Comscore Tracker

Sering dianggap Gejala Flu Biasa, Penyakit Croup Perlu Diwaspadai

Waspadai gejala batuk keras seperti menggonggong

Penyakit croup mengacu pada infeksi saluran pernapasan bagian atas, yang menghalangi pernapasan dan menyebabkan batuk seperti menggonggong yang khas.

Merupakan penyakit saluran pernapasan akibat virus yang umum terjadi pada anak-anak, berikut ini informasi seputar penyakit croup yang perlu kamu ketahui.

 1.  Apa itu penyakit croup?

Sering dianggap Gejala Flu Biasa, Penyakit Croup Perlu Diwaspadaiilustrasi anak batuk karena penyakit croup (health.clevelandclinic.org)

Dilansir Kids Health, croup adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan hingga menyebabkan saluran pernapasan membengkak.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, croup mengacu pada infeksi saluran napas bagian atas, yang menghalangi pernapasan dan menyebabkan batuk seperti menggonggong yang khas.

Mengutip Mayo Clinic, batuk dan tanda serta gejala croup lainnya adalah hasil dari pembengkakan di sekitar kotak suara (laring), tenggorokan (trakea) dan saluran bronkial (bronkus). Saat batuk memaksa udara melalui lorong yang menyempit ini, pita suara yang membengkak menghasilkan suara yang mirip gonggongan anjing laut. Demikian pula, menarik napas sering kali menghasilkan suara siulan bernada tinggi (stridor).

Croup biasanya terjadi pada anak-anak yang lebih kecil. Penyakit ini biasanya tidak serius dan kebanyakan anak dapat dirawat di rumah.

2. Gejala penyakit croup

Sering dianggap Gejala Flu Biasa, Penyakit Croup Perlu Diwaspadaiilustrasi anak mengalami demam (pexels.com/Cottonbro)

Gejala penyakit croup sering kali diawali seperti gejala flu biasa. Jika ada peradangan dan batuk yang cukup parah, seorang anak akan mulai mengalami:

  • Batuk seperti menggonggong keras yang semakin diperburuk oleh tangisan dan batuk itu sendiri, serta kecemasan dan agitasi, yang memperburuk siklus tanda dan gejala
  • Demam
  • Suara serak 
  • Pernapasan yang mungkin berisik atau sulit 

Gejala biasanya lebih buruk di malam hari dan biasanya berlangsung selama tiga sampai lima hari.

Baca Juga: 4 Etika Batuk dan Bersin yang Benar, Cegah Penularan Penyakit!

3. Penyebab penyakit croup

Sering dianggap Gejala Flu Biasa, Penyakit Croup Perlu Diwaspadaiilustrasi virus parainfluenza (nejm.org)

Dilansir Medscape, penyebab penyakit croup adalah virus parainfluenza (tipe 1, 2, 3) yang menyebabkan sekitar 80 persen kasus croup, dengan parainfluenza tipe 1 dan 2 terhitung hampir 66 persen kasus.

Virus parainfluenza tipe 3 menyebabkan bronkiolitis dan pneumonia pada bayi dan anak-anak. Virus parainfluenza tipe 4, dengan subtipe 4A dan 4B, belum dapat dipahami dengan baik dan cenderung dikaitkan dengan penyakit klinis yang lebih ringan.

Jenis parainfluenza yang berbeda memiliki peran yang lebih menonjol dalam proses penularan, terkait dengan usia penderita. Infeksi tipe 3 paling sering terjadi pada bayi dan merupakan penyebab penyakit saluran pernapasan bagian bawah pada usia 1 tahun. Sekitar 50 persen bayi telah tertular infeksi ini. Infeksi saluran pernapasan pada anak-anak berusia 1-5 tahun paling sering disebabkan oleh tipe 1, lebih sedikit dengan tipe 2. 

Penyebab infeksi lain untuk penyakit mirip croup adalah sebagai berikut:

  •  Adenovirus
  •  Virus Respiratory Syncytial (RSV)
  •  Enterovirus
  •  Bocavirus manusia
  •  Coronavirus 
  •  Rhinovirus
  •  Echovirus
  •  Reovirus
  •  Metapneumovirus 
  •  Influenza A dan B

Penyebab yang lebih jarang seperti:

  • Virus campak
  • Virus herpes simpleks
  • Varicella

Infeksi influenza A dikaitkan dengan penyakit pernapasan parah. Patogen bakteri, Mycoplasma pneumoniae, juga telah diidentifikasi dalam beberapa kasus croup. Sebelum tahun 1970, difteri, juga dikenal sebagai membranous croup dan penyebab umum gejala mirip croup. Namun, orang tua tak perlu terlalu khawatir karena cakupan vaksinasi untuk difteri telah menghilangkan infeksi ini.

Kelompok yang paling berisiko terkena croup adalah anak-anak yang berusia 6 bulan sampai 3 tahun. Ini karena anak-anak memiliki saluran udara yang kecil, sehingga mereka paling rentan mengalami lebih banyak gejala.

4. Pengobatan penyakit croup

Sering dianggap Gejala Flu Biasa, Penyakit Croup Perlu Diwaspadaiilustrasi anak diperiksa ke dokter (verywellfamily.com/Getty)

Dilansir Medical News Today, pada kasus croup yang parah, intervensi medis diperlukan. Dokter akan merekomendasikan pilihan pengobatan dan memutuskan apakah perlu rawat inap di rumah sakit.

Croup dengan gejala ringan bisa ditangani di rumah. Dokter akan memberi tahu orang tua atau pengasuh tentang cara menangani gejala dan kapan harus mencari pertolongan medis lebih lanjut.

Umumnya dokter akan meresepkan obat kortikosteroid seperti dexamethasone. Studi dalam jurnal American Family Physician tahun 2011 membuktikan bahwa dosis tunggal dexamathasone oral pada anak-anak dengan croup ringan mengurangi jumlah anak yang kembali ke perawatan medis dalam 7 sampai 10 hari berikutnya.

Bila anak masih sangat kecil, memiliki kondisi medis tertentu, atau tampak sangat sakit, dokter mungkin merekomendasikan evaluasi sebelum meresepkan obat apa pun.

Obat steroid tidak memperpendek lamanya penyakit, tetapi memiliki efek antiinflamasi dan cenderung mengurangi keparahan masalah pernapasan.

5. Pencegahan penyakit croup

Sering dianggap Gejala Flu Biasa, Penyakit Croup Perlu Diwaspadaiilustrasi mencuci tangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Mencegah penyakit croup sama seperti pencegahan pilek atau flu, yaitu:

  • Rajin mencuci tangan
  • Jauhkan anak dari orang-orang yang sedang sakit
  • Ajari anak untuk menutup batuk atau bersin dengan siku bagian dalam

Untuk mencegah infeksi yang lebih serius, perbarui vaksinasi anak. Vaksin difteri dan Haemophilus influenza tipe b (Hib) menawarkan perlindungan dari beberapa infeksi saluran napas bagian atas yang paling langka, tetapi paling berbahaya. Belum ada vaksin yang melindungi dari virus parainfluenza.

Itulah informasi seputar penyakit croup. Walau umumnya tidak sampai membahayakan nyawa, tetapi orang tua tetap harus waspadai. Bila mendapati anak batuk terus-terusan atau suara batuk seperti gonggongan, atau gejala lain yang mengarah ke croup, sebaiknya segera bawa anak ke dokter agar segera mendapat penanganan.

Baca Juga: 7 Tanda Ini Mungkin Indikasi Pneumonia, Tak Sekadar Batuk

Derinda Astri Photo Verified Writer Derinda Astri

"Harapanmu akan terwujud jika kamu tidak mudah menyerah dan selalu berusaha. Usir rasa malasmu dan terus berkarya tanpa membuang waktu dengan sia-sia" IG: derindaastri YT:Derindavaz

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya