Comscore Tracker

Wajah Laki-laki Berjanggut Lebih Kotor dan Penuh Bakteri, Benarkah?

Belum tentu, lho

Ada laki-laki yang rutin mencukur rambut di wajahnya agar tampak mulus dan bersih, tetapi ada pula yang memanjangkan janggutnya agar tampak lebih maskulin dan punya daya tarik sendiri. Kamu termasuk yang mana, nih?

Ada yang bilang kalau wajah berjanggut cenderung lebih kotor dan dihuni banyak bakteri ketimbang laki-laki yang wajahnya dijaga tetap mulus bebas rambut. Benarkah demikian? Berikut ini fakta-faktanya!

1. Wajah berjanggut lebih kotor, mitos atau fakta?

Wajah Laki-laki Berjanggut Lebih Kotor dan Penuh Bakteri, Benarkah?pixabay.com/Pexels

Mungkin karena lebatnya rambut di wajah, tak sedikit orang yang menganggap bahwa lelaki berjanggut wajahnya memiliki lebih banyak kuman daripada lelaki lainnya tanpa janggut. Faktanya? Tidak juga.

Menurut penelitian yang dimuat dalam The Journal of Hospital Infection tahun 2014, pertumbuhan bakteri pada wajah lelaki berjanggut dan tanpa janggut tidak jauh berbeda. Bahkan, penelitian tersebut menyatakan bahwa beberapa spesies bakteri justru lebih banyak tumbuh di wajah laki-laki tak berjanggut.

Selain itu, partisipan penelitian yang tidak menumbuhkan janggut lebih berisiko tiga kali lipat terpapar bakteri. Bila kulit di area tumbuhnya janggut mengalami infeksi, akan muncul gejala berupa bintik-bintik kemerahan yang gatal, atau seperti jerawat yang mengeluarkan nanah.
 
Para peneliti mencurigai adanya hubungan antara perkembangbiakan bakteri dengan penipisan luka pada wajah yang tercukur rapi. Laki-laki yang rutin bercukur hingga wajahnya bersih ternyata akan memiliki kulit yang rentan terpapar lingkungan.

Bila ada luka di kulit akibat pisau cukur, maka luka tersebut berisiko lebih besar menjadi tempat kuman berkembang biak. Risiko ini tidak dialami oleh laki-laki yang menumbuhkan janggutnya, dengan catatan janggutnya dirawat dan dijaga kebersihannya.

2. Kesalahan saat mencukur janggut

Wajah Laki-laki Berjanggut Lebih Kotor dan Penuh Bakteri, Benarkah?pexels.com/Josh Sorenson

Walau merupakan sebuah rutinitas, tetapi banyak laki-laki yang kerap melakukan kesalahan saat mencukur. Ini harus menjadi perhatian karena dapat menyebabkan iritasi, luka, atau masalah kesehatan lain.

Beberapa kesalahan tersebut meliputi:

  • Mencukur terlalu sering: seiring bertambahnya usia, kumis dan janggut akan menjadi lebih tebal. Mencukur terlalu sering dapat menyebabkan kerusakan pada butir kulit luar yang tipis, sehingga membuat rambut wajah tersebut menebal.
  • Menekan pisau cukur terlalu dalam: mungkin maksudnya agar jangkauannya lebih dalam dan membersihkan rambut hingga ke akar. Namun, ini tidak disarankan karena dapat menimbulkan luka dan mengiritasi kulit.
  • Menggunakan pisau cukur tua: sebaiknya selalu alat cukur baru yang tajam membawa risiko lebih besar. Pisau cukur tua mungkin memiliki penumpukan bakteri di atasnya dan tidak terlalu tajam. Ini cenderung membuatmu menekannya lebih dalam saat bercukur, sehingga berisiko mengalami luka dan iritasi kulit.
  • Berenang setelah bercukur: pada waktu ini, pori-pori kulit terbuka sedikit lebih lebar. Bila langsung berenang, maka bisa berisiko terjadi infeksi. Kamu disarankan untuk menunggu setidaknya 1 jam setelah bercukur sebelum berenang di kolam renang.
  • Mencukur area yang sama sebanyak dua kali: ini berisiko membuat kulit tipis dan bisa mengelupas, sehingga meningkatkan risiko iritasi kulit.

Baca Juga: 5 Kondisi Kesehatan yang Dapat Diidentifikasi dari Tampilan Janggut

3. Janggut punya manfaat untuk kesehatan

Wajah Laki-laki Berjanggut Lebih Kotor dan Penuh Bakteri, Benarkah?pixabay.com/StockSnap

Melansir laman Piedmont Healthcare, daripada terlalu sering mencukur, lebih baik biarkan tumbuh tetapi merawatnya. Ternyata menumbuhkan janggut punya manfaat sehat, lho! Apa saja?

  • Pelindung dari terik matahari: sebuah studi menunjukkan bahwa memiliki janggut tebal dapat memblokir sinar ultraviolet (UV) hingga 95 persen dan mengurangi risiko karsinoma sel basal (jenis kanker kulit).
  • Menjaga kesehatan kulit: pembentukan jerawat atau folikulitis (peradangan pada folikel rambut) bisa terjadi karena penggunaan alat cukur janggut.
  • Tampak lebih maskulin: janggut yang terawat dan rapi dapat menambah daya tarik, lho.
  • Pelembap alami:  karena minyak alami hadir untuk menjaga keseimbangan minyak di wajah, yang mana ini dapat mencegah kemerahan dan kekeringan. Akan tetapi, pastikan untuk rajin cuci muka agar area janggut tetap bersih.
  • Penyaring debu: bukan cuma rambut di lubang hidung saja yang bisa memerangkap partikel debu, janggut pun punya peran sebagai filter. Janggut bisa menghalau molekul debu, mencegahnya masuk ke tubuh. Karena alasan inilah kamu yang memelihara janggut harus sering-sering membersihkannya.

4. Mencerminkan kondisi kesehatan

Wajah Laki-laki Berjanggut Lebih Kotor dan Penuh Bakteri, Benarkah?pexels.com/Midia

Menumbuhkan janggut tak hanya soal penampilan. Melansir MSN, dermatolog Joel Schlessinger, MD, dan ahli diet Paul Salter asal Amerika Serikat (AS) mengemukakan bahwa setidaknya ada enam cerminan kesehatan yang bisa terlihat dari janggut. Apa saja?

  • Janggut rontok di beberapa tempat dan bekasnya berbentuk bulat: kemungkinan ini adalah kondisi alopecia barbae, yakni kelainan autoimun yang menyebabkan tubuh mulai melihat folikel rambut sebagai benda asing, dan menyerangnya sampai rambut berhenti tumbuh. Kabar baiknya, penyakit ini tidak menular dan tidak berbahaya. Kabar buruknya, kondisi ini dapat menyebabkan iritasi, sensasi terbakar, dan pembengkakan. Meski tidak ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkannya, tetapi kondisi ini bisa diobati.
  • Janggut menipis: ada beberapa kemungkinan penyebabnya, termasuk kekurangan nutrisi. Malnutrisi kronis dikatakan dapat memengaruhi rambut rontok dan pertumbuhan rambut. Protein, khususnya, memainkan peran integral dalam membangun dan memperbaiki kondisi ini. Nutrisi lain yang mendorong pertumbuhan rambut yang sehat termasuk vitamin E dan C, seng, biotin, dan asam lemak. Bisa juga penyebabnya adalah alergi makanan, yang bisa menyebabkan peradangan skala besar pada tubuh. Janggut rontok juga bisa menjadi tanda anemia.
  • Janggut sangat tebal: karena rambut wajah adalah karakteristik seks sekunder, cara tubuh bereaksi terhadap testosteron memainkan peran besar dalam perkembangan rambut pada wajah. Bila janggutmu tebal, mungkin kamu lebih sensitif terhadap testosteron. Hormon tersebut dapat mengubah rambut vellus lembut pada tubuh, rambut halus yang berkembang selama masa kanak-kanak, menjadi rambut inti, yang lebih tebal dan kasar dan berkembang selama masa pubertas. Memiliki janggut tidak selalu berarti seseorang akan lebih jantan daripada mereka yang tidak. Itu cuma mitos!
  • Janggut kering dan rapuh: mungkin karena kamu membersihkannya terlalu sering. Gunakan pembersih berbahan ringan dan bila memungkinkan pilih produk yang dirancang untuk wajah dan janggut. Sampo biasa juga bisa dipakai, tetapi pastikan memakai minyak janggut untuk melembapkan dan sisir setiap hari agar terlihat rapi.
  • Bila ada kulit yang mengelupas mirip ketombe: beda dengan ketombe di kulit kepala, kondisi ini bisa disebabkan karena tungau di wajah atau dermatitis seboroik. Bila khawatir dan ingin memastikannya, cek ke dokter, ya.

5. Cara merawat janggut dengan benar

Wajah Laki-laki Berjanggut Lebih Kotor dan Penuh Bakteri, Benarkah?pixabay.com/Pexels

Meski menumbuhkan janggut punya beberapa manfaat kesehatan, tetapi selalu ingat untuk menjaga kebersihannya. Melansir WebMD, berikut ini caranya:

  • Biarkan janggut tumbuh, jangan buru-buru menata atau membentuknya. Tunggulah hingga sekitar beberapa bulan lamanya.
  • Bersihkan dengan sampo. Jika memungkinkan, pilih produk khusus janggut. Bila tidak ada, bisa pakai sampo rambut biasa. Hindari membersihkannya dengan sabun mandi karena bisa membuat janggut kering.
  • Gunakan kondisioner. Lagi, bila memungkinkan pilih produk khusus untuk janggut. Tujuannya agar kelembapan janggut terjaga, janggut pun tidak kaku lebih halus.
  • Rutin memotongnya tiap bulan untuk menyingkirkan ujung rambut janggut yang bercabang. Pada janggut panjang, rapikan tiap 2 bulan sekali, dan tiap beberapa minggu pada janggut pendek.
  • Terapkan gaya hidup sehat. Janggut merupakan refleksi dari kesehatan tubuh, sama seperti rambut dan kulit.

Jadi, anggapan bahwa laki-laki berjanggut wajahnya lebih kotor dan penuh bakteri tidak benar, dengan catatan janggut selalu dirawat kebersihannya. Gimana, kamu tim dengan janggut atau tanpa janggut, nih?

Baca Juga: 5 Hormon Kecil Inilah yang Ternyata Membentuk Pria Jadi Laki Banget!

Rizky Kusumo Photo Verified Writer Rizky Kusumo

Sedang menjajaki karir sebagai penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya