Comscore Tracker

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatan

Berkat penemuan vaksin dan metode perawatan yang efektif

Tak semua penyakit bisa disembuhkan, tetapi di sisi lain tidak semua penyakit terus-menerus ada dan mengancam. Dalam perjuangan para ilmuwan dan tenaga kesehatan dunia, beberapa penyakit punya kemungkinan untuk diberantas.

Penyakit yang bisa diberantas tersebut kebanyakan merupakan infeksi virus atau parasit. Lewat penemuan vaksin dan metode perawatan yang efektif, beberapa negara berani mengumumkan penyakit-penyakit tersebut telah musnah. Inilah daftar penyakit yang punya kemungkinan bisa dimusnahkan.

1. Cacar

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatancacar (nzherald.co.nz)

Dilansir Howstuffworks, cacar sempat merajalela sebelum abad ke-18 dengan 30 persen penderitanya meninggal dunia. Bahkan, Ratu Mary II dari Inggris dan Raja Louis XV dari Prancis kehilangan nyawanya akibat penyakit ini. Semenjak ditemukannya vaksin cacar pada tahun 1796, angka kasusnya sudah menurun drastis.

Di Indonesia, cacar akibat virus variola sudah diberantas sejak tahun 1974. Cacar ini berbeda dengan cacar air yang masih ada hingga saat ini, yaitu cacar akibat virus varicella.

2. Penyakit cacing Guinea

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatanilustrasi penyakit cacing guinea (dawn.com)

Sejauh ini, belum ada laporan tentang penyakit ini di Indonesia. Kebanyakan dilaporkan di wilayah Afrika dan menyerang warga di desa-desa miskin. 

Terakhir, dikabarkan kalau pada tahun 2018, Sudan Selatan bebas dari penyakit cacing Guinea atau dracunculiasis tanpa adanya kasus dalam kurun waktu 15 bulan. Penyakit ini disebabkan oleh parasit, membuat cacing tinggal di kaki inangnya dan memaksa inangnya tersebut mencelupkan kaki di air saat masa bertelur.

3. Polio

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatanilustrasi polio (geneticliteracyproject.org)

Menyerang anak-anak, polio menimbulkan masalah sistem saraf yang menyebabkan kelumpuhan organ. Penyakit ini sempat menjadi epidemi pada tahun 1800 sampai 1900-an. Dilansir Britannica, vaksin polio baru hadir pada tahun 1950-an dan sejak itu angka penularannya semakin kecil.

Namun, tak bisa dimungkiri penyakit ini masih ada. Menurut Buletin Surveilans & Imunisasi Maret 2020 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), polio belum hilang. Terdapat data di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang menunjukkan adanya sejumlah kasus polio pada anak-anak. Kurang lebih totalnya ada 60 kasus hingga pendataan pada tahun 2020.

4. Campak

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatanilustrasi campak (itg.be)

Ada kabar kalau Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan kasus campak terbanyak. Dilansir Indonesia Baik, ada hampir 5.000 kasus terjadi pada tahun 2015, dengan total kasus dari tahun 2010 hingga 2015 adalah 23.164 kasus.

Sejarahnya, dahulu kala diperkirakan 20 juta orang terjangkit penyakit ini dengan mayoritas kasus di Afrika dan Asia.

Meskipun vaksin yang aman dan murah sudah tersedia, tetapi Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pada tahun 2018, ada lebih dari 140.000 kematian akibat campak secara global, sebagian besar antara anak-anak usia di bawah 5 tahun.

Vaksinasi campak menghasilkan penurunan 73 persen kematian akibat campak antara tahun 2000 dan 2018 di seluruh dunia. Selama tahun 2000-2018, vaksinasi campak mencegah sekitar 23,2 juta kematian.

5. Rubela

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatanilustrasi rubella (tecake.in)

Rubela atau campak jerman membuat penderita mengalami gatal-gatal di area wajah, lalu merambat ke tubuh. Dilansir Indonesia Baik, tahun 2010 sampai 2015 terdapat 30.463 kasus rubela dengan 70 persen menyerang anak-anak usia di bawah 15 tahun.

Baca Juga: 8 Bahaya Penyakit Jaringan Periodontal bagi Kesehatan Tubuh 

6. Gondongan

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatanilustrasi gondongan (hcahealthcaretoday.com)

Gondongan beda dengan penyakit gondok. Walau sama-sama menyebabkan area leher jadi bengkak, tetapi gondongan atau mumps disebabkan oleh virus, sementara penyakit gondok disebabkan oleh gangguan pada hormon tiroid.

Virus penyebab gondongan merupakan golongan paramyxovirus, virus yang menyebar lewat percikan air liur atau cairan hidung. Dilansir History, vaksin virus ini dikembangkan sejak 1967 oleh Dr. Maurice Hilleman dengan mencampurkan virus campak, gondongan, dan rubela.

Sejak direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) tahun 1998, angka kejadian penyakit ini sudah menurun drastis.

7. Filariasis limfatik

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatanilustrasi kaki gajah atau filariasis limfatik (globalcitizen.org)

Filariasis limfatik atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah, seperti penyakit cacing Guinea, disebabkan oleh parasit. Cacing parasit penyebabnya adalah Wuchereria brancofti dan bisa ditularkan lewat nyamuk yang terinfeksi cacing tersebut.

Terakhir dikabarkan oleh Universitas Gadjah Mada pada 2019 lewat dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, DAP., M.Kes, terdapat 28 provinsi yang menjadi endemis penyakit ini. Ia menyebutkan jumlahnya sempat meningkat dan data per Oktober 2018 menyebut ada 14 ribu penderita kaki gajah di Indonesia.

8. Sistiserkosis

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatancacing pita (nypost.com)

Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit cacing pita. Parasit berupa cacing yang mendiami pencernaan manusia ini umumnya bermula dari babi liar yang terkontaminasi telur cacing dan berkembang di otot babi.

Cacing ini merambat ke manusia saat seseorang mengonsumsi daging babi yang terinfeksi dan tidak memasaknya dengan baik. Efek parasit ini bisa menyebabkan gangguan pada otak hingga masalah penglihatan.

Sempat dikabarkan pada tahun 2016 bahwa Bali menjadi provinsi tertinggi untuk kasus cacing pita di Indonesia, lalu diikuti Papua dan Sumatra Utara. WHO menyebut cacing pita juga erat kaitannya dengan epilepsi, mengingat 80 persen penderita epilepsi dunia kebanyakan berada di negara-negara miskin yang banyak hidup dengan babi.

9. Onchocerciasis

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatanilustrasi penyakit river blindness (sanger.ac.uk)

Onchocerciasis atau dikenal sebagai penyakit Robles atau kebutaan sungai (river blindness), disebabkan oleh parasit Onchocerca volvulus, sejenis nematoda jaringan yang dibawa oleh lalat hitam (Simulium damnosum). Penderitanya dapat mengalami masalah pada mata yang bisa berujung pada kebutaan.

Siklusnya, lalat hitam itu akan mengisap darah manusia dan memasukkan cairan limfa yang sudah mengandung larva cacing tersebut. Cacing ini akan beranjak dewasa dalam waktu kurang lebih satu tahun dan mendiami jaringan bawah kulit.

10. Malaria

10 Penyakit Ini Bisa Diberantas berkat Perkembangan Ilmu Kesehatanilustrasi malaria (webmd.com)

Malaria adalah penyakit yang sulit diberantas. Alasannya karena parasit plasmodium, penyebab malaria, terus-menerus mengalami mutasi. Untungnya, malaria bisa dicegah dengan cara menghindari gigitan nyamuk penyebab malaria.

Di Indonesia, kasus malaria dilaporkan sudah menurun drastis. Menurut data dari Kemenkes, pada tahun 2010 kasus malaria mencapai angka 465 ribu kasus. Akan tetapi, memasuki 2020 angkanya menurun hingga 50 persen, menjadi 235 ribu. Ini mengindikasikan kesuksesan dalam menanggulangi malaria.

Memang tidak semua penyakit mudah untuk diberantas, tetapi tetap ada jalan untuk mewujudkannya. Konsistensi dan kegigihan upaya dan dibarengi kesadaran diri untuk menjaga kesehatan bisa menjadi kunci pemberantasan penyakit.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Tay-Sachs, Penyakit Saraf yang Sering Menyerang Bayi

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya