Comscore Tracker

5 Gangguan Kesehatan Khas Orang Tua yang Banyak Dialami Millennials

Sudah lama terasa, tapi baru ketahuan saat parah

Disadari atau tidak, banyak gangguan kesehatan yang awalnya lebih banyak terjadi pada orang tua (angkatan baby boomers dan generasi X) kini berganti menyerang kaum millennials. Apa lagi penyebab utamanya kalau bukan gaya hidup?

Apakah hal ini sepenuhnya karena generasi millennials sendiri? Tidak juga. Pasalnya, perbedaan gaya hidup ini juga dipengaruhi oleh lingkungan dan teknologi. Meski begitu, sebagai brainware dengan kasta tertinggi, tiap individu millennials juga harus bisa menyesuaikan diri.

Jadi, apa saja gangguan kesehatan yang dimaksud?

1. Masalah pendengaran

5 Gangguan Kesehatan Khas Orang Tua yang Banyak Dialami Millennialsprsuit.com

Seberapa lama dalam satu hari kamu melakukan panggilan melalui ponsel di telinga? Seberapa lama dalam satu hari kamu menutup telinga dengan headset atau headphone sehingga satu-satunya yang terdengar hanyalah suara musik dari playlist atau video yang kamu putar?

Tentu saja, menggunakan headset atau headphone boleh-boleh saja, tetapi hindari penggunaan yang dibarengi volume yang terlalu tinggi. Selain itu, hindari menggunakannya saat tidur karena hanya akan menumpuk bakteri, melukai kulit telinga, hingga menimbulkan risiki terkena otitis eksterna dan perusakan sel-sel otak akibat gelombang elektromagnetik.

2. Gangguan asam lambung

5 Gangguan Kesehatan Khas Orang Tua yang Banyak Dialami Millennialsrefinery29.com

Siapa pun bisa saja mengalami gangguan asam lambung. Namun, usia produktif menjadi lebih sering mengalami gangguan ini lantaran kebiasaan atau rutinitas. Bukan hanya soal terlambat makan, tetapi juga karena menatap layar terlalu sering.

Menatap layar terlalu sering dapat menyebabkan sakit kepala. Millennials yang tidak memiliki banyak waktu tidur pun memilih untuk mengonsumsi obat sebagai jalan pintas. Kandungan ibuprofen pada jumlah yang berlebihan akan menyebabkan kenaikan asam lambung dan menyebabkan gastronintestinal.

3. Ketegangan dan kelelahan mata

5 Gangguan Kesehatan Khas Orang Tua yang Banyak Dialami Millennialsinvisioncare.com

Berkutat dengan layar juga tak bisa dilepaskan dari peranan indra penglihatan. Layar laptop maupun ponsel yang memancarkan radiasi secara terus menerus tidak hanya membuat mata menjadi lebih sensitif, tetapi juga lelah dan nyeri.

Baca Juga: 5 Penyakit Berbahaya dari Tikus yang Bisa Menyebar ke Manusia

Seperti otot yang digunakan terus menerus, menekuri layar dalam waktu lama juga akan melelahkan mata. Studi menunjukkan bahwa 68 persen millennials mengalami digital eye strain dengan gejala yang beragam, mulai dari: sakit kepala, sensitif terhadap cahaya, rasa nyeri pada bagian belakang mata dan merasa lelah.

4. Sakit leher

5 Gangguan Kesehatan Khas Orang Tua yang Banyak Dialami Millennials.completehealthsouthlake.com

Satu lagi efek dari pekerjaan yang menuntut bantuan komputer adalah sakit pada leher. Ketika kamu duduk dan menatap layar komputer seharian dan tidak cukup banyak bergerak untuk sekadar melemaskan tubuh, lehermu pun akan terasa kaku. Otot-otot di sekitar leher dan bahu akan menjadi tegang berada dalam posisi yang sama dalam waktu yang lama.

Gangguan ini memang tidak terlalu mengarah pada hal yang lebih serius seperti penyakit tertentu. Meski begitu, leher yang sakit akan membuat aktivitasmu menjadi tidak nyaman. Paling tidak, di sela-sela kesibukan menggarap pekerjaan, lakukan yoga sederhana untuk membuat leher dan tubuhmu kembali terasa segar dan bersemangat.

5. Depresi dan kecemasan

5 Gangguan Kesehatan Khas Orang Tua yang Banyak Dialami Millennialsshape.com

Jumlah penderita depresi dan kecemasan pada generasi millennials semakin meningkat. Bukan lataran perang, penyebabnya justru lebih beragam mulai dari tuntutan pekerjaan hingga tuntutan tidak masuk akal yang berada di media sosial.

Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya kesehatan mental masih belum terlalu digalakkan. Bahkan, pasien yang berkunjung pada dokter kejiwaan kerap dianggap 'berbeda' dalam artian yang tidak positif. Padahal, jika mereka tidak segera mendapat pertolongan, risiko lebih besar termasuk kematian jadi semakin terbuka lebar.

Perputaran teknologi dan penyebaran kultur asing memang tidak lagi bisa dihindari di era modern digital ini. Meski begitu, kamu tetap harus bisa membatasi diri, ya!

Baca Juga: Gak Banyak yang Tahu, Sebetulnya Para Single Mom Berjuang Melawan Gangguan Kesehatan Ini

Topic:

  • Shelly Salfatira
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya