Comscore Tracker

11 Penyebab Tangan Mati Rasa saat Tidur, Kapan Harus ke Dokter?

Bisa mengindikasikan kerusakan atau masalah pada saraf

Mati rasa pada tangan saat tidur sering terjadi ketika kamu tertidur dalam posisi yang menekan pembuluh darah atau saraf di tangan. Jenis mati rasa tangan ini akan hilang jika mengubah posisi tidur. Namun, mati rasa di tangan saat tidur dapat mengindikasikan kerusakan saraf karena kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Apabila bukan disebabkan oleh posisi tidur, inilah sederet kemungkinan penyebab tangan mati rasa saat tidur, bisa merupakan hal ringan hingga serius. Baca sampai habis, ya!

1. Tekanan atau kerusakan saraf

Penyebab umum tangan mati rasa saat tidur adalah saraf yang rusak atau tertekan. Saraf di tangan dan lengan bisa rusak setelah gerakan berulang. Ketika kerusakan ini terjadi sebagai akibat dari pekerjaan, gejalanya dapat disebut "working hand syndrome".

Dilansir SleepFoundation.org, orang yang melakukan gerakan berulang dengan tangan dan lengan untuk bekerja lebih mungkin mengalami mati rasa, nyeri, dan kesemutan di tangan, terutama pada malam hari.

Kerusakan saraf yang menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan, yang juga disebut neuropati perifer, dapat terjadi lebih dari sekadar pekerjaan manual yang berulang. Beberapa orang mengalami gejala serupa karena penggunaan narkoba, infeksi, penyakit keturunan, cedera, atau peradangan.

2. Kompresi saraf ulnaris

11 Penyebab Tangan Mati Rasa saat Tidur, Kapan Harus ke Dokter?ilustrasi penyebab tangan mati rasa saat tidur (pexels.com/Karolina Grabowska)

Saraf ulnaris membantu kita menggenggam benda menggunakan otot lengan bawah dan membawa sensasi pada jari kelingking dan jari manis. Saraf ini membujur dari siku ke jari-jari. Saraf ulnaris bertanggung jawab atas kesemutan dan mati rasa yang dialami saat siku terbentur.

Tekanan pada siku atau pergelangan tangan bisa menekan saraf ulnaris, membuat jari mati rasa saat bangun tidur. Saraf ulnaris kemungkinan terlibat jika kamu bangun dan mengalami mati rasa di:

  • Jari kelingking, baik sisi depan atau belakang.
  • Jari manis, biasanya di sisi dekat kelingkingmu.
  • Tangan, di bawah jari kelingking dan jari manis.

Jika mengalami kompresi saraf ulnaris ringan di siku, belajar untuk memosisikan lengan secara berbeda mungkin cukup untuk mengatasi masalah tersebut. Apabila mengalami kompresi yang lebih serius, operasi bisa membantu meredakannya.

3. Kompresi saraf radial

Saraf radial mengontrol otot-otot di lengan bawah dan pergelangan tangan yang membantu meregangkan pergelangan tangan dan jari-jari. Tekanan pada pergelangan tangan, lengan bawah, dan bisep dapat menjepit saraf radial dan menyebabkan mati rasa atau nyeri.

Tidur bertumpu pada pergelangan tangan atau lengan bawah, atau tidur dengan lengan terbungkus atau terlilit sesuatu bisa menekan saraf radial. Apabila kamu bepergian dan ingin tidur di pesawat atau mobil, cobalah untuk tidak menggunakan lengan bawah atau menekuk pergelangan tangan di jendela sebagai bantal untuk kepala, yang mana ini dapat memberi tekanan pada saraf radial.

Kamu mungkin mengalami kompresi saraf radial jika mengalami mati rasa di jari telunjuk, ibu jari, dan tangan (di antara telunjuk dan jempol).

4. Carpal tunnel syndrome

11 Penyebab Tangan Mati Rasa saat Tidur, Kapan Harus ke Dokter?ilustrasi carpal tunnel syndrome (scientificanimations.com)

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah lorong sempit yang terletak di pergelangan tangan. Saraf median dan tendon jari melewati terowongan karpal. CTS terjadi karena kompresi saraf median di dalam terowongan karpal.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), CTS sering diakibatkan oleh masalah dengan jaringan ikat di sekitarnya daripada saraf median.

Cedera gerakan berulang, patah tulang, dan keseleo di pergelangan tangan dapat menyebabkan pembengkakan yang meningkatkan tekanan pada saraf median.

Penyebab potensial lain dari CTS termasuk edema, atau pembengkakan, artritis reumatoid, dan perubahan hormonal.

Gejala CTS cenderung muncul pada malam hari. Pengidapnya mungkin mengalami mati rasa atau nyeri di jari, tangan, atau pergelangan tangan pada tengah malam atau saat bangun pada pagi hari. Seiring waktu, gejala-gejala ini dapat bertahan pada siang hari.

Gejala CTS meliputi:

  • Mati rasa pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.
  • Rasa sakit atau mati rasa yang secara bertahap menyebar ke tangan dan pergelangan tangan.
  • Kelemahan pada jari dan tangan.

CTS yang tidak diobati dapat menyebabkan hilangnya jaringan otot di pangkal ibu jari, kekuatan genggaman, dan berkurangnya kepekaan terhadap perubahan suhu pada ibu jari dan jemari.

Baca Juga: Neuropati, ketika Tangan dan Kaki Kebas dan Kesemutan

5. Diabetes

Diabetes adalah kondisi kronis yang dapat dikelola, tetapi dapat menyebabkan gejala bahkan ketika mendapatkan perawatan.

Komplikasi diabetes dapat menyebabkan pembengkakan di area yang memberi tekanan pada saraf dan vena kritis. Beberapa kasus CTS terjadi karena alasan ini, seperti dilansir Greatist.

Diabetes juga dapat menyebabkan mati rasa akibat kerusakan saraf. Diabetes tidak hanya menekan saraf, tetapi juga pada dasarnya membuat darah mengikisnya.

Kerusakan saraf pada tungkai, alias neuropati perifer, adalah gejala umum diabetes tipe 1 dan tipe 2. Biasanya ini memengaruhi kaki dan tungkai, tetapi neuropati perifer juga dapat terjadi di lengan dan tangan.

Diabetes meningkatkan gula darah, dan kontak yang terlalu lama dengan gula darah tinggi (dan lemak seperti trigliserida) mengikis saraf dan pembuluh darah kecil yang memberi makan mereka.

Gejala biasanya lebih buruk pada malam hari, yang menjelaskan mengapa terjadi kesemutan saat bangun tidur. Neuropati perifer adalah kondisi serius. Mati rasa bisa segera menjadi sensasi terbakar yang jauh lebih menyakitkan, lecet, dan luka. Paling buruk, ini dapat menyebabkan amputasi.

6. Spondilosis servikal

11 Penyebab Tangan Mati Rasa saat Tidur, Kapan Harus ke Dokter?ilustrasi penyebab mati rasa di tangan saat tidur (unsplash.com/Andisheh A)

Spondilosis servikal adalah kondisi terkait usia yang memengaruhi tulang belakang di leher. American Academy of Orthopaedic Surgeons menyatakan bahwa kondisi ini paling sering terjadi pada usia 60 tahun atau lebih. Seiring waktu, degenerasi terkait usia mengubah struktur tulang belakang.

Dalam beberapa kasus, cakram tulang rawan yang menjadi bantalan tulang belakang mulai aus sampai kedua tulang belakang saling bergesekan. Degenerasi ini dapat meningkatkan tekanan pada sumsum tulang belakang dan menyebabkan mati rasa atau kesemutan di tangan dan jari, meskipun banyak orang tidak akan mengalami gejala yang nyata.

Gejala lainnya termasuk:

  • Rasa sakit atau kaku di leher.
  • Pengurangan rentang gerak di leher.
  • Rasa sakit yang menjalar dari pangkal kepala hingga ke punggung atas.
  • Kelemahan pada lengan, tangan, atau jari,
  • Kehilangan kekuatan cengkeraman.
  • Kesulitan melakukan tugas sehari-hari, seperti mengikat tali sepatu, mengancingkan baju, atau menggenggam benda kecil.
  • Berkurangnya stabilitas saat berjalan.

7. Efek samping kemoterapi dan obat-obatan lainnya

Beberapa obat dapat menyebabkan neuropati perifer sebagai efek samping. Obat-obatan kemoterapi membawa risiko kerusakan saraf.

Neuropati perifer yang diinduksi kemoterapi (chemotherapy-induced peripheral neuropathy/CIPN) memengaruhi 30 hingga 40 persen orang yang menjalani kemoterapi.

Gejala terkait CIPN meliputi:

  • Kesemutan, mati rasa total, atau sensasi kesemutan.
  • Rasa sakit yang tajam/menusuk, terbakar, atau seperti tersengat.
  • Masalah keterampilan motorik halus (misalnya menulis dan mengirim SMS menjadi sulit).
  • Masalah mencengkeram atau memegang sesuatu.
  • Kecanggungan, serta masalah keseimbangan dan koordinasi umum.
  • Kelemahan.
  • Terlalu sensitif terhadap sentuhan.
  • Kebingungan akan suhu (ketika tubuh tidak bereaksi dengan tepat terhadap suhu panas atau dingin, atau kesulitan membedakan suhu panas atau dingin).
  • Refleks yang melambat atau berkurang.
  • Disfagia (kesulitan menelan).
  • Sakit rahang.
  • Gangguan pendengaran.
  • Kesulitan buang air kecil.

Jika kamu sedang mengalami kemoterapi dan mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter. CIPN adalah kondisi serius. Dalam kasus yang parah, ini dapat menyebabkan kelumpuhan, gagal organ, atau kematian.

Sementara itu, obat-obatan lain yang dapat menyebabkan neuropati perifer sebagai efek samping di antaranya:

  • Antikonvulsan: clonazepam, lamotrigin, divalproex, topiramate, gabapentin, dan levetiracetam.
  • Beberapa obat jantung dan obat penurun tekanan darah: amiodarone dan hydralazine.
  • Antibiotik tertentu: metronidazole dan fruoquinolones.

8. Kekurangan vitamin B12

11 Penyebab Tangan Mati Rasa saat Tidur, Kapan Harus ke Dokter?ilustrasi penyebab mati rasa di tangan saat tidur (pexels.com/Kha Ruxury)

Tubuh menggunakan vitamin B12 untuk mempertahankan fungsi di otak dan sistem saraf pusat, serta untuk sintesis DNA. Tanpanya, memperbaiki kerusakan saraf bisa sulit. Ini menyebabkan semua jenis masalah dengan sistem saraf dan produksi sel darah penting.

Jika mengalami salah satu dari gejala-gejala ini selain jari mati rasa, ini mungkin tanda kekurangan vitamin B12:

  • Kulit pucat atau kuning.
  • Kelemahan dan kelelahan.
  • Masalah keseimbangan atau mobilitas.
  • Lidah bengkak, merah, dan/atau seriawan.
  • Sesak napas.
  • Pusing.
  • Pandangan yang kabur.
  • Perubahan suasana hati.
  • Demam.

Vitamin B12 adalah bahan utama dalam produksi mielin. Mielin sangat berguna untuk mengisolasi saraf dan umumnya menjaga perkabelan otak. Jika sampai kekurangan vitamin B12, tubuh tidak dapat membuat cukup myelin. Tanpa isolasi pelindung, saraf terbuka sehingga rentan terhadap kerusakan. Inilah sebabnya mengapa kekurangan B12 dapat menyebabkan dua gejala yang tampaknya tidak berhubungan, seperti lidah bengkak dan perubahan suasana hati. Ini berpotensi membahayakan seluruh sistem saraf.

Kekurangan vitamin B12 memiliki sejumlah kemungkinan penyebab. Usia, genetika, dan kondisi medis seperti gastritis dan penyakit autoimun bisa menjadi pemicu.

Baca Juga: 12 Gejala Serangan Jantung di Tangan dan Kulit

9. Gangguan penyalahgunaan alkohol

Alkohol merusak hampir semua hal di tubuh, tak terkecuali sistem saraf. Asupan alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan neuropati alkoholik.

Neuropati alkoholik menyebabkan rasa sakit dan kesemutan bagi banyak orang dengan gangguan penggunaan alkohol. Aspek mental dari kondisi ini sering menyebabkan perawatan diri yang buruk, yang mengakibatkan pola makan buruk. Kekurangan vitamin dan mineral membuat sensasi neuropati alkoholik jauh lebih buruk.

Jika kamu merasa mengalami kondisi ini, bicarakan dengan dokter. Apabila khawatir ini mungkin menjadi bagian dari masalah yang lebih besar, cari bantuan dari konselor berlisensi, terapis, dan fasilitas medis lainnya.

10. Kista ganglion

11 Penyebab Tangan Mati Rasa saat Tidur, Kapan Harus ke Dokter?ilustrasi tangan mati rasa (unsplash.com/David Fanuel)

Kista ganglion adalah benjolan yang bisa tumbuh di persendian atau tendon, termasuk di pergelangan tangan. Jika menekan saraf, itu bisa menyebabkan sedikit rasa sakit atau mati rasa. Jika ditekan mungkin juga sedikit terasa sakit.

Kista ganglion tidak bersifat kanker dan biasanya bisa sembuh tanpa pengobatan. Namun, sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter jika menemukan benjolan.

11. Thoracic outlet syndrome

Ketiak adalah tempat vena, saraf, dan arteri penting yang mengalir dari leher ke area celah antara tulang rusuk dan tulang selangka. Celah yang dilewati adalah outlet toraks. Thoracic outlet syndrome (TOS) adalah kondisi adanya masalah dengan outlet toraks.

TOS terjadi ketika celah tulang berotot menekan, menindih saraf dan saluran darah di dalamnya. Jenisnya ada tiga, yaitu:

  • TOS neurogenik: Terjadi karena kompresi pada saraf yang menghubungkan leher dan lengan.
  • TOS arteri: Disebabkan oleh arteri yang terkompresi.
  • TOS vena: Terjadi ketika vena terkompresi.

Kesemutan dan mati rasa yang disebabkan oleh TOS disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Rasa sakit dan ketidaknyamanan.
  • Pembengkakan.
  • Warna kebiruan pada kulit.
  • Kelelahan pada satu atau kedua lengan.

Dalam kasus yang jarang, TOS juga dapat merusak bantalan ibu jari.

Cara untuk menguji TOS adalah dengan menahan lengan ke atas. Gejala bertambah buruk jika lengan ditinggikan. Jadi, jika kesemutan atau mati rasa makin parah saat mengangkat lengan, bisa jadi ini TOS.

Terapi fisik adalah pengobatan TOS yang paling umum. Dokter juga dapat memberi suntikan Botox jika terapi fisik tidak berhasil. Pada kasus parah, operasi mungkin dibutuhkan.

Penyebab potensial lainnya

11 Penyebab Tangan Mati Rasa saat Tidur, Kapan Harus ke Dokter?ilustrasi tangan mati rasa (unsplash.com/Toan Nguyen)

Selain kondisi-kondisi yang dipaparkan di atas, ada pula beberapa penyebab potensial mati rasa di tangan lainnya saat tidur. Ini bisa termasuk:

  • Artritis reumatoid.
  • Hipotiroidisme.
  • HIV.
  • Sifilis.
  • Multiple sclerosis.
  • Penyakit Lyme.
  • Penyakit Sjögren.
  • Sindrom Guillain-Barre.
  • Fenomena Raynaud.
  • Lupus.

Tangan mati rasa saat tidur, atau sampai membuat kamu terbangun, atau merasakannya saat bangun pada pagi hari bisa disebabkan karena berbagai alasan. Jika gejala ini dirasakan menetap dan bukan disebabkan karena posisi tidur, ini dapat mengindikasikan ada kondisi medis yang mendasarinya.

Dokter dapat membantu mendiagnosis penyebab mati rasa di tangan serta memberikan nasihat medis dan perawatan yang tepat.

Baca Juga: 14 Penyebab Tangan Gemetar, Tidak Selalu Berbahaya

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya