Comscore Tracker

Paraplegia, Gangguan Motorik yang Bikin Tubuh Bagian Bawah Lumpuh

Ada risiko lumpuh permanen bila tidak ditangani dengan benar

Kondisi paraplegia mengakibatkan seseorang kehilangan kemampuan fungsi motorik bagian bawah tubuhnya, seperti gangguan pada seksual, hingga pada kedua kakinya sehingga mengakibatkan kelumpuhan. 

Ini terjadi karena ada masalah pada otak dan sumsum tulang belakang. Banyak hal yang membuat otak dan sumsum tulang kehilangan fungsinya, salah satunya yaitu cedera akibat kecelakaan. 

Masalah apa saja yang muncul akibat paraplegia? Berikut ini ulasannya.

1. Disebabkan karena kerusakan pada saraf otak atau sumsum tulang belakang

Paraplegia, Gangguan Motorik yang Bikin Tubuh Bagian Bawah Lumpuhpexels.com/Carolina Grabowska

Dilansir SpinalCord, paraplegia atau yang juga disebut dengan paralisis parsial merupakan gangguan fungsi saraf pada tubuh bagian bawah yang mengakibatkan kelumpuhan di bagian perut ke bawah.

Kondisi kaki pasien memang tampak sehat. Namun, mati rasa yang terjadi di kedua kaki disebabkan oleh kerusakan dari otak atau sumsum tulang belakang yang tidak dapat mengirimkan sinyal ke tubuh bagian bawah, akibat adanya suatu penyakit atau cedera. 

Menurut data dari National Spinal Cord Injury Statistics Center (NSCISC), penyebab terjadinya kerusakan sumsum tulang belakang yaitu kecelakaan mobil dan sepeda motor (38,3 persen), jatuh (31,6 persen), perilaku kekerasan, luka tembakan (13,8 persen), cedera saat olahraga, aktivitas fisik seperti menyelam (8,2 persen), cedera medis atau operasi (4,6 persen), dan 3,5 persen lainnya tidak diketahui.

2. Penyebab terbesar paraplegia adalah trauma seperti kecelakaan

Paraplegia, Gangguan Motorik yang Bikin Tubuh Bagian Bawah Lumpuhpexels.com/Pixabay

Penyebab tersering cedera tulang belakang bersifat traumatis, seperti pukulan yang tiba-tiba hingga akibat kecelakaan. Lalu, penyebab non traumatis yang juga bisa mengakibatkan paraplegia yaitu: 

  • Stroke, ini yang paling banyak dijumpai pada paraplegia non trauma; 
  • Masalah genetik seperti paraplegia spastik herediter;
  • Kurangnya pasokan oksigen untuk otak dan sumsum tulang belakang;
  • Komplikasi persalinan atau cedera lainnya; 
  • Gangguan autoimun;
  • Infeksi pada otak dan sumsum tulang belakang; 
  • Tumor atau kanker;
  • Syringomyelia (gangguan pada sumsum tulang belakang akibat adanya kista).

Baca Juga: 5 Gejala Penyakit Lumpuh Otak yang Harus Kamu Ketahui

3. Gejala dari cedera sumsum tulang belakang

Paraplegia, Gangguan Motorik yang Bikin Tubuh Bagian Bawah Lumpuhpixabay.com/Stocksnap

Melansir Mayo Clinic, berdasarkan keutuhan atau kelengkapan cedera yang terjadi pada sumsum tulang belakang, akan dikatakan utuh atau lengkap jika semua kemampuan fungsi motorik hilang, sehingga tidak bisa mengontrol pergerakan tubuh bagian bawah. 

Dikatakan tidak utuh atau tidak lengkap jika masih ada saraf motorik atau sensorik yang bisa berfungsi pada tubuh bagian bawah, sehingga hanya sebagian bagian saja yang bisa digerakkan. 

Gejala yang muncul akibat dari cedera sumsum tulang belakang yaitu: 

  • Bagian tubuh tidak dapat digerakkan; 
  • Kehilangan kemampuan untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan; 
  • Aktivitas refleks atau kejang yang berlebihan; 
  • Masalah usus, kandung kemih;
  • Perubahan fungsi dan kepekaan seksual; 
  • Sulit bernapas dan batuk.

4. Diagnosis paraplegia

Paraplegia, Gangguan Motorik yang Bikin Tubuh Bagian Bawah Lumpuhpixabay.com/Jarmoluk

Jika merasakan sensasi mati rasa atau kesemutan yang terjadi pada bagian pinggang ke bawah, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

Dilansir Medical News Today, untuk diagnosis paraplegia, perlu dilakukan tindakan medis seperti melakukan MRI scan, CT scan, atau X-ray guna mengetahui penyebab yang pasti.

Untuk menguji fungsi pada saraf, juga dapat menggunakan elektromiografi. Tes ini bertujuan untuk mengukur respons tubuh terhadap otot.

5. Perawatan dan penanganan paraplegia

Paraplegia, Gangguan Motorik yang Bikin Tubuh Bagian Bawah Lumpuhunsplash.com/ Toa Heftiba

Setelah terdiagnosis paraplegia, beberapa orang akan mendapatkan kekuatan pada sebagian atau seluruh tubuh bagian bawahnya kembali seiring dengan berjalannya waktu. Dokter akan memberikan resep obat agar otot relaks untuk meredakan nyeri, hingga terapi khusus untuk mengatasinya.

Kursi roda sangat diperlukan pada pasien dengan paraplegia untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk menghilangkan pembengkakan dan juga lesi. 

Paraplegia harus segera mendapatkan penanganan dari dokter untuk dapat membantu mengatasi gejala dan mencegah terjadinya komplikasi yang mungkin terjadi.

Baca Juga: 5 Fakta Parkinson, Penyakit Saraf Otak yang Muncul di Usia Lanjut

Aisya Kusumawati Photo Verified Writer Aisya Kusumawati

Hope you enjoy the article and find some helpful things alongside the reading <3

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya