Comscore Tracker

Batasi Konsumsi Lemak Trans Kalau Tidak Mau Terkena 6 Akibat Ngeri Ini

"Perusak" yang ada hampir di semua makanan dalam kemasan

Menurut keterangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), lemak trans, atau asam lemak trans, adalah asam lemak tak jenuh yang berasal dari sumber alam atau industri.

Lemak trans yang terjadi secara alami berasal dari hewan pemamah biak seperti sapi dan domba, sementara lemak yang diproduksi secara industri dibentuk dalam proses industri yang menambahkan hidrogen ke minyak nabati, mengubah cairan menjadi padat, menghasilkan minyak "terhidrogenasi sebagian" atau partially hydrogenatid oil.

Apa bahaya lemak trans bagi kesehatan?

Batasi Konsumsi Lemak Trans Kalau Tidak Mau Terkena 6 Akibat Ngeri Iniilustrasi seorang laki-laki membeli keripik kemasan (unsplash.com/Dollar Gill)

Menurut American Heart Associaton, lemak trans dapat meningkatkan low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat, sehingga dapat meningkatkan risiko mengembangkan penyakit jantung dan stroke. Selain itu, lemak trans juga telah dihubungkan dengan kenaikan risiko diabetes tipe 2.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah penyakit yang bisa terjadi bila mulai sekarang kamu tidak membatasi asupan lemak trans dan beralih pada makanan yang lebih sehat.

1. Risiko penyakit jantung

Batasi Konsumsi Lemak Trans Kalau Tidak Mau Terkena 6 Akibat Ngeri Iniilustrasi kesehatan jantung (diabetes.co.uk)

Lemak trans buatan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dilansir Healthline, dalam serangkaian studi klinis, orang yang mengonsumsi lemak trans alih-alih lemak atau karbohidrat lain mengalami peningkatan LDL yang signifikan tanpa peningkatan high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik.

Menurut laporan dalam European Journal of Clinical Nutrition tahun 2009, sebagian besar lemak lainnya cenderung meningkatkan LDL dan HDL.

Demikian pula, mengganti lemak makanan lain dengan lemak trans secara signifikan meningkatkan rasio total terhadap kolesterol HDL (baik) dan secara negatif memengaruhi lipoprotein, yang keduanya merupakan faktor risiko penting untuk penyakit jantung, menurut studi metaanalisis dalam European Journal of Clinical Nutrition tahun 2009.

Selain itu, sudah banyak penelitian observasi yang mengaitkan lemak trans dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

2. Risiko penyakit pembuluh darah

Batasi Konsumsi Lemak Trans Kalau Tidak Mau Terkena 6 Akibat Ngeri Inimicrowave popcorn mengandung lemak trans (spoonuniversity.com)

Lemak trans diyakini dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah (endotelium). Dalam sebuah penelitian selama 4 minggu di mana lemak trans menggantikan lemak jenuh, HDL turun hingga 21 persen dan pelebaran arteri mengalami gangguan sebesar 29 persen. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology tahun 2001.

Dalam studi lainnya yang terbit dalam The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2004, penanda untuk disfungsi endotel juga meningkat pada pola makan tinggi lemak trans.

Baca Juga: 7 Teh Ini Bisa Menurunkan Berat Badan dan Mengurangi Lemak di Perut

3. Risiko diabetes

Batasi Konsumsi Lemak Trans Kalau Tidak Mau Terkena 6 Akibat Ngeri Iniilustrasi cek gula darah (medicinenet.com)

Sebetulnya hubungan antara lemak trans dan diabetes belum terlalu jelas. Akan tetapi, menurut sebuah penelitian skala besar terhadap 80.000 perempuan dalam The New England Journal of Medicine tahun 2001, mereka yang mengonsumsi lemak trans paling banyak memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes.

Meski demikian, dua studi serupa lainnya tidak menemukan hubungan antara jumlah asupan lemak trans dan diabetes.

Beberapa studi terkontrol mengamati lemak trans dan faktor risiko diabetes, seperti resistansi insulin dan kadar gula darah, dan temuannya pun tidak konsisten.

Walaupun begitu, uji coba terhadap hewan menunjukkan bahwa jumlah besar lemak trans dapat membahayakan insulin dan fungsi glukosa.

Khususnya dalam studi selama 6 tahun pada monyet, diet tinggi lemak trans (8 persen kalori) menyebabkan resistansi insulin dan peningkatan lemak perut dan fruktosamin, penanda gula darah tinggi, menurut laporan dalam jurnal Obesity tahun 2007.

4. Risiko peradangan

Batasi Konsumsi Lemak Trans Kalau Tidak Mau Terkena 6 Akibat Ngeri Ininaturalproductsinsider.com

Peradangan atau inflamasi berlebihan diyakini sebagai penyebab utama dari berbagi penyakit kronis, sepeti penyakit jantung, sindrom metabolik, dan artritis atau radang sendi.

Setidaknya terdapat dua penelitian yang mengindikasikan bahwa lemak trans dapat meningkatkan penanda inflamasi ketika menggantikan nutrisi tertentu lainnya dalam pola makan—meski studi lainnya mengganti mentega dengan margarin dan tidak menemukan perbedaan.

Pada beberapa studi observasi, lemak trans dihubungkan dengan peningkatan penanda inflamasi, terutama pada orang-orang yang kelebihan berat badan.

5. Risiko kenaikan berat badan

Batasi Konsumsi Lemak Trans Kalau Tidak Mau Terkena 6 Akibat Ngeri IniMenimbang berat badan (IDN Times/Nurulia R. Fitri)

Menurut sebuah uji coba terhadap hewan yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wake Forest University School of Medicine, Amerika Serikat (AS), ditemukan bahwa pola makan tinggi lemak trans dapat meredistribusi jaringan lemak ke perut dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan meskipun total kalori terkontrol.

6. Risiko refluks asam lambung

Batasi Konsumsi Lemak Trans Kalau Tidak Mau Terkena 6 Akibat Ngeri Iniilustrasi sakit perut karena asam lambung naik (integrative-medicine.ca)

Lemak trans bisa memicu refluks asam lambung dan memperburuk kondisimu. Penting untuk mengonsumsi lemak sehat seperti alpukat, kenari, dan minyak zaitun. Untuk kamu yang memang memiliki asam lambung, penting untuk menghindari lemak trans jahat dari makananmu.

Untuk menghindari lemak trans, salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan membaca label pada makanan yang akan kamu konsumsi. Biasanya akan tertulis berapa persen lemak trans yang ada dalam makanan itu. Baiknya batasi konsumsi gorengan dan makanan olahan dalam kemasan.

Selain itu, utamakan pola makan sehat bergizi seimbang, rutin olahraga, penuhi kebutuhan cairan tubuh, istirahat cukup, serta kelola stres dengan baik, ya!

Baca Juga: 7 Manfaat Lemak Tubuh Bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya