Comscore Tracker

Percobaan Bunuh Diri Dekatkan Perempuan dengan Narkoba

Pentingnya pemulihan setelah percobaan bunuh diri

Bunuh diri bukanlah hal yang dibenarkan. Meski begitu, tidak sedikit orang yang ingin mengakhiri hidupnya saat dirasa tak ada jalan lagi. Menurut American Foundation for Suicide Prevention (AFSP), perempuan dewasa mencoba bunuh diri 1,5 kali lebih sering dibanding laki-laki.

Saat melihat percobaan bunuh diri, tentu saja banyak orang tergerak untuk menghentikannya. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa untuk perempuan, percobaan bunuh diri yang gagal dikaitkan dengan risiko kecanduan narkoba. Apakah benar begitu?

1. Libatkan ratusan ribu perempuan

Percobaan Bunuh Diri Dekatkan Perempuan dengan Narkobailustrasi percobaan bunuh diri (pexels.com/Guilman)

Untuk mencari tahu koneksi antara narkoba dan percobaan bunuh diri, para peneliti Kanada ingin membandingkan risiko tersebut antara perempuan yang mencoba bunuh diri dengan yang tidak. Temuan ini dimuat dalam jurnal JAMA Psychiatry pada 11 Mei 2020.

Penelitian bertajuk "Suicide Attempt and Risk of Substance Use Disorders Among Female Youths" ini memantau 122.234 perempuan berusia 8 sampai 19 tahun. Para peneliti memantau para partisipan selama kurang lebih 31 tahun, dari 1989 sampai 2019.

Baca Juga: Studi: Remaja Tunawisma Paling Berisiko Kecanduan Narkoba

2. Percobaan bunuh diri membuat ketergantungan narkoba makin besar

Dari 122.234 perempuan muda yang ikut dalam penelitian tersebut, sebanyak 5.840 (4,8 persen) mencoba bunuh diri. Selain itu, sebanyak 4.341 (3,6 persen) partisipan kecanduan narkoba. Dibanding dengan 116.394 partisipan yang tak mencoba bunuh diri, para partisipan tersebut berisiko rawat inap akibat konsumsi narkoba lebih tinggi.

Mengerikannya, perempuan yang mencoba bunuh diri lebih dari 3 kali memiliki risiko ketergantungan narkoba lebih dari 21 persen, dibanding 6 persen pada mereka yang mencoba sekali saja.

Para peneliti mencatat bahwa percobaan bunuh diri meningkatkan risiko penyalahgunaan obat penenang dan hipnosis hingga 30 kali lipat dan paling cepat hingga 5 tahun. Sementara bunuh diri dengan cara melompat meningkatkan risiko hingga tiga kali lipat, gantung diri, mencekik diri sendiri, dan cara lain mendongkrak risiko hingga 10 kali lipat.

3. Pentingnya pemulihan setelah percobaan bunuh diri

Percobaan Bunuh Diri Dekatkan Perempuan dengan Narkobailustrasi psikoterapi (pexels.com/SHVETS production)

Salah satu kekurangan fatal dari studi ini adalah bahwa studi ini tidak mencerminkan bagaimana riwayat percobaan bunuh diri bisa menyebabkan ketergantungan narkoba di masa depan. Selain percobaan bunuh diri, faktor lain seperti gangguan psikis, trauma, dan riwayat keluarga juga bisa menyebabkan ketergantungan narkoba.

Meski begitu, para peneliti menekankan bahwa percobaan bunuh diri terbukti bisa memperparah gangguan psikis yang sudah ada. Akibatnya, para perempuan jadi lebih mudah terjerumus ke dalam jurang narkoba.

Penelitian ini juga menekankan pentingnya skrining kondisi mental di kalangan muda yang mencoba bunuh diri. Kebanyakan penanganan setelah percobaan bunuh diri hanyalah sekadar penilaian emosi dan psikososial, tetapi sedikit yang menerima psikoterapi.

Baca Juga: 24 Penyebab Umum Gangguan Mental, Nyata dan Harus Diwaspadai

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya