Comscore Tracker

Kenali 6 Fakta Kanker Usus Besar, Penyebab Chadwick Boseman Meninggal

Penyakit ini lebih rentan diderita kaum Adam, lho!

Tahun 2020 ini, dunia kehilangan satu tokoh tersohor lagi, kali ini dari dunia hiburan, yaitu Chadwick Boseman. Pemeran King T'Challa di film Black Panther ini harus menutup usianya di 43 tahun. Ia meninggal karena kanker usus besar yang dideritanya, yang telah mencapai stadium IV.

Tak memandang korban, kanker usus besar adalah penyebab kematian nomor tiga di Amerika Serikat. Seperti apa penyakit terminal ini?

1. Tahap kanker usus besar

Kenali 6 Fakta Kanker Usus Besar, Penyebab Chadwick Boseman Meninggalcnn.com

Sesuai namanya, kanker ini menyerang usus besar, organ terakhir sebelum makanan terekskresi dari tubuh. Serupa dengan kanker lainnya, kanker usus buntu dimulai dari tumor jinak yang tumbuh akibat sel kanker pada usus besar. Tumor jinak ini disebut polip. Berikut tahap perkembangan kanker usus besar:

  • Stadium 0 : Disebut carcinoma in situ, pada tahap ini, polip masih jinak dan hanya terlihat di bagian bawah permukaan usus besar, sehingga mudah diangkat.
  • Stadium 1 : Kanker menyentuh jaringan usus besar tapi belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain.
  • Stadium 2 : Kanker sudah terlihat di permukaan dalam usus besar tapi belum menyebar.
  • Stadium 3 : Kanker mulai tumbuh di permukaan dalam usus besar dan menyebar ke satu atau lebih kelenjar getah bening. Tapi, belum menyebar ke organ yang jauh.
  • Stadium 4 : Kanker sudah menjalar ke luar usus besar dan menyebar ke organ lain. Kemungkinan besar, di stadium akhir ini, kanker telah menyebar ke organ yang jauh.

Saat polip tidak diobati, polip akan berkembang menjadi kanker. Tak jarang kanker ini menyebar hingga ke rektum dan anus, sehingga disebut kanker kolorektal.

2. Gejala kanker usus besar

Kenali 6 Fakta Kanker Usus Besar, Penyebab Chadwick Boseman Meninggalmedicalnewstoday.com

Gejala-gejala kanker usus besar meliputi:

  • Diare yang tak kunjung sembuh,
  • Sembelit,
  • Konsistensi tinja yang tidak tetap,
  • Pendarahan pada tinja (kadang tidak terlihat),
  • Pendarahan pada rektum,
  • Perut tak nyaman, terasa seperti kram,
  • Perasaan mengganjal di pencernaan,
  • Mudah lelah,
  • Dan, penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Tergantung pada keganasan, lokasi, dan ukuran kanker, pasien kanker usus buntu bisa saja tidak merasakan gejala apapun pada tahap awal.

3. Memburu para pria

Kenali 6 Fakta Kanker Usus Besar, Penyebab Chadwick Boseman Meninggalexpress.co.uk

Menurut data dari American Cancer's Society, kanker usus besar terjadi pada satu dari 23 pria (4,4% probabilitas), dibandingkan pada satu dari 25 wanita (4,1 probabilitas). Dengan kata lain, kaum Adam lebih rentan terkena penyakit mematikan ini.

Kanker usus besar adalah penyebab kematian ketiga terbesar bagi para pria dan wanita. Namun, apabila digabungkan, kanker usus besar naik menjadi penyebab kematian kedua terbesar. Pada 2020, diperkirakan kematian karena kanker usus besar akan mencapai lebih dari 53 ribu kasus.

Baca Juga: 6 Makanan yang Ampuh Bersihkan Usus Besar, Cegah Penyakit Kronis!

4. Penyebab kanker usus besar

Kenali 6 Fakta Kanker Usus Besar, Penyebab Chadwick Boseman Meninggalhealthline.com

Ternyata, hingga saat ini, pakar medis belum tahu penyebab pasti dari kanker ini. Sel yang sehat pada usus besar dapat bermutasi menjadi sel kanker, terus membelah diri walaupun tidak dibutuhkan sehingga menjadi polip.

Kanker ini dapat menyebar saat sel kanker menghancurkan jaringan sel sehat terdekat dan bertumbuh di sana (metastasis). Tetapi, beberapa faktor berikut ini turut menjadi penyebab utama:

  • Usia lanjut,
  • Genetik,
  • Kondisi peradangan usus,
  • Gaya makan yang rendah serat dan tinggi lemak,
  • Gaya hidup pasif,
  • Penderita diabetes dan obesitas,
  • Minuman beralkohol,
  • Rokok,
  • Dan, terapi radiasi pada perut.

5. Pencegahan kanker usus besar

Kenali 6 Fakta Kanker Usus Besar, Penyebab Chadwick Boseman Meninggalthenpclinic.com

Lebih baik mencegah daripada mengobati, berikut langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kanker usus besar atau kolorektal.

  • Skrining usus besar: Jika kamu mempunyai riwayat kanker usus besar, terlebih berusia 50 ke atas, kami sarankan untuk segera melakukan skrining kanker usus besar.
  • Konsumsi buah, sayur-mayur, dan gandum utuh: pilih buah dan sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Sementara, gandum utuh mengisi kebutuhan serat sehari-hari.
  • Batasi atau hilangkan kebiasaan minum minuman keras.
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga teratur.
  • Jaga berat badan.

Dengan teknologi medis yang semakin mutakhir, angka kematian kanker usus besar (100.000 jiwa per tahun) bisa dideteksi lebih awal dan ditanggulangi. Hingga sekarang, terdapat 1 juta penyintas kanker usus besar atau kolorektal.

6. Pengobatan kanker usus besar

Kenali 6 Fakta Kanker Usus Besar, Penyebab Chadwick Boseman Meninggalbbc.com

Opsi pengobatan yang paling lazim untuk pasien kanker usus besar adalah kemoterapi, terapi radiasi, dan operasi (kolektomi). Tujuannya adalah untuk mengangkat kanker atau mencegah kanker tersebut untuk tidak menyebar.

  • Kolektomi

Operasi kolektomi dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh usus besar yang terkena kanker. Lalu, dokter bedah akan memasang bagian usus besar yang lebih prima.

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan paling sering untuk penderita kanker, dengan merusak protein atau DNA pada kanker. Kemoterapi juga menyasar sel yang sehat. Tetapi, sel yang sehat dapat tumbuh kembali, sementara sel kanker akan mati.

Terdapat obat dengan dosis tertentu untuk diminum agar tubuh bisa pulih selama menjalani kemoterapi. Efek samping kemoterapi mencakup: kebotakan, mual, muntah, dan kelelahan.

  • Terapi radiasi

Terapi radiasi hampir sama dengan kemoterapi, hanya saja radiasi gamma. Radiasi ini dapat dipancarkan dari luar atau dari dalam tubuh. Jika dari dalam, dokter akan menanamkan radium pada lokasi kanker. Tanpa obat, terapi radiasi ini disarankan untuk membunuh sel kanker atau tumor sebelum berkembang (stadium 0 - 2).

Efek samping terapi radiasi mencakup: perubahan warna kulit, mual, muntah, diare, kelelahan, penurunan berat badan, dan kehilangan nafsu makan. Setelah menyelesaikan terapi radiasi, efek-efek ini akan hilang dengan sendirinya.

Seiring perkembangan teknologi pencegahan kanker usus besar, pengobatannya juga ikut terbawa arus perubahan sehingga menjamin angka kematian yang rendah.

Itulah fakta-fakta mengenai kanker usus besar dan cara menanggulanginya. Perlu ditekankan bahwa "lebih baik mencegah daripada mengobati".

Baca Juga: 7 Cara Aman Membersihkan Usus Besar agar Pencernaan Tetap Lancar

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya