Novavax Klaim Booster Vaksinnya Ampuh Lawan Varian Omicron

Vaksin dari Novavax dikatakan mampu bertahan melawan Omicron

Sejak varian B.1.1.529 (Omicron) dinyatakan sebagai variant of concern (VOC), banyak yang khawatir kalau vaksinasi tak lagi mempan dalam memberi perlindungan. Dengan mutasi terbanyak, varian Omicron bukan hanya menular lebih cepat, melainkan juga lebih ganas menghindari imun dan menyebabkan reinfeksi.

Oleh karena itu, para produsen vaksin mengevaluasi kembali apakah vaksinnya bisa menangkal varian Omicron. Salah satu produsen vaksin dari Amerika Serikat (AS), Novavax, membawa kabar baik. Vaksin platform protein subunit-nya, Nuvaxovid (NVX-CoV2373), mampu bertahan melawan Omicron.

1. Imunitas dari dua dosis vaksin Novavax memang menurun tipis terhadap Omicron

Novavax Klaim Booster Vaksinnya Ampuh Lawan Varian Omicronilustrasi vaksin COVID-19 Novavax (gavi.org)

Merilis pernyataan resmi pada Rabu (22/12/2021), Novavax menyingkapkan data efikasi vaksin Nuvaxovid terhadap virus corona SARS-CoV-2 dan varian-variannya, termasuk Omicron. Novavax mengakui bahwa dari dua dosis vaksinnya, imunitas melemah kurang dari 4 kali lipat saat berhadapan dengan Omicron.

Jadi, Novavax mencoba menyuntikkan vaksin Nuvaxovid dosis tunggal sebagai dosis ketiga (booster) kepada partisipan sehat sekitar 6 bulan setelah menyelesaikan dua dosis. Selain itu, Novavax juga menguji keampuhan dua dosis Nuvaxovid pada kelompok remaja.

Disclaimer: penelitian Novavax masih pracetak dan belum melewati ulasan sejawat (peer review) sehingga bisa berubah sewaktu-waktu dan tidak bisa dijadikan pedoman medis.

Baca Juga: Perbedaan Gejala Varian Omicron pada yang Sudah dan Belum Divaksinasi

2. Booster ampuh menaikkan antibodi, dua dosis ampuh pada kelompok remaja

Novavax Klaim Booster Vaksinnya Ampuh Lawan Varian Omicronilustrasi vaksin COVID-19 Nuvaxovid buatan Novavax yang siap disuntikkan (cp24.com)

Pada 28 hari pasca dosis booster, para peneliti Novavax memantau kinerja antibodi melawan SARS-CoV-2 dan variannya. Mereka mencatat bahwa:

  • Titer anti-spike imunoglobulin G (IgG) naik 73,5 kali lipat terhadap Omicron dibanding sebelum booster.
  • Titer inhibitor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) naik 36,3 kali lipat terhadap Omicron dan 24,4 kali lipat terhadap varian B.1.617.2 (Delta) dibanding sebelum booster.

Di kalangan remaja, pengujian Nuvaxovid fase 3 pada PREVENT-19 menciptakan respons imun yang andal. Dari dua dosis saja, sistem imun para remaja menunjukkan peningkatan titer IgG dan inhibitor reseptor terhadap berbagai varian, termasuk Omicron. Respons imun tersebut 2–4 kali lipat lebih tinggi dibanding kelompok dewasa.

"NVX-CoV2373 menunjukkan respons imun yang kuat terhadap Omicron dan varian lainnya. Kami yakin bahwa respons terhadap semua varian sebanding dengan efikasi vaksin yang tinggi pada uji klinis fase 3 kami, menunjukkan bahwa NVX-CoV2373 berperan penting melawan varian-varian baru," tulis President of Research and Development di Novavax, Gregory M. Glenn.

3. Seizin WHO, booster dan vaksin khusus Omicron masih amat diperlukan

Novavax Klaim Booster Vaksinnya Ampuh Lawan Varian Omicronilustrasi vaksin Novavax untuk COVID-19 (flickr.com/Jernej Furman)

Berbicara mengenai efek samping, Novavax mencatat efek samping vaksin Nuvaxovid tergolong ringan dan berdurasi rata-rata dua hari saja. Seperti yang disampaikan Novavax sebelumnya, meski sudah divaksinasi dengan dua dosis, tetapi efektivitas vaksin menurun saat berhadapan dengan varian Omicron.

"Mempertimbangkan evolusi virus corona yang terus berlanjut, pengembangan vaksin berbasis Omicron kemungkinan akan diperlukan," imbuh Gregory.

Lewat pernyataan resminya, Novavax mengatakan bahwa dosis booster dan vaksin khusus untuk varian Omicron amat dibutuhkan. Dengan pemberian izin penggunaan darurat (EUA) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (20/12/2021) lalu, Novavax siap memproduksi vaksin khusus Omicron pada awal Januari 2022.

"Novavax telah mengklonakan, mengungkapkan, dan mengembangkan vaksin protein spike Omicron dan akan segera memasuki produksi fase GMP. Kami berencana untuk memulai berbagai studi klinis pada kuartal pertama 2022," pungkas Gregory.

Baca Juga: Studi: Varian Omicron Turunkan Efektivitas Vaksin 40 Kali Lipat

Topik:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya