Comscore Tracker

Jangan Dibiarkan, Ini 5 Efek Negatif Rasa Kesepian terhadap Kesehatan

Bisa berpengaruh pada kehidupan sehari-hari

Kesehatan mental dan fisik dapat dipengaruhi oleh berbagai hal termasuk gaya hidup sehari-hari. Pada masa pandemi seperti saat ini, perasaan kesepian banyak dialami, yang bila dibiarkan ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan mental dan fisik.

Perasaan kesepian pada tahap kronis terbukti dapat menyebabkan berbagai penyakit mental dan fisik, misalnya depresi hingga penyakit jantung. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dampak negatif perasaan kesepian yang berlangsung terus-menerus.

1. Meningkatkan hormon kortisol 

Jangan Dibiarkan, Ini 5 Efek Negatif Rasa Kesepian terhadap Kesehatanpexels.com/Dziana Hasanbekava

Perasaan kesepian membuat seseorang lebih mungkin mengalami stres, yang mana tubuh akan menginterpretasikannya sebagai sebuah ancaman. Sebagai respons atas kondisi tersebut, tubuh akan memproduksi hormon kortisol.

Melansir Time, pelepasan kortisol secara berkala sebetulnya dapat menunjang sistem kardiovaskular dan imunitas tubuh, serta baik untuk metabolisme. Namun, bila kadarnya terlalu banyak, kondisi ini bisa mengakibatkan gangguan regulasi pada berbagai sistem tubuh, serta meningkatkan angka kejadian penyakit jantung, diabetes, kanker, dan sebagainya.

2. Meningkatkan inflamasi 

Jangan Dibiarkan, Ini 5 Efek Negatif Rasa Kesepian terhadap Kesehatanpexels.com/Sam Lion

Menurut sebuah dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America tahun 2015, disebutkan bahwa orang-orang yang merasa kesepian memiliki tingkat biomarker inflamasi yang lebih tinggi, peningkatan aktivitas gen inflamasi, dan penurunan aktivitas gen antivirus.

Selain itu, rasa kesepian juga dapat memengaruhi bagian hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), yang mana bagian ini mengatur peran hormon stres dalam respons stres. Kesepian dalam jangka panjang dan berada dalam tahap kronis dapat berdampak pada perubahan signifikan terhadap respons stres dan suasana hati dalam jangka panjang.

Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Sebagian Orang Lebih Rentan Depresi daripada Lainnya

3. Memiliki hubungan yang erat dengan depresi 

Jangan Dibiarkan, Ini 5 Efek Negatif Rasa Kesepian terhadap Kesehatanpexels.com/cottonbro

Ini berkaitan dengan hubungan stres, tetapi depresi juga punya hubungan nyata dengan kesepian. Depresi bisa meningkatkan risiko kesepian, begitu juga sebaliknya. Melansir Forbes, salah satu gejala depresi adalah isolasi sosial; dan bila seseorang merasa kesepian secara kronis, perasaan atau emosi bisa terdampak.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Australian & New Zealand Journal of Psychiatry tahun 2017, kesepian adalah prediktor kesehatan mental yang lebih kuat daripada kesehatan mental menjadi prediktor kesepian.

Maka dari itu, dalam menjaga kesehatan mental kamu butuh koneksi sosial dan perlu menjaga hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mengurangi kesadaran dan risiko demensia 

Jangan Dibiarkan, Ini 5 Efek Negatif Rasa Kesepian terhadap Kesehatanpexels.com/Anna Shvets

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa perasaan kesepian punya beberapa konsekuensi serius, di antaranya berhubungan dengan cara berpikir, fungsi eksekutif, fungsi kognitif, bahkan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Menurut sebuah studi dalam The Journals of Gerontology: Series B tahun 2020 yang diikuti oleh 12 partisipan selama 10 tahun, ditemukan hubungan signifikan antara perasaan kesepian dan risiko demensia. Partisipan yang merasa paling kesepian memiliki risiko lebih besar mengalami demensia hingga 40 persen.

Selain itu, menurut sebuah penelitian dalam jurnal JAMA Psychiatry tahun 2016, disebtkan bahwa kurangnya hubungan sosial bisa menyebkan peningkatan amiloid, yang mana penumpukannya di otak merupakan penyebab utama penyakit Alzheimer. Ini dikarenakan senyawa tersebut dapat menyebabkan kekacauan komunikasi antara sel-sel otak, sehingga menyebabkan penurunan kognitif pada pasien Alzheimer. 

5. Memengaruhi pola makan

Jangan Dibiarkan, Ini 5 Efek Negatif Rasa Kesepian terhadap Kesehatanpexels.com/cottonbro

Orang-orang yang merasa kesepian umumnya memiliki pola makan yang buruk. Dalam sebuah studi yang dimuat dalam The Journal of Psychology Interdisciplinary and Applied tahun 2012, dituliskan bahwa karakteristik kesepian sering kali berhubungan dengan berbagai jenis gangguan makan, seperti anoreksia, bulimia, dan gangguan makan berlebihan (binge eating).

Itulah dampak negatif dari perasaan kesepian yang dibiarkan berkepanjangan. Kadang mengatasinya tak mudah. Tak cuma butuh usaha dari diri sendiri, tetapi juga lingkungan sekitar dan kebijakan tertentu. Namun, kita tetap bisa memulainya dengan hal-hal kecil seperti menghubungi orang-orang yang kamu percaya, berbincang dengan teman, mengobrol dengan tetangga, atau kumpul keluarga bisa menjadi cara simpel untuk menjadi lebih sosial dan mengusir rasa kesepian.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Fisik dan Mental saat COVID-19, Ini Saran dari Ahli!

Cecilia Irawan Photo Verified Writer Cecilia Irawan

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya