Comscore Tracker

6 Fakta Amandel, si Penangkal Kuman yang Jarang Diketahui Orang

Tambah pengetahuan kesehatanmu!

Eksistensi amandel sering kali baru disadari saat meradang atau bengkak seperti kasus radang amandel atau tonsilitis. Padahal, amandel punya fungsi untuk mendukung kesehatan kita, lho!

Tahu tidak, amandel, atau istilah medisnya adalah tonsil, adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia. Terletak di tenggorokan, amandel berfungsi untuk menangkal kuman yang masuk lewat mulut dan hidung untuk masuk lebih jauh ke dalam tubuh.

Nyatanya, ada beberapa fakta tentang si penangkal kuman ini yang jarang diketahui. Apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini sampai habis, ya!

1. Amandel mengandung banyak sel darah putih

6 Fakta Amandel, si Penangkal Kuman yang Jarang Diketahui Orangcommons.wikimedia.org/Medical gallery of Blausen Medical 2014

Mungkin kamu belum tahu kenapa amandel dijuluki "penangkal kuman". Melansir keterangan dari InformedHealth, amandel disebut mengandung banyak sel darah putih. Maka dari itu, amandel berperan besar dalam membunuh kuman penyakit yang masuk lewat mulut dan hidung.

Amandel mengandung sel B, sejenis sel darah putih yang bisa melawan infeksi dalam tubuh. Sel B ini juga bisa menghasilkan antibodi terhadap beberapa penyakit, misalnya polio, pneumonia, dan flu.

Ada pula jenis sel darah putih yang disebut sel T, yang fungsinya adalah menghancurkan sel yang sudah terinfeksi virus serta membangun kekebalan terhadap organisme penyebab infeksi.

2. Bukan cuma 1, sebenarnya manusia punya 4 buah amandel

6 Fakta Amandel, si Penangkal Kuman yang Jarang Diketahui Orangfreepik.com/freepik

Dua kelenjar yang terlihat ketika kita membuka mulut sebenarnya hanya dua buah bagian dari sistem amandel manusia yang disebut palatine tonsil.

Dalam buku Biologie Anatomie Physiologie, disebutkan bahwa masih ada dua bagian lain dari sistem amandel manusia, yaitu adenoid di bagian atas tenggorokan dan lingual tonsil yang terletak jauh di belakang pangkal lidah. Kedua bagian tersebut cuma bisa dilihat menggunakan alat bantu dokter.

Baca Juga: Sebelum Terasa Sakit, Sebaiknya Kenali Tanda Gejala Batu Amandel Ini

3. Fungsi amandel efektif tangkal bakteri dan virus pada anak-anak

6 Fakta Amandel, si Penangkal Kuman yang Jarang Diketahui Orangpixabay.com/mohamed_hassan

Pada dasarnya, bayi dan anak-anak bersifat rentan terhadap virus dan bakteri, sehingga keberadaan amandel benar-benar efektif dalam menangkal virus dan bakteri pada bayi dan anak-anak.

Seiring bertambahnya usia, biasanya amandel akan mengecil dan tidak lagi signifikan fungsinya. Selanjutnya, fungsi amandel akan digantikan oleh sistem sel kekebalan tubuh lainnya.

4. Es bukan penyebab amandel bengkak

6 Fakta Amandel, si Penangkal Kuman yang Jarang Diketahui Orangpixabay.com/Bruno /Germany

Minum air es atau air dingin tidak akan membuat amandel membengkak, dengan catatan es batu dalam air terjamin kebersihannya.

Sementara itu, es krim dan minuman dingin yang mengandung pengawet dan pemanis buatan bisa menyebabkan pembengkakan amandel atau tonsilitis.

Makan es justru dianjurkan oleh dokter untuk mengurangi rasa nyeri di tenggorokan pasien pascaoperasi amandel. Es yang digunakan harus dipastikan kebersihannya.

5. Pengangkatan amandel tidak turunkan imunitas tubuh

6 Fakta Amandel, si Penangkal Kuman yang Jarang Diketahui Orangpixabay.com/marionbrun

Ada mitos yang mengatakan bahwa pengangkatan amandel lewat operasi bisa menurunkan imunitas atau kekebalan tubuh. Ini tidak benar.

Ada sebuah studi yang meninjau 35 artikel yang dipublikasikan antara tahun 1971 hingga 2014 pada 1.997 pasien. Hanya 4 studi (11,4 persen), termasuk 406 pasien (20,3 persen) yang menemukan bahwa tonsilektomi (operasi pengangkatan amandel) berdampak buruk pada sistem imun. Selain itu, tidak ada studi yang melamporkan pengaruh buruk tonsilektomi.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology tahun 2015 tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti bahwa pengangkatan amandel tidak memiliki efek negatif yang signifikan secara klinis pada sistem kekebalan tubuh.

6. Antibiotik tidak selalu jadi obat yang tepat saat amandel bengkak

6 Fakta Amandel, si Penangkal Kuman yang Jarang Diketahui Orangpixabay.com/PublicDomainPictures

Penggunaan antibiotik tidak selalu jadi solusi yang tepat ketika terjadi pembengkakan pada amandel.

Melansir Mayo Clinic, bila tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Penisilin yang diminum selama kurang lebih 10 hari adalah pengobatan paling umum untuk tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri streptococcus grup A. Bila ada alergi pada penisilin, dokter akan meresepkan antibiotik jenis lain.

Itu dia fakta-fakta tentang amadel yang mungkin tidak kamu tahu sebelumnya. Edukasi kesehatan ini penting untuk menangkal berbagai mitos seputar kesehatan yang tak terbukti kebenarannya. 

Baca Juga: Kena Radang Amandel? Simak 7 Cara Mengobatinya, Bisa di Rumah Kok!

Anisa Rima Fadhilah Photo Writer Anisa Rima Fadhilah

Psychology and Food Enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya