Comscore Tracker

Penyakit Langganan Musim Hujan, Cegah Influenza dengan 5 Cara Ini

Yuk, jaga daya tahan tubuh! 

Biasanya di musim hujan seperti sekarang ini, daya tahan tubuh kita cenderung menurun. Akibatnya, kita jadi lebih terkena penyakit musiman seperti influenza atau flu.

Influenza adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, yakni tenggorokan, hidung, dan paru-paru. Influenza biasa disebut sebagai flu, tetapi tidak sama dengan virus flu perut yang bisa menyebabkan diare dan muntah.

Flu juga tidak sama dengan batuk pilek (common cold atau selesma), meski gejalanya mirip. Flu mungkin tampak seperti batuk pilek biasa dengan gejala hidung meler, bersin, dan sakit tenggorokan. Namun, batuk pilek umumnya berkembang secara perlahan, sementara flu biasanya datang tiba-tiba.

Selain itu, walaupun batuk pilek bisa terasa sangat menyiksa, tetapi biasanya kondisi yang akan kamu rasakan lebih buruk saat terkena flu.

Penyakit Langganan Musim Hujan, Cegah Influenza dengan 5 Cara Inifreepik.com/pressfoto

Melansir Mayo Clinic, gejala umum flu meliputi:

  • Demam
  • Nyeri otot
  • Menggigil dan berkeringat
  • Sakit kepala
  • Batuk kering dan persisten
  • Napas pendek
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri di mata
  • Mual dan diare, tetapi gejala ini lebih umum terjadi pada anak-anak
  • Batuk pilek juga memiliki gejala bersin-bersin, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan batuk. Namun, gejala lain seperti demam, nyeri dada, sakit kepala, atau kelelahan biasanya bersifat lebih ringan atau jarang muncul.

Sesuai dengan sebuah laporan berjudul “Influenza” yang diterbitkan dalam jurnal BMJ tahun 2016, virus influenza sendiri dibagi menjadi empat, yakni influenza A, B, C, dan D. Namun, hanya virus influenza A dan B saja yang secara klinis menyebabkan penyakit pada manusia dan termasuk penyakit musiman.

Di samping itu, virus influenza A menjadi penyebab penyakit klinis yang parah dan paling banyak dialami oleh populasi manusia.

Masih dari jurnal yang sama, berikut ini adalah orang-orang yang berisiko tinggi terkena flu:

  • Usia di atas 65 tahun
  • Orang dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung kronis, penyakit ginjal, penyakit paru-paru, penyakit hati, penyakit neurologis, dan diabetes
  • Orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti infeksi HIV, kemoterapi, pengobatan steroid berkepanjangan, asplenia, atau disfungsi limpa
  • Orang yang obesitas, dengan indeks massa tubuh >40
  • Ibu hamil hingga 2 minggu setelah melahirkan
  • Individu lain yang mendapat perhatian lebih dari dokter yang dapat mempunyai risiko tinggi terkena komplikasi karena influenza

Mengingat influenza tidak bisa dianggap remeh, yuk, jaga tubuh kita darinya dengan melakukan beberapa cara di bawah ini.

1. Vaksinasi influenza

Penyakit Langganan Musim Hujan, Cegah Influenza dengan 5 Cara Ini112.international

Para pakar kesehatan masih menganggap bahwa vaksinasi influenza adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit tersebut.

Berdasarkan sebuah studi berjudul “Influenza Vaccines: Challenges and Sollution” dalam jurnal Cell Host Microbe tahun 2015, tingkat efektivitas vaksinasi flu pada orang dewasa mencapai 60 persen dan pada anak-anak mencapai 83 persen.

Meski efektivitasnya sudah di atas 50 persen, tetapi hingga kini peneliti masih dilakukan pengembangan untuk memperbaiki dan mengatasi kelemahan vaksin influenza berlisensi.

2. Selalu jaga jarak aman

Penyakit Langganan Musim Hujan, Cegah Influenza dengan 5 Cara Inifreepik.com/freepik

Mengutip laman Harvard T. H. Chan School of Medicine, Caroline Buckee, associate professor epidemiologi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Amerika Serikat (AS) sekaligus associate director Center for Communicable Disease Dynamics mengatakan bahwa menjaga jarak aman (physical distancing) bisa memperlambat penyebaran COVID-19 sekaligus mengurangi perpindahan virus flu dari satu orang ke orang lain.

Meski demikian, cara tersebut tetap harus dioptimalkan dengan mendapatkan vaksin flu.

Baca Juga: Selain Flu dan Pilek, 6 Penyebab Hidung Tersumbat yang Perlu Dipahami

3. Hindari kerumunan orang

Penyakit Langganan Musim Hujan, Cegah Influenza dengan 5 Cara IniAntrean warga di Stasiun KRL (Dok. Humas PT KCI)

Terlalu dekat dengan banyak orang bisa meningkatkan risiko terkena virus influenza. Risiko akan semakin besar jika kita berada di kerumunan dalam area tertutup. Sirkulasi udara yang berulang di ruangan tertutup akan meningkatkan risiko paparan patogen atau agen biologis penyebab penyakit.

Ini dibenarkan dalam sebuah penelitian pada 355 sukarelawan dengan penyakit pernapasan akut. Dari seluruh partisipan, ada 142 kasus dengan penyakit influenza yang berasal dari 218 pasangan sampel nasofaring yang melakukan sampel napas selama 30 menit. Gejala flu dialami dalam 1-3 hari saja.

Penelitian yang berjudul “Infectious virus in exhaled breath of symptomatic seasonal influenza cases from a college community” dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America tahun 2018, menggambarkan bahwa virus influenza sangat mudah berpindah antar manusia jika saling berdekatan, apalagi dalam kerumunan karena mudah tertular lewat udara.

4. Mengonsumsi obat antivirus untuk influenza

Penyakit Langganan Musim Hujan, Cegah Influenza dengan 5 Cara Inicommons.wikimedia.org

Obat antivirus influenza bisa didapat melalui resep dokter. Penggunaan obat ini sendiri untuk mengurangi komplikasi dan keparahan. Di samping itu, obat ini juga sering digunakan untuk mencegah influenza.

Melansir Medical News Today, obat antivirus ini bekerja dengan cara melawan dan mencegah virus berkembang biak dalam tubuh. Obat ini bisa digunakan dalam waktu 2 hari sesudah merasakan gejala flu atau atau sesuai saran dokter. Tujuannya agar gejala bisa diminimalkan dan mempersingkat durasi penyakit.

Meski kebanyakan orang dengan flu bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi tetap saja pengobatan dengan antivirus tetap dilakukan untuk mengurangi kemungkinan komplikasi yang lebih parah.

Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC),
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah merekomendasikan empat antivirus yang mendapat izin edar, yaitu: oseltamivir, zanamivir, peramivir, dan baloxavir marboxil.

Meski begitu, beberapa dokter menyarankan untuk berhati-hati dalam menggunakan oseltamivir dan zanamivir. Dalam tinjauan sistematis berjudul “Neuraminidase inhibitors for preventing and treating influenza in adults and children” di jurnal Cochrane Systematic Review tahun 2013, terdapat 107 laporan klinis dari beberapa lembaga kesehatan di Eropa yang menyebutkan jika kedua obat tersebut tidak punya manfaat jelas untuk influenza.

5. Berhenti merokok

Penyakit Langganan Musim Hujan, Cegah Influenza dengan 5 Cara Inipexels.com/CottonBro

Berhenti merokok juga dapat mencegah flu, baik untuk diri sendiri maupun orang di sekitarnya.

Pada umumnya, orang yang merokok memiliki respons yang berlebihan terhadap virus, termasuk virus influenza. Ini juga bisa meningkatkan risiko tingkat keparahan gejala selama musim flu pada perokok aktif dan pasif, ketimbang orang-orang yang tidak terpapar asap rokok.

Sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan oleh University of Rochester Medical Center, AS, menemukan jika anak-anak yang terpapar asap rokok perlu perawatan intensif dan tinggal lebih lama di rumah sakit akibat flu bila dibandingkan dengan anak-anak yang tidak terpapar asap rokok.

Meskipun tidak ada jaminan 100 persen kita bisa terlindungi sepenuhnya dari influenza, tetapi setidaknya kita bisa mencegahnya dengan melakukan cara-cara di atas. Selain itu, tetap jaga pola makan sehat bergizi seimbang, rutin olahraga, tidur cukup, dan kelola stres dengan baik agar hasilnya optimal.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Dokter dan Tenaga Medis untuk Menghindari Flu, Bisa Ditiru

Iam_Lathiva Photo Verified Writer Iam_Lathiva

Love To See, Love To Read, and Love To Share. IG: iam_lathiva

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya