Comscore Tracker

Sindrom Sjögren, Penyakit Autoimun yang Bikin Mata dan Mulut Kering

Disebut-sebut berhubungan dengan gangguan autoimun lainnya

Sindrom Sjögren diyakini sebagai salah satu penyakit autoimun yang dampaknya mengarah pada mata dan mulut. Kondisi ini terjadi ketika sel darah putih atau leukosit menyerang jaringan penghasil air liur, air mata, dan jaringan eksokrin lainnya, sehingga mengakibatkan penurunan produksi air mata, saliva, dan cairan lainnya.

Tak hanya mata dan mulut menjadi kering, kekeringan juga bisa terjadi pada kulit, hidung, saluran pernapasan bagian atas, dan vagina akibat sindrom Sjögren (baca: show-jrin). 

Kondisi ini juga disebut-sebut berhubungan dengan gangguan autoimun lainnya, termasuk reumatoid artritis, lupus lupus eritematosus sistemik, dan kolangitis bilier primer. Untuk tahu lebih jelas tentang sindrom Sjögren, simak ulasannya berikut ini.

1. Bisa dialami segala usia

Sindrom Sjögren, Penyakit Autoimun yang Bikin Mata dan Mulut Keringpixabay.com/ Bessi

Berdasarkan keterangan dari National Institutes of Health (NIH), gangguan autoimun ini bisa menyerang semua kalangan usia. Laki-laki maupun perempuan bisa terkena. Namun, penyakit ini memang lebih banyak terdiagnosis pada perempuan usia 50-60 tahun, diperkirakan sembilan kali lebih banyak.

Mengutip dari laman News in Health dari NIH, diagnosis sindrom Sjögren bisa butuh waktu lama. Kepala dari Klinik Sjögren di Bethesda, Amerika Serikat (AS), Dr. Gabor Illei, menyatakan bahwa untuk bisa mendiagnosis sindrom Sjögren ini bisa sampai 7 tahun sejak gejala awal dirasakan. Entah karena gejala diabaikan atau gejalanya tak terlalu kentara. 

2. Ada dua jenis sindrom Sjögren

Sindrom Sjögren, Penyakit Autoimun yang Bikin Mata dan Mulut Keringunsplash.com/ Hadis Safari

Menurut keterangan dalam jurnal medis Deutsches Ärzteblatt International tahun 2017, sindrom Sjögren dikategorikan menjadi dua, yakni primer dan sekunder.

Kondisi primer terjadi pada seseorang yang pada awalnya tidak memiliki gangguan autoimun lain. Sementara itu, kasus sekunder terjadi ketika seseorang sudah mengalami penyakit autoimun yang lain seperti lupus eritematosus sistemik (15-36 persen), reumatoid artritis (20-32 persen), dan sklerosis sitemik (11-24 persen).

Mengingat penyebab munculnya penyakit berbeda, tindakan prognosis dan diagnosis yang dilakukan harus akurat.

Baca Juga: 6 Fakta Penyakit Autoimun Lupus Eritematosus Sistemik, Wajib Tahu!

3. Gejala yang dirasakan bukan hanya mata dan mulut menjadi kering saja

Sindrom Sjögren, Penyakit Autoimun yang Bikin Mata dan Mulut Keringpexels.com/Andrea Piacquadio

Seseorang dengan sindrom Sjögren bisa mengalami gejala yang berbeda-beda. Melansir WebMD, gejala umum yang terjadi yaitu:

  • Mulut terasa kering, rasanya seperti ada kapur atau kapas 
  • Mata kering, mungkin akan muncul sensasi terbakar, gatal, dan berpasir 
  • Kulit, bibir, hidung dan tenggorokan juga terasa kering 
  • Perubahan kemampuan mencium bau dan merasakan suatu rasa makanan atau minuman 
  • Bengkak pada wajah dan leher 
  • Muncul ruam kulit dan kulit menjadi sensitif terhadap sinar ultraviolet
  • Batuk kering dan sesak napas 
  • Mudah lelah 
  • Sulit konsentrasi dan mengingat sesuatu 
  • Sakit kepala 
  • Pada perempuan akan muncul gejala vagina yang terasa kering 
  • Pembengkakan dan nyeri sendi 
  • Heartburn, yaitu sensasi terbakar di dada
  • Mati rasa atau kesemutan di beberapa bagian tubuh

4. Faktor genetik dan infeksi virus diduga menjadi pemicunya

Sindrom Sjögren, Penyakit Autoimun yang Bikin Mata dan Mulut Keringpixabay.com/ Sabinevanarp

Sebenarnya, penyebab sindrom Sjögren ini tidak diketahui secara pasti. Namun, yang pasti adalah kondisi merupakan kondisi kelainan autoimun.

Melansir American College of Rheumatology, seseorang dengan sindrom Sjögren dalam darahnya terdapat protein yang abnormal. Ini mengakibatkan sistem imun yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh dari infeksi, tetapi malah menyerang terhadap jaringan tubuh itu sendiri. 

Penurunan produksi air mata dan air liur yang terlihat pada sindrom Sjögren terjadi saat kelenjar yang memproduksi cairan tersebut rusak akibat peradangan.

Para peneliti menunjukkan bahwa faktor genetik dan kemungkinan infeksi virus dapat memengaruhi seseorang untuk bisa terkena gangguan autoimun tersebut. Melansir Medical News Today, sindrom Sjögren bisa disebabkan karena hepatitis C dan virus Epstein-Barr

5. Diagnosis dan penanganan sindrom Sjögren

Sindrom Sjögren, Penyakit Autoimun yang Bikin Mata dan Mulut Keringpixabay.com/nastya_gepp

Sindrom Sjögren sangat sulit untuk didiagnosis karena gejalanya yang tidak begitu spesifik; bervariasi pada setiap orang dan gejalanya mirip penyakit lain. Efek samping dari obat-obatan juga menunjukkan kondisi serupa dengan gejala sindrom Sjögren. 

Melansir Mayo Clinic, beberapa cara untuk menegakkan diagnosis adalah cek darah, tes pada mata (tes schirmer), sinar X, dan biopsi. Perawatannya pun bergantung pada bagian tubuh mana yang terkena.

Kondisi mata kering bisa diatasi dengan obat tetes mata, tetapi efeknya hanya sementara. Pada kondisi tertentu, dokter juga akan memberikan resep obat untuk mengurangi gejala, atau melakukan prosedur operasi bila diperlukan.

Demikianlah informasi seputar sindrom Sjögren, penyakit autoimun yang bikin mata dan mulut kering. Bila kamu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas atau ada riwayat penyakit tersebut atau penyakit autoimun lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar diagnosis bisa segera dilakukan.

Baca Juga: Waspada, 5 Jenis Penyakit Autoimun Ini Sering Gak Disadari

Aisya Kusumawati Photo Verified Writer Aisya Kusumawati

aisyakusumawati21@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya