Comscore Tracker

7 Pengobatan Rumahan yang Bisa Redakan Batuk Kering

Salah satunya dengan makan makanan pedas!

Batuk kering juga disebut dengan batuk non produktif. Tidak seperti batuk basah (batuk produktif), batuk kering tidak mengeluarkan lendir, dahak, atau iritan dari paru-paru atau saluran hidung.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan batuk kering, mulai dari alergi hingga asam refluks. Pada beberapa kasus, penyebabnya bahkan tidak diketahui.

Apa pun penyebabnya, batuk kering bisa sangat berdampak pada aktivitas sehari-hari, khususnya bila batuk memburuk pada malam hari. Itulah kenapa banyak orang yang langsung buru-buru minum obat batuk untuk meredakannya.

Namun, daripada minum obat kimia, coba dulu pengobatan alami ala rumahan untuk meredakan batuk kering. Seperti apa? Simak ulasannya berikut ini, ya!

1. Madu

7 Pengobatan Rumahan yang Bisa Redakan Batuk Keringpixabay.com/fancycrave1

Untuk orang dewasa dan anak-anak usia 1 tahun ke atas, madu bisa digunakan untuk membantu mengatasi batuk kering pada siang dan malam hari. Madu diketahui memiliki properti antibakteri dan bisa membantu melapisi tenggorokan, mengurangi iritasi.

Sebuah studi dalam jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine tahun 2007 menemukan bahwa madu punya kemampuan lebih baik dalam meredakan batuk dibandingkan dextromethorphan, bahan penekan batuk, untuk mengurangi serangan batuk malam hari pada anak-anak.

Kamu bisa mengonsumsi satu sendok teh beberapa kali dalam sehari atau menambahkannya ke dalam teh atau air hangat untuk diminum.

Jangan memberikan madu ke anak yang usianya di bawah 1 tahun karena dapat menyebabkan botulisme.

2. Kunyit

7 Pengobatan Rumahan yang Bisa Redakan Batuk Keringpixabay.com/Ajale

Kunyit mengandung kurkumin, senyawa yang mungkin memiliki sifat antiinflamasi, antivirus, dan antibakteri. Mungkin juga bermanfaat untuk beberapa kondisi, termasuk batuk kering.

Melansir Healthline, kurkumin paling baik diserap ke dalam aliran darah saat dikonsumsi dengan lada hitam. Kamu bisa menambahkan 1 sendok teh kunyit dan 1/8 sendok teh lada hitam ke dalam minuman, seperti jus jeruk dingin, untuk diminum. Kamu juga bisa membuatnya menjadi teh hangat.

Berdasarkan buku Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects edisi kedua, kunyit sudah lama diandalkan untuk mengobati kondisi pernapasan bagian atas, bronkitis, dan asma dalam pengobatan Ayurveda selama berabad-abad.

Baca Juga: Uhuk! Dada Sakit saat Batuk? Cek di Sini, Mungkin Ini 8 Penyebabnya

3. Jahe

7 Pengobatan Rumahan yang Bisa Redakan Batuk Keringpixabay.com/congerdesign

Jahe terkenal dengan keampuhan antibakteri dan antiinflamasinya. Menurut sebuah studi dalam International Journal of Preventive Medicine tahun 2003, jahe ditemukan dapat mendongkrak sistem kekebalan tubuh serta meredakan nyeri dan ketidaknyamanan.

Selain ditambahkan ke dalam masakan seperti, kamu juga bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk teh dan tambahkan madu sebagai pemanis alami.

4. Teh peppermint

7 Pengobatan Rumahan yang Bisa Redakan Batuk Keringpixabay.com/congerdesign

Peppermint mengandung mentol yang dapat membantu mematikan ujung saraf di tenggorokan yang mengalami iritasi akibat batuk. Ini bisa meringankan nyeri dan mengurangi keinginan untuk batuk.

Peppermint juga dapat membantu mengurangi gejala hidung tersumbat. Selain itu, menurut sebuah studi dalam jurnal Harefuah tahun 2008, peppermint terbukti mengandung kualitas antibakteri dan antivirus.

Ada beberapa cara untuk mengonsumsi peppermint. Bisa dengan cara diminum sebagai teh atau mengisapnya dalam bentuk permen lozenges. Kamu juga disarankan untuk minum teh peppermint sebelum tidur untuk membantu meredakan batuk kering pada malam hari. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan minyak esensial peppermint untuk pengobatan dengan aromaterapi.

5. Minum air garam

7 Pengobatan Rumahan yang Bisa Redakan Batuk Keringpixabay.com/Bru-nO

Berkumur dengan air garam hangat akan membantu meredakan ketidaknyamanan dan iritasi akibat batuk kering. Air garam juga membantu membunuh bakteri di mulut dan tenggorokan.

Cara membuatnya, larutkan 1 sendok teh garam ke dalam segelas besar air hangat, kemudian pakai untuk berkumur beberapa kali sehari.

Kalau kamu terbangun dengan tenggorokan yang teriritasi pada malam hari, berkumurlah dengan air garam sesegera mungkin setelah menyikat gigi. Ini berguna untuk membantu "membius" dan menenangkan ujung saraf di tenggorokan.

Namun, cara ini cuma buat orang dewasa. Hindari metode ini pada anak-anak karena mereka bisa menelannya.

6. Gunakan humidifier

7 Pengobatan Rumahan yang Bisa Redakan Batuk Keringfreepik.com/pvproductions

Udara yang kering bisa memperparah batuk kering. Nah, humidifier dapat membantu melembapkan udara, sehingga bisa meredakan batuk.

Penggunaan humidifier dapat membantu membuka sinus, membuatnya meredakan postnasal drip, yaitu kondisi hidung atau sinus menghasilkan lendir ekstra, yang mana lendir ini akan mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan memicu refleks batuk.

Kamu bisa menggunakan humidifier di kamar tidur untuk membantu mengurangi batuk kering pada malam hari.

7. Kapsaisin

7 Pengobatan Rumahan yang Bisa Redakan Batuk Keringpixabay.com/Alexas_Fotos

Kapsaisin adalah senyawa dalam cabai yang menurut studi dalam jurnal Respiratory Medicine tahun 2015 terbukti dapat mengurangi batuk kronis.

Kamu bisa menambahkan cabai pada masakan atau mencampurkan cabai bubuk ke dalam teh. Namun, konsumsinya jangan kebanyakan, ya. Selain itu, pengobatan ini juga tidak dianjurkan untuk anak-anak. 

Itulah beberapa cara untuk mengobati batuk kering dengan bahan-bahan yang tersedia di rumah. Meskipun batuk kering biasanya bisa reda dengan sendirinya, tetapi bila batuk disertai gejala lainnya seperti sulit bernapas, mengi, nyeri dada, nyeri punggung, demam, dan menggigil, segera periksa ke dokter. Selain itu, periksakan diri ke dokter bila batuk kering makin parah atau tak kunjung sembuh dalam 2 bulan.

Baca Juga: Ketahui 7 Penyebab Kenapa Batuk Kamu Tak Kunjung Sembuh

Rizky Kusumo Photo Verified Writer Rizky Kusumo

Sedang menjajaki karir sebagai penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya