Comscore Tracker

Studi: Booster mRNA Paling Ampuh Tangkal Omicron

Optimalkan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan

Muncul pada November lalu di Afrika bagian selatan, tidak butuh sebulan bagi varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 (Omicron) untuk jadi variant of concern. Dengan jumlah mutasi terbanyak saat, Omicron digadang-gadang akan menggeser B.1.617.2 (Delta).

Varian Omicron dikatakan lebih mudah menular, dapat menghindari imun (vaksin atau riwayat COVID-19), hingga meningkatkan risiko reinfeksi. Sempat diremehkan dan dianggap tidak bergejala serius, Omicron ternyata tidak kalah berbahaya dari varian pendahulunya.

Oleh karena itu, vaksinasi dosis lanjutan (booster) amat disarankan. Sementara tak ada vaksin yang bisa 100 persen melindungi dari varian COVID-19, manakah yang menawarkan proteksi terbaik? Sebuah penelitian gabungan terbaru sudah menentukan pemenangnya.

1. Penelitian melibatkan tiga merek vaksin dengan platform berbeda

Studi: Booster mRNA Paling Ampuh Tangkal Omicronilustrasi virus corona (pixabay.com/Cassiopeia_Arts)

Dimuat dalam jurnal Cell pada 6 Januari 2022 lalu, para peneliti dari Amerika Serikat (AS), Jerman, Australia, dan Afrika Selatan ingin mencari tahu jenis vaksin yang bisa menangkal kemampuan varian Omicron. Bukan hanya itu, mereka juga menguji strain varian orisinal SARS-CoV-2 dan Delta.

Dengan pseudovirus SARS-CoV-2 dan variannya tersebut, para peneliti menguji serum 239 partisipan berusia 18–78 tahun yang telah divaksinasi. Para partisipan berasal dari daerah Massachusetts, AS, daerah dengan tingkat COVID-19 yang tinggi saat ini. Berdasarkan vaksinnya, para peneliti membagi 249 partisipan ke dalam tiga grup:

  • Vaksin platform messenger ribonucleic acid (mRNA):

    - Sebanyak 111 partisipan menerima vaksin Comirnaty (Pfizer-BioNTech).
    - Sebanyak 88 partisipan menerima vaksin Spikevax (Moderna).

  • Vaksin platform vektor virus adenovirus:

    - Sebanyak 40 partisipan menerima vaksin Janssen (Johnson & Johnson)

2. Hasil: booster mRNA paling ampuh cegah infeksi varian Omicron

Studi: Booster mRNA Paling Ampuh Tangkal Omicronilustrasi vaksin COVID-19 Spikevax produksi Moderna (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Selain itu, penelitian ini juga membagi para partisipan ke dalam empat kelompok:

  • Baru divaksinasi: Menerima vaksinasi primer (dua dosis) minimal 3 bulan terakhir dan tak memiliki riwayat COVID-19.

  • Lama divaksinasi: Menerima vaksinasi primer minimal 6–12 bulan terakhir dan tak memiliki riwayat COVID-19.

  • Lama divaksinasi dengan infeksi: Menerima vaksinasi primer minimal 6–12 bulan terakhir dan memiliki riwayat COVID-19.

  • Booster: Menerima dosis booster Pfizer-BioNTech atau Moderna minimal 3 bulan terakhir dan tak memiliki riwayat COVID-19.

Para peneliti mengukur respons neutralizing antibody (NAb) para partisipan terhadap pseudovirus tersebut. Sementara masih kuat melawan varian orisinal SARS-CoV-2, respons NAb memang melemah terhadap varian Delta dan Omicron.

Pada kelompok baru divaksinasi, lama divaksinasi dengan infeksi, dan booster, para peneliti melihat pengurangan respons NAb yang minim terhadap varian Delta. Kabar buruknya, respons NAb tak terdeteksi pada kelompok lama divaksinasi.

Studi: Booster mRNA Paling Ampuh Tangkal Omicronilustrasi vaksin COVID-19 Comirnaty produksi Pfizer-BioNTech (reuters.com/Edgar Su)

Pada pseudovirus varian Omicron, ketiga kelompok lain tak berdaya. Namun, para peneliti menemukan bahwa hanya kelompok booster dengan vaksin mRNA Pfizer-BioNTech dan Moderna yang memperlihatkan aktivitas NAb terkuat melawan pseudovirus varian Omicron.

Kemudian, para peneliti membandingkan sampel serum dari keempat kelompok untuk membandingkan kelompok vaksinasi primer dan booster. Mereka menemukan bahwa mereka yang mendapatkan booster memiliki respons NAb dengan cakupan yang lebih luas terhadap Omicron.

Baca Juga: Keampuhan Mix-and-Match Booster Vaksin COVID-19, Didukung Studi

3. Varian Omicron juga 4 kali lebih cepat memasuki sel manusia

Studi: Booster mRNA Paling Ampuh Tangkal Omicronilustrasi virus corona varian Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain kehebatan booster, para peneliti lalu mengetes kemampuan pseudovirus untuk menginvasi sel yang memiliki reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) dan yang tidak memiliki reseptor ACE2. ACE2 dibutuhkan oleh SARS-CoV-2 dan varian-variannya untuk menginfeksi sel inang.

Tentu saja, pada sel yang tak memiliki reseptor ACE2, pseudovirus SARS-CoV-2 orisinal, Delta, dan Omicron tak bisa masuk. Akan tetapi, pada sel dengan reseptor ACE2, pseudovirus varian Omicron jadi yang paling cepat masuk. Bahkan, kecepatannya empat kali lebih ganas dari SARS-CoV-2 orisinal, dan dua kali lebih ganas dari Delta.

4. Singsingkan lengan baju, yuk, dapatkan booster!

Studi: Booster mRNA Paling Ampuh Tangkal Omicronilustrasi vaksinasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Terlepas dari temuan yang menjanjikan ini, satu hal yang juga bisa dicerna: sebaik-baiknya dua vaksin mRNA, tetap menunjukkan penurunan proteksi terhadap varian Omicron. Selain itu, varian Omicron (meskipun pseudovirus) ternyata memang lebih cepat menginfeksi dibanding Delta atau varian orisinal SARS-CoV-2.

Oleh karena itu, selain vaksinasi primer, alangkah baiknya untuk semua orang agar mau mendapatkan booster jika sudah bisa. Dengan begitu, tubuh dapat membentuk keanekaragaman respons NAb yang efektif melawan Omicron. Tentu saja, protokol kesehatan harus tetap disiplin diterapkan, yaitu:

  • Memakai masker lapis ganda.
  • Menjaga jarak 1,8—2 meter dan menjauhi kerumunan.
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik.
  • Tidak keluar rumah saat tidak fit atau tidak ada keperluan penting.
  • Tidak menyentuh hidung, mata, dan mulut dengan tangan.

Baca Juga: Perbedaan Gejala Varian Omicron pada yang Sudah dan Belum Divaksinasi

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya