Comscore Tracker

6 Hal yang Harus Kamu Pahami tentang Hiperseksual

Biasa dikenal dengan kecanduan seks

Hiperseksual (hypersexuality atau sering disebut sebagai kecanduan seks) adalah perilaku seksual kompulsif yang ditandai dengan hasrat yang berlebihan mengenai fantasi, dorongan, atau perilaku seksual yang sulit dikendalikan.

Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa tertekan dan berdampak negatif pada kesehatan, pekerjaan atau pembelajaran, serta hubungan dengan pasangan.

Perilaku hiperseksual berkaitan dengan masturbasi, cybersex, penggunaan pornografi yang berlebihan, atau memiliki banyak pasangan seksual. Itu semua cenderung sulit dikendalikan dan bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

Bila tidak mendapatkan penanganan yang semestinya, hiperseksual dapat merusak harga diri, hubungan, karier, kesehatan, bahkan dapat merugikan orang lain. Maka dari itu, kamu mesti memahami hal-hal di bawah ini.

1. Perhatikan gejalanya

6 Hal yang Harus Kamu Pahami tentang Hiperseksualunsplash.com/Dainis Graveris

Melansir laporan berjudul "Sexual Addiction or Hypersexual Disorder: Different Terms for the Same Problem? A Review of The Literature" dalam jurnal akademis Current Pharmaceutical Design tahun 2014, gejala-gejala di bawah ini bisa menjadi tanda orang-orang dengan gangguan hiperseksual:

  • Perilaku seksual yang tak terkendali
  • Tidak mampu untuk menghentikan perilaku seksual
  • Terus-menerus melakukan perilaku seksual yang berisiko tinggi
  • Adanya keinginan atau upaya berkelanjutan untuk membatasi perilaku seksual
  • Perilaku seksual digunakan sebagai cara utama untuk menyelesaikan masalah
  • Semakin tidak puas dengan aktivitas seksual yang ada
  • Perubahan mood yang parah terkait dengan aktivitas seksual
  • Perlu waktu yang lama untuk mencapai kepuasan seks
  • Menghabiskan waktu yang berlebihan untuk berhubungan seksual

2. Lebih sering diderita laki-laki

6 Hal yang Harus Kamu Pahami tentang Hiperseksualunsplash.com/christian buehner

Masih menurut laporan yang sama, prevalensi kejadian hiperseksual berkisar antara 3-16,8 persen. Disebutkan bahwa laki-laki lebih sering mengalaminya ketimbang perempuan. Sekitar 12 persen laki-laki memiliki gangguan ini, sedangkan pada perempuan hanya 6,8 persen.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat melaporkan bahwa 7,6 persen laki-laki melakukan hubungan seks sekitar empat kali atau lebih dalam seminggu, dan 1,2 persen laki-laki melakukan masturbasi lebih dari sekali dalam sehari.

Baca Juga: 5 Fakta Voyeurisme, Kepuasan Seksual yang Diraih lewat Mengintip Orang

3. Ternyata, ini penyebabnya!

6 Hal yang Harus Kamu Pahami tentang Hiperseksualunsplash.com/We-Vibe WOW Tech

Melansir Mayo Clinic, bahan kimia di otak seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin akan membantu mengatur suasana hati seseorang. Jika bahan kimia tersebut meningkat jumlahnya, hiperseksual bisa terjadi.

Terjadinya perubahan jalur di otak dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya hiperseksual. Kondisi ini merupakan kecanduan yang seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan perubahan pada sirkuit saraf otak, sehingga stimulasi dan konten seksual yang lebih intens biasanya diperlukan untuk mencapai kepuasan.

Selain itu, penyakit atau masalah kesehatan tertentu seperti epilepsi dan demensia ternyata dapat menyebabkan kerusakan pada bagian otak, yang mana ini dapat memengaruhi perilaku seksual seseorang.

4. Memiliki banyak faktor risiko

6 Hal yang Harus Kamu Pahami tentang Hiperseksualunsplash.com/Charles Deluvio

Meningkatnya risiko perkembangan hiperseksual bisa disebabkan oleh adanya kemudahan akses ke konten-konten seksual. Kemajuan teknologi dan media sosial memungkinkan akses pornografi semakin mudah.

Selain itu, orang yang mengonsumsi alkohol ataupun narkoba memiliki risiko tinggi untuk mengalami hiperseksual. Adanya gangguan kesehatan mental seperti gangguan mood juga dapat menjadi faktor risiko hiperseksual.

Tak hanya itu, adanya konflik keluarga dan riwayat pelecehan fisik ataupun seksual juga dikatakan dapat meningkatkan risiko.

5. Kapan harus ke dokter?

6 Hal yang Harus Kamu Pahami tentang Hiperseksualunsplash.com/Austin Distel

Sebelum memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter, jawab dulu pertanyaan ini:

  • Bisakah aku mengendalikan dorongan seksual yang dialami?
  • Apakah aku tertekan dengan perilaku seksual selama ini?
  • Apakah perilaku seksualku merusak hubungan, memengaruhi pekerjaan, atau mengakibatkan konsekuensi negatif lainnya seperti terjerat masalah hukum?

Nah, kamu sebaiknya cari pertolongan medis bila:

  • Membahayakan seseorang dengan perilaku seksual yang tidak terkontrol
  • Memiliki masalah lain dengan kendali impuls dan merasa perilaku seksualnya di luar kendali
  • Merasa ingin bunuh diri

6. Dampak yang akan terjadi jika dibiarkan

6 Hal yang Harus Kamu Pahami tentang Hiperseksualpexels.com/kat jayne

Gangguan hiperseksual yang tidak ditangani akan melahirkan perasaan bersalah, malu, atau pupusnya kepercayaan diri. Selain itu, hiperseksual juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental lainnya seperti kecemasan, depresi, tekanan berat, dan bisa berujung pada bunuh diri bila tidak ditangani dengan benar.

Hiperseksual dapat menyebabkan penderitanya terus berbohong kepada pasangan, sehingga hal ini akan merusak atau bahkan menghancurkan hubungan. Orang dengan hiperseksual juga akan kehilangan fokusnya di tempat kerja, karena teralihkan dengan fantasi seksualnya, sehingga dapat merusak performa kerjanya.

Penderita juga biasanya akan memiliki keinginan untuk terus-terus menikmati pornografi dan layanan seksual lainnya, bahkan mungkin saja sampai pinjam uang sana-sini untuk membelinya.

Tak hanya itu, mereka pun lebih berisiko tertular HIV atau penyakit menular seksual dan menularkannya pada orang lain. Mereka pun juga bisa ditangkap polisi karena potensi pelanggaran seksual.

Dengan mengetahui hal-hal di atas, itu akan memudahkanmu untuk mengidentifikasi gejala hiperseksual dan bisa segera menanganinya. Jangan ragu untuk konsultasi ke ahli kejiwaan supaya gangguan tersebut tidak memburuk dan merusak hidupmu.

Baca Juga: Seksomnia Bikin Orang  Beraktivitas Seksual saat Tidur, Bahayakah?

Adena Riskivia Trinanda Photo Verified Writer Adena Riskivia Trinanda

Anak koas yang suka menulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya