Comscore Tracker

Wah, Senyawa dalam Ganja Bisa Cegah Infeksi COVID-19!

Apakah bisa dipakai untuk obat atau vaksin?

Sudah lebih dari dua tahun dan dunia masih diselimuti pandemik COVID-19. Meski terapi pengobatan dan vaksin gencar, tetapi virus corona penyebab COVID-19 terus melahirkan varian baru, dari yang lebih ganas dan/atau lebih menular, hingga memengaruhi kerja vaksin.

Salah satu penelitian terbaru di Amerika Serikat (AS) menguji potensi khasiat bahan yang cukup unik: ganja (Cannabis sativa). Penelitian tersebut memaparkan potensi manfaat ganja untuk melawan infeksi SARS-CoV-2. Bagaimana cara kerjanya? Mari simak ulasan penelitiannya!

1. Penelitian menguji senyawa dalam ganja terhadap SARS-CoV-2

Wah, Senyawa dalam Ganja Bisa Cegah Infeksi COVID-19!ilustrasi daun ganja (unsplash.com/Esteban Lopez)

Untuk melengkapi vaksin, agen terapeutik bermolekul kecil dibutuhkan untuk mengobati dan mencegah infeksi SARS-CoV-2. Oleh karena itu, penelitian yang dimuat dalam Journal of Natural Products pada 10 Januari 2022 ini ingin menguji keampuhan C. sativa dalam penanganan dan pencegahan COVID-19.

Dipakai dalam penelitian yang dipimpin oleh para peneliti dari Oregon State University, AS, ganja umumnya dikenal sebagai sumber serat, bahan pangan, hingga pakan ternak. Ekstraknya juga ditambahkan ke kosmetik, suplemen, hingga bumbu dalam hidangan.

2. Hasil: Sepasang senyawa ganja bisa mengikat SARS-CoV-2

Wah, Senyawa dalam Ganja Bisa Cegah Infeksi COVID-19!ilustrasi tanaman ganja/C. sativa (IDN Times/Bagus F)

Dalam penelitian bertajuk "Cannabinoids Block Cellular Entry of SARS-CoV-2 and the Emerging Variants" tersebut, para peneliti AS menemukan potensi sepasang senyawa asam kanabinoid dalam mengikat protein spike SARS-CoV-2 sehingga mencegah COVID-19.

Para peneliti menggunakan teknik skrining khusus untuk mengekstraksi sepasang senyawa asam kanabinoid tersebut dengan teknik berbasis mass-spectrometry khusus. Senyawa-senyawa tersebut adalah cannabigerolic acid (CBGA) dan cannabidiolic acid (CBDA).

Protein spike yang disasar adalah jenis yang sama dengan target vaksin dan terapi antibodi COVID-19 saat ini.

Baca Juga: Super Immunity Bikin Warga Indonesia Kebal COVID-19

3. Aman digunakan manusia

Wah, Senyawa dalam Ganja Bisa Cegah Infeksi COVID-19!ilustrasi tanaman ganja/C. sativa dan ekstraknya (unsplash.com/Kimzy Nanney)

Menurut kepala peneliti dari Oregon State University, Richard van Breemen, asam kanabinoid amat melimpah pada ganja dan ekstraknya. Tidak seperti zat psikoaktif dalam ganja, tetrahydrocannabinol/THC, yang dibatasi oleh hukum AS, asam kanabinoid memiliki profil keamanan yang baik untuk manusia.

Penelitian tersebut menjelaskan lebih lanjut lagi bahwa CBGA dan CBDA dapat mencegah infeksi protein spike pada sel jarigan epitel manusia. Dengan kata lain, kedua senyawa tersebut bisa mencegah invasi SARS-CoV-2 pada sel manusia.

"Senyawa-senyawa ini bisa dikonsumsi secara oral dan memiliki sejarah panjang serta aman digunakan manusia. Mereka memiliki potensi untuk mencegah dan mengobati infeksi SARS-CoV-2," tutur Richard dilansir EurekAlert!.

4. Bisa melawan varian Alpha dan Beta

Wah, Senyawa dalam Ganja Bisa Cegah Infeksi COVID-19!ilustrasi virus corona SARS-CoV-2 (pixabay.com/Pete Linforth)

Richard mengatakan bahwa asam kanabinoid memiliki potensi melawan varian-varian SARS-CoV-2. Dalam penelitian tersebut, beberapa varian yang spesifik disebutkan adalah B.1.1.7 (Alpha) yang ditemukan di Inggris dan B.1.351 (Beta) yang ditemukan di Afrika Selatan.

Menurut Richard, kedua varian yang sempat naik daun pada 2021 ini memiliki kemampuan menghindari antibodi vaksin. Oleh karena itu, dikhawatirkan vaksinasi saja tidak cukup dalam menghadapi Alpha dan Beta.

"Temuan kami menunjukkan bahwa CBDA dan CBGA efektif melawan dua varian tersebut, dan kami berharap hasil ini juga akan berlaku pada varian saat ini dan masa depan," kata Richard.

Terlepas manfaat asam kanabinoid tersebut, hal ini tidak menutup kemungkinan merebaknya varian SARS-CoV-2. Akan tetapi, Richard yakin kombinasi vaksin COVID-19 dan terapi CBDA/CBGA bisa makin mempersulit perkembangan serta mutasi SARS-CoV-2.

5. Licorice, kandidat lain yang juga memiliki potensi

Wah, Senyawa dalam Ganja Bisa Cegah Infeksi COVID-19!ilustrasi akar licorice/G. glabra (pixabay.com/psaguer)

Selain ganja, para peneliti AS juga meneliti red clover (T. pratense), wild yam (D. villosa), hops (H. lupulus), dan tiga spesies licorice (G. glabra).

Richard mengatakan bahwa di awal riset, ia dan timnya juga menemukan senyawa lain yang bisa bertempur melawan COVID-19. Senyawa tersebut berasal dari licorice, licochalcone A. Senyawa tersebut diduga memiliki kemampuan yang sama untuk mengikat protein spike juga.

"Namun, kami belum menguji senyawa licochalcone A terhadap virus hidup. Butuh lebih banyak pendanaan untuk itu," tutup Richard.

Baca Juga: Tak Bisa Buru-buru, Ini 12 Alasan Kenapa Vaksin COVID-19 Butuh Waktu

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya