Comscore Tracker

7 Fakta soal Inses, Sering Dilakukan di Masa Lampau

Salah satu tabu tertua yang dikenal oleh umat manusia

Kata inses berasal dari bahasa Latin, incestus, yang berarti "tidak murni" atau "tidak suci." Menurut KBBI, inses adalah hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yang bersaudara dekat yang dianggap melanggar adat, hukum, atau agama.

Hari ini, sebagian besar dari kita melihat inses sebagai sesuatu yang salah, baik melalui sudut pandang agama atau sains. Namun, jika diusut lebih dalam, kebiasaan inses ternyata sudah berakar sejak awal peradaban manusia.

Seperti yang telah ditunjukkan oleh sejarah, melakukan hubungan seks dengan kerabat dekat dapat mengakibatkan beberapa konsekuensi yang mengerikan. Artikel ini akan membahas beberapa fakta tentang hubungan sedarah atau inses. Berikut daftarnya.

1. Sejarah inses

https://www.youtube.com/embed/ULofBtBAJn4

Sejarah inses bisa kita telusuri sampai awal peradaban manusia. Seperti yang kita ketahui, peradaban-peradaban besar seperti Tiongkok kuno, Mesir kuno, dan Yunani kuno telah membenarkan inses di dalam kebudayaan mereka. 

Agama Abrahamik juga menyebutkan adanya inses yang melibatkan anak Adam, Cain. Menurut Kitab Yobel, Kain menikahi saudara perempuannya sendiri, Avan. Selama berabad-abad, inses di antara keluarga kerajaan adalah hal biasa dan bahkan didorong untuk mempertahankan kemurnian garis keturunan. 

Mungkin kasus inses yang paling terkenal terdapat di Mesir kuno, yang melibatkan Firaun Tutankhamun. Dikatakan kalau fisik Tut cacat dan sangat lemah sehingga membutuhkan tongkat berjalan. Setelah melakukan beberapa tes DNA, peneliti mengungkapkan alasan dari kondisi fisiknya, yang ternyata adalah hasil dari budaya inses yang dilakukan di keluarganya.

Kasus inses lain terdapat di dalam Wangsa Habsburg yang ada di Spanyol. Seperti yang diketahui, mereka menolak untuk berbagi kekuasaan dengan orang luar sehingga terus melakukan inses selama dua abad. Praktik ini akhirnya menyebabkan kejatuhan mereka pada tahun 1700, ketika Raja Charles II wafat tanpa meninggalkan ahli waris.

Menurut Britannica, Raja Charles II adalah seorang pria dengan tubuh yang kecil dan memiliki cacat mental. Ia kesulitan untuk makan dan berbicara karena memiliki "rahang Habsburg." Charles II juga menderita gangguan usus, ejakulasi dini, dan impotensi.

2. Evolusi versus inses

7 Fakta soal Inses, Sering Dilakukan di Masa Lampauqz.com

Menurut penelitian, perempuan lebih peduli dengan kesehatan genetik keturunan mereka, dan para ahli percaya itulah alasan mengapa mereka lebih cenderung untuk menolak inses. Sebuah studi tahun 1994 menunjukkan bahwa perempuan dapat "mencium" bau pasangan yang akan menjadi ayah bagi keturunan mereka di masa depan.

Setelah menganalisis DNA mereka, para peneliti percaya kalau perempuan lebih menyukai aroma pria yang berbeda secara genetik dari mereka. Studi terbaru yang terdapat dalam Scientific American juga mengungkap fakta kalau pasangan yang memiliki banyak kemiripan genetik akan memiliki kepuasan seksual yang rendah.

Sedangkan menurut psikologi evolusioner, ketertarikan seksual kepada ibu akan berkurang ketika seorang anak melihat ibunya merawat bayi lagi. Jika ia adalah anak angkat yang dibesarkan oleh orang tua yang sama, maka efek yang sama juga berlaku pada dirinya.

Hal ini mungkin menjelaskan mengapa hubungan dengan anggota keluarga angkat masih dianggap tabu meskipun mereka tidak berbagi gen yang sama.

3. Pengaruh inses terhadap manusia

7 Fakta soal Inses, Sering Dilakukan di Masa Lampauredbookmag.com

Ada alasan saintifik mengapa manusia tidak boleh melakukan hubungan inses. Faktanya, melakukan hubungan seks dengan kerabat dekat memiliki dampak serius yang mematikan. Ketika kita kawin dengan seseorang dengan gen yang sama sekali berbeda, peluang kita untuk mewariskan gen resesif hanya 50 persen. 

Satu studi yang dilansir dari Psychology Today menemukan kalau 40 persen anak-anak yang lahir dari hubungan inses akan memiliki gangguan resesif autosomal, kelainan fisik bawaan, atau defisit intelektual yang parah.

Menurut penelitian lain, ketika kerabat tingkat pertama kawin, risiko anak mereka menderita kematian dini, pelemahan kondisi jantung, asimetri wajah, cacat lahir yang parah, atau cacat mental akan meningkat hingga hampir 50 persen.

4. Inses di dunia hewan

7 Fakta soal Inses, Sering Dilakukan di Masa Lampauloveyourdog.com

Peternak anjing sering melakukan inses untuk mempertahankan sifat-sifat yang diinginkan di dalam peliharaan mereka. Namun, inses yang berlangsung selama beberapa generasi juga dapat menyebabkan masalah serius bagi anjing-anjing itu.

Kebanyakan hewan akan menderita efek buruk inses layaknya manusia, seperti berkurangnya kesuburan, laju pertumbuhan yang lebih lambat, menambah kerentanan terhadap penyakit, dan tingkat kematian yang lebih tinggi. 

Sama seperti manusia, beberapa hewan dan tumbuhan juga telah berevolusi untuk membentuk mekanisme anti-inses di dalam tubuh mereka sendiri, baik dengan bermigrasi jauh dari rumah mereka atau menggunakan berbagai isyarat untuk mengidentifikasi kerabat mereka.

Lemur betina misalnya, yang dapat mengetahui apakah gen seekor lemur jantan terlalu mirip dengannya atau tidak dengan mencium feromon yang keluar dari alat kelaminnya. Tikus juga menggunakan penciuman untuk mengidentifikasi calon pasangan idealnya untuk menghindari inses.

Baca Juga: Dari Mesir-Thailand, 7 Peradaban Ini Pernah Melakukan Praktik Inses

5. Ketertarikan seksual genetik 

7 Fakta soal Inses, Sering Dilakukan di Masa Lampaudailyo.in

Kebanyakan dari kita mungkin akan menganggap kalau jatuh cinta dengan kerabat dekat adalah hal yang menjijikkan. Namun, menurut penelitian, 50 persen orang yang bertemu kembali dengan saudara, orang tua, atau keturunannya setelah lama berpisah akan mengembangkan perasaan obsesif terhadap anggota keluarganya.

Emosi aneh ini adalah hasil dari kondisi yang dikenal sebagai ketertarikan seksual genetik (GSA). Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang GSA karena kebanyakan orang takut untuk mengakui kalau mereka tertarik pada kerabat dekat mereka. Belum lagi masalah inses yang masih dianggap tabu, bahkan di kalangan akademisi dan psikolog.

Namun, satu hal yang diketahui dari masalah ini adalah bahwa ketertarikan tersebut tidak selalu mengarah pada seks. Terkadang, itu hanya keinginan untuk berada di sekitar mereka atau menyentuh mereka. Jika dorongan itu menghasilkan hubungan seksual, sebagian besar terjadi antara saudara dan saudari yang bertemu kembali.

Lalu, mengapa hal seperti itu bisa terjadi? Menurut Sigmund Freud, kita semua menekan dorongan inses di dalam diri kita. Pada tahun 2010, para peneliti menemukan fakta kalau kita cenderung berpasangan dengan orang-orang yang mirip dengan orang tua mereka.

Secara khusus, mereka mengklaim kalau perempuan akan tertarik pada pria yang wajahnya mirip dengan bagian tengah wajah ayah mereka, sementara pria tertarik pada perempuan yang memiliki kesamaan dengan bagian bawah wajah ibu mereka. Teorinya adalah bahwa kita "terpatri" sejak kecil untuk mencari sosok yang mirip dengan orang yang membesarkan kita.

6. Etika dan hukum yang menentang inses

https://www.youtube.com/embed/89vPsB1rPK0

Beberapa orang percaya kalau inses bisa dibenarkan secara moral. Mereka bersikeras kalau inses sama saja seperti kontrasepsi, sterilisasi, atau homoseksualitas. Sebuah kasus hukum di Amerika Serikat mencoba meluruskan masalah ini.

Melansir dari Huffington Post, pada tahun 2010 seorang profesor berusia 46 tahun bernama David Epstein didakwa dengan dakwaan inses tingkat tiga setelah dituduh melakukan hubungan seks suka sama suka dengan putrinya yang berusia 24 tahun.

Putrinya tidak menghadapi tuntutan karena, di mata hukum, anak-anak dianggap sebagai "kelas yang dilindungi" bahkan ketika mereka sudah beranjak dewasa. Pengacara Epstein berargumen kalau inses suka sama suka tidak lebih tercela daripada homoseksualitas.

Anggota parlemen tidak setuju dengannya, mengatakan kalau inses tidak dapat diterima karena menghancurkan unit keluarga, sedangkan dua orang gay yang tidak terkait dalam suatu hubungan membentuk hubungan baru. Sedangkan menurut penulis William Saletan, homoseksualitas adalah sebuah orientasi seksual, sedangkan inses bukan. 

7. Sekte inses di Australia 

https://www.youtube.com/embed/NFFAJkTRmWc

Pada tahun 2013, sebuah dokumen mengungkapkan salah satu kasus pelecehan anak terburuk di Australia dan mungkin salah satu kasus inses multi-generasi terburuk yang pernah ada dalam sejarah. Diketahui kalau satu keluarga inses itu, yang oleh pengadilan disebut dengan nama samaran "Colt," tinggal di pedesaan New South Wales.

Ketika tiba di lokasi, pihak berwenang menemukan kalau sekitar 40 orang hidup dengan kondisi yang mengenaskan di dalam dua karavan, gudang, dan beberapa tenda. Hanya sedikit dari mereka yang bisa berbicara dengan jelas dan hampir semuanya mengalami infeksi jamur di kaki mereka.

Tes genetik kemudian mengungkapkan kalau semua anak, kecuali satu anak perempuan berusia 5 tahun, adalah hasil dari inses. Menurut Daily Telegraph, diyakini kalau praktik inses di sana telah dimulai sejak 40 tahun yang lalu. Parahnya lagi, anak-anak itu sudah berhubungan seks satu sama lain sejak usia yang sangat dini.

Kebanyakan menderita masalah kesehatan yang parah, termasuk kekurangan gizi, kesulitan bicara dan mendengar, tidak mampu membaca atau menulis, dan menderita gizi buruk. Secara total, 12 anak ditempatkan di panti asuhan atau program perawatan untuk mengatasi trauma seksual dan kondisi psikologis mereka.

Inses adalah salah satu tabu tertua yang ada di dalam peradaban manusia. Meskipun pernah dilakukan di beberapa peradaban kuno, praktik inses tetap dilarang oleh agama, hukum, dan sains karena dampaknya yang mematikan bagi spesies kita.

Baca Juga: Dari Mesir-Thailand, 7 Peradaban Ini Pernah Melakukan Praktik Inses

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I don't care that they stole my idea. I care that they don't have any of their own." - Tesla // I am a 20% historian, 30% humanist and 50% absurdist // For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya