Comscore Tracker

Girls, Ini Informasi Soal Infeksi Saluran Kencing yang Harus Kamu Tahu

Hampir setiap wanita pernah mengalaminya

Meski belum ada data resmi terkini yang menyebutkan secara pasti jumlah penderita infeksi saluran kencing (ISK), tetapi kondisi di lapangan telah menunjukkan bahwa ada banyak individu yang mengalami infeksi satu ini. Dibandingkan laki-laki, wanita juga lebih mudah terserang lantaran saluran ureter wanita lebih pendek.

Secara umum, ISK bukanlah penyakit yang terlalu menyeramkan. Meski begitu, bila kondisi ini dibiarkan terlalu lama, bukan tidak mungkin akan segera menyebar dan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius terutama di bagian organ kewanitaan. Dan yang disayangkan, gejala infeksi ini masih sering diabaikan sebelum akhirnya mencapai kondisi yang lebih parah.

1. Gejala yang sering diabaikan

Girls, Ini Informasi Soal Infeksi Saluran Kencing yang Harus Kamu Tahumedicalnewstoday.com

Sebenarnya, gejala ISK pada wanita dapat diamati dengan jelas. Hanya saja, sebagian besar wanita cenderung mengabaikannya selama beberapa waktu. Beberapa wanita bahkan cenderung menganggapnya sebagai kondisi yang akan hilang dengan sendirinya dan beranggapan bahwa hal tersebut hanya efek dari kelelahan atau aktivitas yang sedikit berbeda dari biasanya. Kunjungan ke dokter dilakukan kemudian ketika gejala tersebut mulai mengganggu aktivitas dan semakin mengkhawatirkan.

Adapun gejala ISK pada wanita yang bisa diamati antara lain:

  • Sering merasa lelah, beberapa kondisi disertai nyeri pada otot dan gemetaran.
  • Frekuensi buang air kecil menjadi tinggi.
  • Adanya rasa sensai terbakar ketika buang air kecil.
  • Nyeri pada punggung bagian bawah.
  • Keputihan yang tak kunjung selesai (abnormal).
  • Rasa mual hingga muntah.
  • Perut bawah di sekitar miss V jadi tidak nyaman dan kram.
  • Warna air kencing cenderung keruh. Pada kondisi parah, ditemukan darah dalam urin.

Tidak semua gejala ini dirasakan oleh penderita ISK. Beberapa wanita pun juga mungkin mengalami gejala yang berbeda.

2. Faktor risiko yang tidak disadari

Girls, Ini Informasi Soal Infeksi Saluran Kencing yang Harus Kamu Tahuiguang.tw

Sebagaimana infeksi lainnya, ISK juga disebabkan oleh patogen. Penyebab paling umumnya tidak lain adalah E. coli yang berkembang di ureter atau bahkan telah menyebar ke berbagai tubuh lainnya seperti ginjal. Namun, selain E. coli, ada pula beberapa penyebab lain antara lain jamur (yang paling umum adalah Candida), bakteri Staphylococcus (dari kulit), dan Proteus, Enterococcus (dari saluran cerna).

Tentu patogen ini tidak datang begitu saja. Beberapa faktor risiko yang memicu tumbuhnya mikroorganisme ini antara lain:

  • salah dalam membersihkan organ kewanitaan (seharusnya dari vagina ke anus)
  • kurang menjaga kebersihan area kewanitaan (mengganti celana dalam, tampon, atau pembalut dengan rutin)
  • hamil
  • menopause
  • sering menahan buang air kecil
  • tidak buang air kecil dengan tuntas
  • diabetes
  • aktivitas seksual yang tidak sehat
  • dan lain-lain

Baca Juga: Jangan Kelamaan Tahan Pipis, Ini 6 Penjelasan Tentang Sistem Urinmu!

3. Cara mencegah dan mengatasi

Girls, Ini Informasi Soal Infeksi Saluran Kencing yang Harus Kamu Tahumothersbynature.org

Cara mencegah yang paling utama adalah dengan menjaga kebersihan area kewanitaan dengan tepat. Ingat, menjaga kebersihan justru bukan dilakukan dengan douching ya, melainkan melalui hal-hal yang sangat standar seperti mengganti celana dalam setidaknya dua kali sehari, tidak malas mengganti tampon atau pembalut, tidak menggunakan panty liner terlalu sering dan lain-lain. Selain itu, hindari pula untuk sering menahan buang air kecil dan mengonsumsi air mineral sesuai kebutuhan tubuh.

Bila telah terjangkit ISK, maka jangan ragu untuk segera ke dokter. Dokter akan memberikan sejumlah antibiotik untuk membunuh patogen tersebut. Sesuai dengan tingkat keparahan, dosis yang diberikan pun dapat berbeda antara satu orang dan lainnya.

4. ISK sangat mungkin untuk muncul kembali

Girls, Ini Informasi Soal Infeksi Saluran Kencing yang Harus Kamu TahuPexels/Pixabay

Perlu diketahui, ISK bukanlah sebuah penyakit yang begitu diobati akan langsung pergi dan tak akan datang kembali. Kenyataannya, bisa saja seorang wanita kembali mengalami ISK meski setelah beberapa lama (bahkan tahun) sekalipun.

Kuncinya hanya pada bagaimana seorang wanita dapat menjaga kebersihan organ wanitanya. Bila menemukan gejala serupa di kemudian hari, boleh juga sebenarnya melakukan pemeriksaan sendiri tanpa harus ke dokter terlebih dahulu agar tidak terlalu panik. Setiap rumah sakit menyediakan pemeriksaan lab urin ISK yang dapat dimanfaatkan. Hasilnya pun dapat diketahui selama kurang dari satu jam saja.

Infeksi saluran kencing pada wanita bisa menyerang pada usia berapa saja karena ada banyak kemungkinan yang menyebabkan berkembangnya patogen tersebut. Untuk itu, lindungi diri kamu dengan mulai merawat secara benar kebersihan organ kewanitaan dan pola hidup yang sehat, ya.

Baca Juga: Warna Air Kencingmu Bisa Tunjukkan Bagaimana Kesehatanmu, Lho

Topic:

  • Shelly Salfatira
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya