Comscore Tracker

Vaksin Pfizer Diklaim Aman untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Dikatakan efektivitas vaksinnya tetap tinggi

Jumlah kasus dan angka kematian pada anak terkait COVID-19 tidak sedikit. Ya, anak dapat tertular dan/atau menularkan SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19 dari dan ke orang dewasa di sekitarnya. Sebagian tanpa gejala, sementara sebagian lainnya berlanjut menjadi sakit ringan atau berat.

Untuk memutus penularan timbal balik antara orang dewasa dan anak, selain dengan upaya protokol kesehatan yang ketat, perlu dilakukan percepatan imunisasi pada orang dewasa sanak, terutama pada remaja dengan mobilitas tinggi dan persiapan pembelajaran tatap muka.

Tak mengherankan kalau berbagai pihak mendorong vaksinasi pada anak dan remaja. Vaksinasi sudah bisa diberikan untuk anak usia 12-17 tahun. Nah, ada kabar baik bahwa vaksin Pfizer-BioNTech diklaim aman dan efektif untuk anak-anak usia 5-11 tahun.

1. Studi melibatkan lebih dari 2.000 anak usia 5-11 tahun

Vaksin Pfizer Diklaim Aman untuk Anak Usia 5-11 Tahunilustrasi vaksin kepada anak-anak (unsplash.com/CDC)

Dilansir Reuters, hasil uji klinis tahap II dan III menunjukkan efikasi vaksin Pfizer-BioNTech terhadap anak usia 5-11 tahun, yang hasilnya sama dengan vaksinasi yang dilakukan pada usia 16-25 tahun.

Dalam uji klinis tersebut, sebanyak 2.268 anak yang menjadi relawan diberikan dua dosis vaksin, dengan dosis pemberian yang lebih kecil, yaitu masing-masing sebesar 10 mikrogram (mcg). Jumlah tersebut adalah sepertiga dari dosis vaksin Pfizer untuk kelompok usia 12 tahun ke atas (30 mcg).

Uji klinis tersebut tidak dilakukan untuk mengetahui tingkat efikasi dengan membandingkan kelompok vaksin dan kelompok plasebo, melainkan membandingkan jumlah antibodi yang terbentuk pada anak-anak dan kelompok usia dewasa.

2. Hasil studi menunjukkan hasil positif terhadap pembentukan antibodi penetralisir pada anak

Vaksin Pfizer Diklaim Aman untuk Anak Usia 5-11 Tahunilustrasi vaksin Pfizer-BioNTech (Dok. Reuters/Edgar Su)

Dilansir WebMD, uji klinis tersebut menemukan bahwa dua dosis vaksin yang diberikan dalam selang waktu 3 minggu menghasilkan tingkat antibodi penetralisir yang tinggi, sebanding dengan tingkat yang terlihat pada usia yang lebih tua (16-25 tahun) yang mendapatkan dosis vaksin yang lebih tinggi.

Baca Juga: 6 Hal yang Perlu Diketahui dari Vaksin Janssen, Cukup Satu Dosis

3. Menanti izin agar vaksin Pfizer bisa secepatnya diberikan kepada anak-anak usia 5-11 tahun

Vaksin Pfizer Diklaim Aman untuk Anak Usia 5-11 Tahunilustrasi penyuntikan vaksin (nytimes.com)

“Selama sembilan bulan terakhir, ratusan juta orang berusia 12 tahun ke atas dari seluruh dunia telah menerima vaksin COVID-19 kami. Kami ingin memperluas perlindungan yang diberikan oleh vaksin kepada populasi yang lebih muda, patuh pada otorisasi peraturan, terutama saat kami melacak penyebaran varian Delta dan ancaman substansial yang ditimbulkannya kepada anak-anak,” kata Albert Bourla, ketua dan CEO Pfizer, dalam pernyataan resmi mengutip laman resmi Pfizer.

Dituliskan juga bahwa sejak Juli 2021, kasus COVID-19 pada anak-anak telah meningkat sekitar 240 persen di Amerika Serikat (AS), yang mana ini menekankan kebutuhan vaksinasi untuk kelompok usia anak-anak yang lebih muda.

Menurut Albert, hasil uji coba tersebut memberikan dasar yang kuat untuk vaksin Pfizer mendapat otorisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), untuk kemudian bisa diberikan ke anak-anak usia 5-11 tahun sesegera mungkin.

Dilansir Euronews, dikabarkan kalau Pfizer akan mengajukan izin ke FDA pada akhir bulan September untuk penggunaan darurat dalam kelompok usia tersebut, dilanjutkan dengan mengajukan aplikasi yang sama ke regulator Eropa dan Inggris.

4. Bagaimana dengan efek sampingnya?

Vaksin Pfizer Diklaim Aman untuk Anak Usia 5-11 Tahunilustrasi vaksinasi kepada anak-anak (ichef.bbci.co.uk)

Hasil studi vaksin Pfizer terhadap kelompok usia 5-11 tahun ini memang belum dirilis, belum pula mengalami proses peer review maupun dipublikasikan di jurnal ilmiah. Dilansir Euronews, studi ini masih berlangsung, dan belum ada cukup kasus COVID-19 untuk membandingkan tingkat antara yang divaksinasi dan yang diberi plasebo—sesuatu yang mungkin menawarkan bukti tambahan.

Studi pun tidak cukup besar untuk mendeteksi efek samping yang sangat langka, seperti peradangan jantung (miokarditis), yang kadang terjadi setelah dosis kedua, dan kebanyakan yang mengalaminya adalah laki-laki muda.

Akan tetapi, Pfizer mengatakan bahwa efek samping yang terlihat pada uji coba tersebut kurang lebih sama dengan yang terlihat pada anak yang lebih besar, dan tidak ada kasus miokarditis. Mereka mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengirim data mereka ke FDA secepat mungkin, mengutip WebMD.

5. Beberapa negara sudah melakukan vaksinasi terhadap anak-anak

Vaksin Pfizer Diklaim Aman untuk Anak Usia 5-11 Tahunilustrasi vaksinasi pada anak-anak (bu.edu)

Vaksinasi COVID-19 pada anak-anak sudah dilakukan sejumlah negara. Dilansir BBC dan sumber lainnya, negara-negara tersebut meliputi Denmark, Prancis, Jerman, Swedia, Norwegia, AS, Kanada, China, Cile, India, Kuba, Kamboja, hingga Slovakia. Vaksin yang diberikan pun berbeda-beda. Ada yang menggunakan Sinovac, Abdala, hingga Soberana.

Di Indonesia pun, vaksinasi untuk anak sudah berjalan sejak 1 Juli 2021, untuk usia 12-17 tahun seperti di negara-negara lainnya.

Semoga saja makin banyak studi yang menunjukkan keampuhan dan keamanan vaksin COVID-19 dari berbagai produsen pada usia anak-anak yang lebih muda, sehingga mereka pun bisa terlindungi dari SARS-CoV-2.

Baca Juga: 1 dari 7 Pasien COVID-19 Anak dan Remaja Berisiko Mengalami Long COVID

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya