Comscore Tracker

Studi: Kebanyakan Duduk Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Makin penting untuk berolahraga rutin!

Duduk sambil menonton TV, main game, dengar musik, atau baca buku memang bikin betah. Namun, terlalu lama duduk atau berbaring bisa berisiko untuk kesehatan dan topik ini sudah diteliti. Kita direkomendasikan untuk beraktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu.

Berbagai penyakit menunggu orang-orang yang menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya untuk duduk dan tidak aktif bergerak. Studi terbaru mengukur dan menemukan durasi duduk yang bisa berbahaya buat kesehatan. Berapa lama?

1. Melibatkan ratusan ribu partisipan

Studi: Kebanyakan Duduk Tingkatkan Risiko Kematian Diniilustrasi mager (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Di negara-negara berpenghasilan tinggi, terlalu lama duduk terkait dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini. Namun, risiko ini ternyata masih belum diketahui di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Dimuat dalam jurnal JAMA Cardiology pada pertengahan Juni 2022, sebuah penelitian gabungan ingin meneliti risiko duduk terlalu lama pada negara dengan tingkat penghasilan variatif.

Menggunakan studi Prospective Urban Rural Epidemiology (PURE), penelitian bertajuk "Association of Sitting Time With Mortality and Cardiovascular Events in High-Income, Middle-Income, and Low-Income Countries" ini berhasil merekrut 105.677 partisipan berusia rata-rata 50 tahun dari 21 negara. Para partisipan terbagi menjadi dua kelompok:

  • Duduk kurang dari 4 jam per hari.
  • Duduk lebih dari 8 jam per hari.

Baca Juga: 12 Gejala Serangan Jantung di Tangan dan Kulit

2. Hasil: Duduk terlalu lama meningkatkan risiko kematian dini

Para peneliti kemudian memantau para partisipan selama 11,1 tahun. Selama periode tersebut, para peneliti mencatat 6.233 kematian dan 5.696 kejadian kardiovaskular yang terbagi menjadi:

  • Sebanyak 2.349 infark miokard atau serangan jantung.
  • Sebanyak 2.966 stroke.
  • Sejumlah 671 gagal jantung.
  • Sebanyak 1.792 kematian akibat gangguan kardiovaskular.

Penelitian ini mencatat bahwa jam duduk bisa memengaruhi risiko penyakit jantung dan kematian dini. Dibanding kelompok duduk kurang dari 4 jam per hari, mereka yang duduk lebih dari 8 jam per hari lebih berisiko terkena gangguan kardiovaskular dan kematian dini.

Saat dibandingkan dengan tingkat pendapatan negaranya, para peneliti menemukan bahwa orang yang tinggal di negara berpenghasilan menengah ke bawah lebih rentan menghabiskan waktu duduk lebih dari 8 jam per hari, dibanding partisipan di negara berpenghasilan tinggi.

3. Stop kebanyakan duduk, mulailah rutin berolahraga!

Studi: Kebanyakan Duduk Tingkatkan Risiko Kematian DiniIlustrasi olahraga (unsplash.com/Jenny Hill)

Kabar baiknya, para peneliti menyatakan bahwa masih ada harapan untuk mereka yang suka duduk asalkan mereka mau bangun dan mulai beraktivitas.

Pertama, partisipan yang duduk lebih dari 8 jam per hari dan jarang beraktivitas memiliki risiko 50 persen lebih besar terkena gangguan kardiovaskular dan kematian dini. Akan tetapi, jika mulai beraktivitas, risiko tersebut bisa berkurang hingga 17 persen.

"Risiko berkurang seiring dengan bertambahnya tingkat aktivitas fisik," tulis para peneliti.

Temuan ini hadir di tengah perubahan gaya hidup masyarakat dunia yang makin pasif. Di tengah pandemik COVID-19, gaya hidup pasif dan tidak pernah berolahraga dapat menempatkan seseorang pada risiko gangguan kardiovaskular hingga kematian dini. Jadi, jangan duduk atau rebahan terus, mari bergerak agar tetap sehat!

Baca Juga: Olahraga saat Kualitas Udara Buruk Picu Penyakit Kardiovaskular

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya