Munculnya Varian COVID-19 IHU, Lebih Kebal Vaksin!

Dunia belum selesai dengan Omicron, lo!

Pandemik COVID-19 belum usai, apalagi sekarang dunia tengah dibuat waswas dengan varian B.1.1.529 (Omicron). Dengan lebih dari 30 mutasi, varian Omicron dalam waktu yang cepat digolongkan ke dalam varian of concern (VOC) karena lebih cepat menular, mampu mengelak vaksin, dan meningkatkan risiko reinfeksi.

Namun, saat dunia masih berperang melawan varian Delta dan Omicron di berbagai negara, virus corona SARS-CoV-2 kembali bermutasi. Kabar mutasi baru ini datang dari Prancis dan Kamerun. Perlukah kita khawatir?

1. Berasal dari Kamerun, varian ini menginfeksi 12 orang!

Munculnya Varian COVID-19 IHU, Lebih Kebal Vaksin!ilustrasi virus corona (IDN Times/Mardya Shakti)

Dimuat dalam jurnal medRxiv pada 29 Desember 2021, sebuah penelitian di Prancis yang dipimpin oleh IHU Méditerranée Infection menemukan 12 kasus infeksi COVID-19 baru di Marseille. Para peneliti menyebut varian tersebut sebagai B.1.640.2, yang sekarang disebut "IHU" (menurut nama institusi yang menemukannya).

Pasien pertama yang menyebarkan IHU dideteksi pada pertengahan November 2021. Saat itu, sang pasien pertama mengaku menetap di Kamerun selama 3 hari. Kabar buruknya, pasien tersebut sudah menerima vaksin COVID-19 sebelumnya.

2. Lebih kebal vaksin, tetapi tidak menular dengan cepat?

Munculnya Varian COVID-19 IHU, Lebih Kebal Vaksin!ilustrasi virus corona (IDN Times/Aditya Pratama)

Berdasarkan penelitian tersebut, varian IHU ini tercatat memiliki 46 mutasi. Para peneliti khawatir bahwa banyaknya mutasi tersebut berarti kemampuan virus yang lebih andal untuk menghindari antibodi dari imun atau riwayat infeksi sebelumnya. Di sisi lain, varian IHU terlihat tidak menyebar seganas varian Omicron atau B.1.617.2 (Delta).

Dalam penelitian bertajuk "Emergence in Southern France of a new SARS-CoV-2 variant of probably Cameroonian origin harbouring both substitutions N501Y and E484K in the spike protein" ini, pola genotipe pada varian IHU menciptakan garis keturunan Pangolin baru, B.1.640.2 yang filogenetik dengan B.1.640.1.

"Temuan ini lagi-lagi menunjukkan ketidakpastian pada kemunculan varian SARS-CoV-2 baru dan kasus impornya. Temuan ini juga menunjukkan sulitnya mengendalikan kasus impor tersebut dan penyebarannya," tulis penelitian yang belum menjalani ulasan sejawat (peer review) tersebut.

Baca Juga: Studi: Gejala Parah Pasien COVID-19 Omicron Jauh Lebih Rendah

3. Belum tentu lebih berbahaya!

Munculnya Varian COVID-19 IHU, Lebih Kebal Vaksin!ilustrasi virus corona (IDN Times/Aditya Pratama)

Di satu sisi, para peneliti Prancis memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menghela napas lega. Lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk meneliti sifat dari varian IHU. Apakah lebih menular? Apakah meningkatkan risiko infeksi? Atau, apakah bisa menghindari antibodi?

Epidemiolog Amerika Serikat, Eric Feigl-Ding, juga bercuit di Twitter mengenai kekhawatiran akan varian IHU tersebut. Sementara terlihat peningkatan unit perawatan intensif (ICU) di kawasan penyebaran IHU, ia mengatakan bahwa kemunculan varian baru belum tentu berarti ancaman baru.

"Ada berbagai varian baru yang ditemukan setiap waktu. Namun, ini tidak berarti varian-varian tersebut akan jadi lebih berbahaya," cuit Eric.

Menurut Eric, yang perlu diteliti dari varian IHU adalah bagaimana kemampuannya untuk berkembang biak dari angka mutasi yang berhubungan dengan virus orisinal. Barulah virus tersebut jadi VOC seperti Omicron yang lebih menular dan dapat menghindari imun.

4. Kalah tenar dari Omicron?

Munculnya Varian COVID-19 IHU, Lebih Kebal Vaksin!ilustrasi varian baru COVID-19, Omicron (IDN Times/Aditya Pratama)

Menariknya, sampel-sampel varian IHU dikumpulkan pada pertengahan November 2021. Fakta tersebut membuat banyak ahli menyimpulkan bahwa varian IHU sebenarnya berada di bawah bayang-bayang varian Omicron yang mendunia di akhir November 2021.

Virolog dari Imperial College London, Tom Peacock, menjelaskan dalam utas Twitter-nya bahwa varian IHU sebenarnya sudah ada sebelum Omicron. Saat itu, terdaftar 20 sekuens varian IHU, sementara varian Omicron mencatatkan lebih dari 120!

Selain itu, Tom menekankan fakta bahwa pendaftaran varian IHU ke GISAID jatuh di tanggal 4 November 2021. Varian Omicron didaftarkan ke GISAID pada 22 November 2021, hampir 3 minggu dari pencatatan varian IHU.

Baca Juga: Perbedaan Gejala Varian Omicron pada yang Sudah dan Belum Divaksinasi

Topik:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya