Comscore Tracker

Serangan Panik vs. Serangan Kecemasan: Apa Sih Perbedaannya?

Eh, memangnya beda?

Mungkin kamu pernah dengar orang ngomongin soal serangan panik & serangan kecemasan seolah-olah dua hal itu sama. Padahal sebenarnya beda.

Serangan panik datang tiba-tiba dan melibatkan rasa takut yang intens dan berlebihan. Biasanya diikuti oleh detak jantung cepat, nafas pendek atau mual-mual. Serangan panik bisa terjadi pada siapa pun, tapi kalau terjadi terlalu sering bisa berarti orang tersebut menderita panic disorder.

Sementara serangan kecemasan biasanya berhubungan dengan situasi, kondisi, atau pengalaman yang bikin stres dan bisa datang secara bertahap.

Kurangnya pengenalan diagnosa dari serangan kecemasan membuat tanda-tandanya jadi simpang-siur. Satu orang tertentu mungkin bisa kena serangan kecemasan dan tanda-tanda itu juga bisa tak ditemukan di orang yang terkena serangan kecemasan lainnya.

Terus, apa saja sih bedanya?

Pertama, kita kenali dulu gejala kedua serangan ini

Serangan Panik vs. Serangan Kecemasan: Apa Sih Perbedaannya?unsplash.com/@lvnatikk

Serangan panik dan kecemasan mungkin terasa sama, dan memang keduanya memiliki banyak persamaan tanda emosional dan fisik.

Kamu bisa mengalami kedua hal itu secara bersamaan. Singkatnya, kamu bisa saja megnalami serangan kecemasan sambil memikirkan tentang situasi yang bikin kamu stres kayak presentasi di kantor. Ketika saat itu tiba, kecemasanmu bakal bercabang jadi serangan panik.

Mungkin agak susah untuk membedakan apakah kamu sedang panik atau cemas. Ini perbedaanya:

  • Cemas biasanya berhubungan dengan sesuatu yang kamu anggap mengancam atau bikin stres. Panik biasanya gak selalu dipicu oleh hal-hal yang bikin stres dan biasanya muncul begitu saja, gak tahu dari mana.
  • Cemas bisa ringan, sedang, atau parah. Contohnya, cemas bisa terjadi begitu saja saat kamu melakukan aktivitas sehari-hari. Panik, di sisi lain, kebanyakan parah, gejalanya bisa kamu rasakan dan itu sangat mengganggu.
  • Saat kena serangan panik, tubuhmu yang akan mengambil alih semuanya. Tanda-tanda fisik sering lebih intens di serangan panik daripada serangan kecemasan.
  • Ketika cemas bisa datang perlahan, serangan panik biasanya langsung menubrukmu dengan brutal.
  • Serangan panik biasanya memicu rasa khawatir atau takut yang biasanya berhubungan dengan serangan lainnya. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada perilakumu, membuatmu menghindari tempat atau situasi di mana kamu berpikir akan berpotensi untuk terkena serangan panik lainnya.

Kedua, kita kenali apa saja penyebabnya

Serangan Panik vs. Serangan Kecemasan: Apa Sih Perbedaannya?unsplash.com/@kevin_1658

Penyebab serangan panik hingga kini belum bisa dipastikan apa saja yang memicunya. Serangan panik dan cemas bisa saja dipicu oleh hal yang sama dan mirip, seperti:

  • Pekerjaan yang bikin stres
  • Menyetir
  • Situasi sosial yang gak diharapkan
  • Fobia
  • Mengingat kejadian traumatis
  • Penyakit kronis, seperti gangguan jantung, diabetes, dll
  • Sedang berusaha bersih dari alkohol dan obat-obatan
  • Kafein
  • Suplemen dan obat-obatan
  • Masalah tiroid

Ketiga, apa saja faktor risiko kedua hal ini?

Serangan Panik vs. Serangan Kecemasan: Apa Sih Perbedaannya?unsplash.com/@hamann

Keduanya sama-sama memiliki faktor risiko yang mirip, di antaranya:

  • Mengalami trauma atau menyaksikan kejadian traumatis
  • Mengalami hal yang bikin stres, seperti kematian keluarga atau perceraian
  • Mengalami hal-hal yang bikin tertekan, seperti tanggung jawab kerja, konflik keluarga, kondisi finansial yang gak stabil
  • Memiliki kondisi gangguan mental lain, seperti depresi

Orang-orang yang pernah mengalami kecemasan lebih mudah terserang panic attack. Tapi, merasa cemas bukan berarti kamu bakal kena panic attack.

Baca Juga: Jangan Coba Hindari 5 Hal Ini saat Kamu Merasa Depresi

Keempat, bagaimana kita bisa mendapat diagnosa seperti ini?

Serangan Panik vs. Serangan Kecemasan: Apa Sih Perbedaannya?unsplash.com/@anniespratt

Dokter gak bisa mendiagnosa serangan kecemasan, tapi bisa mendiagnosa:

  • Tanda-tanda kecemasan
  • Gangguan kecemasan
  • Serangan panik
  • Gangguan panik

Dokter akan menanyakanmu tentang tanda-tanda yang kamu alami dan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui kondisi kesehatanmu lainnya seperti kesehatan jantung, kadar gula, atau masalah tiroid.

Kelima, gimana caranya untuk merasa lebih baik jika memiliki kecenderungan untuk terkena serangan ini?

Serangan Panik vs. Serangan Kecemasan: Apa Sih Perbedaannya?unsplash.com/@hutomoabrianto

Pertama, kamu harus konsultasi dengan dokter atau tenaga profesional untuk mengetahui tentang kedua hal ini lebih dalam sehingga kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Melakukan terapi dan disiplin menjalankannya akan membuatmu merasa bahwa kamu memegang kendali atas apa yang kamu rasakan.

Kalau kamu merasa akan terserang panik atau cemas, cobalah untuk:

  • Bernafas pelan-pelan. Kalau nafasmu cepat, fokuslah untuk menarik nafas dan mengeluarkannya. Ulangi terus hingga nafasmu mulai teratur.
  • Berusaha menerimanya dan kenali sebaik mungkin. Kamu mungkin pernah mengalami serangan panik dan itu gak enak. Ingatkan dirimu sendiri bahwa serangan ini tak akan berlangsung selamanya dan kamu akan baik-baik saja.

Keenam, perawatan apa saja yang perlu dilakukan?

Serangan Panik vs. Serangan Kecemasan: Apa Sih Perbedaannya?unsplash.com/@marilezhava

Selalu konsultasikan dengan dokter tentang perawatan/pengobatan untuk kedua hal ini. Beberapa perawatan mungkin akan sama, seperti:

  • Antideperesan
  • Obat antianxiety
  • Benzodiazepin

Seringkali, dokter akan merekomendasikan beberapa kombinasi untuk perawatanmu. Meski banyak kesamaan, dua hal ini sangat berbeda. Serangan panik akan terasa lebih intens dan sering diikuti dengan gejala perubahan fisik yang sangat terasa.

Jangan pernah merasa malu atau minder untuk konsultasi ke psikolog atau psikiater. Ingat, kamu gak sendirian. Kamu berhak memiliki kehidupan yang tenang dan terkendali.

Baca Juga: Mitos vs. Fakta: Gimana Sih Rasanya Kena Serangan Panik?

Ice Juice Photo Verified Writer Ice Juice

A dyslexic peculiar organism capable of turning caffeine into words.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya