath Bomb Dapat Berisiko Bagi Kulit Sensitif, Catat!aprilisbeauty.com

Kendati tersedia bath bomb yang lebih ramah untuk kulit sensitif, namun frekuensi penggunaannya tetaplah harus dikontrol alias cukup sesekali saja. Saat berendam dengan bath bomb tersebut, lakukanlah selama 10-15 menit alias jangan sampai kulit jari tangan mulai tampak mengeriput. Setelah berendam, bilaslah seluruh badan dengan bersih untuk meminimalisir bahan kimia yang mungkin masih menempel di kulit.

Memang harus lebih aware nih bagi kamu yang memiliki tipe kulit sensitif. Alih-alih semakin cantik, kulitmu malah dapat iritasi. Yuk, lebih cermat memilih produk kecantikan!

Baca Juga: 5 Rekomendasi Sabun Batang yang Ampuh Sembuhkan Jerawat Meradang!

Rahmadila Eka Putri Photo Verified Writer Rahmadila Eka Putri

Indonesian, currently living in Malaysia. Terima kasih sudah membaca tulisan saya. Mari terhubung melalui Facebook (Rahmadila Eka Putri), Instagram (@rahmadilaekaputri), ataupun Twitter (@ladilacious), kritik dan sarannya juga dipersilahkan, lho.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Indra Zakaria

Just For You