Comscore Tracker

Apakah Mengalami KIPI Bisa Menularkan Virus?

Vaksin tidak mengandung virus hidup yang dapat menginfeksi

Vaksin adalah salah satu upaya agar pandemik COVID-19 segera usai. Setelah melakukan vaksinasi, beberapa orang mungkin mengalami efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Saat mengalami KIPI tersebut, mungkin ada yang khawatir bahwa ia dapat menularkan virus ke orang lain. Benarkah begitu? Yuk, simak penjelasan berikut ini sampai habis!

1. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Apakah Mengalami KIPI Bisa Menularkan Virus?ilustrasi vaksinasi (pexels.com/Mikael Blomkvist)

Diterangkan pada laman Verywell Health, beberapa keluhan yang dapat dialami setelah vaksin merupakan hal yang wajar. Jika mengalami KIPI, maka keluhan yang dirasakan tergolong ringan. Keluhan tersebut akan membaik dengan sendirinya dalam jangka waktu 1-2 hari.

Beberapa KIPI yang umum dialami meliputi kelelahan, demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Selain reaksi sistemik, beberapa orang juga mengeluhkan reaksi lokal seperti nyeri dan bengkak di area suntikan, dilansir Johns Hopkins Medicine.

2. Kandungan vaksin

Apakah Mengalami KIPI Bisa Menularkan Virus?ilustrasi vaksin (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Mengutip laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), vaksin tidak mengandung virus hidup yang dapat berkembang sehingga tidak dapat menginfeksi dan menyebabkan sakit. Malahan, vaksin akan melatih sistem imun tubuh agar dapat mengenali dan dapat melawan SARS-CoV-2, virus corona penyebab COVID-19.

Respons tubuh inilah yang menyebabkan beberapa orang akan mengalami keluhan, seperti demam. Jadi, keluhan yang dialami merupakan hal normal yang menandakan tubuh sedang membentuk perlindungan atau imunitas.

Baca Juga: Apa Saja Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Booster?

3. Apakah mengalami KIPI dapat menularkan virus?

Apakah Mengalami KIPI Bisa Menularkan Virus?ilustrasi demam pasca vaksinasi COVID-19 (pexels.com/Karolina Grabowska)

KIPI yang dirasakan berupa keluhan yang ringan, tetapi bukan berarti tubuh sedang mengalami sakit akibat virus. Keluhan tersebut muncul akibat reaksi imunitas tubuh.

Berbagai keluhan yang dirasakan, seperti demam atau nyeri pada tubuh, tidak akan membuat orang yang bersangkutan menularkan virus ke orang lain. Hal tersebut karena vaksin mengandung virus hidup yang dapat menginfeksi tubuh. 

Keluhan yang dialami karena respons imun tubuh yang membentuk perlindungan agar tubuh dapat melawan virus jika suatu hari terjadi infeksi, mengutip Verywell Health.

4. Apakah tidak mengalami KIPI artinya tubuh tidak merespons membentuk imunitas?

Apakah Mengalami KIPI Bisa Menularkan Virus?ilustrasi setelah vaksinasi (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Tidak semua orang yang divaksinasi akan mengalami KIPI. Hanya sebagian saja yang mengalaminya, dan hal tersebut menandakan tubuh sedang membentuk perlindungan. Namun, jika tidak mengalami KIPI pun merupakan hal yang normal.

Tidak mengalami KIPI bukan berarti tubuh tidak merespons terhadap vaksin yang diberikan. Perbedaan yang terjadi setelah mendapatkan vaksin karena kerja sistem imun tubuh yang berbeda-beda pada setiap orang. Jadi, meskipun muncul atau tidak muncul KIPI, tubuh akan tetap membentuk imunitas.

5. Cara meringankan keluhan KIPI

Apakah Mengalami KIPI Bisa Menularkan Virus?ilustrasi minum (pexels.com/Karolina Grabowska)

Berdasarkan keterangan dari CDC, keluhan KIPI yang dirasakan dapat hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu beberapa hari. Namun, beberapa orang mungkin merasa terganggu dengan reaksi tubuh tersebut.

Cara untuk mengatasi reaksi lokal seperti nyeri dan bengkak di area suntikan yaitu dengan mengompresnya dengan kain bersih yang dibasahi air dingin. Sementara itu, untuk mengatasi reaksi sistemik setelah vaksin adalah dengan memperbanyak minum air putih dan menggunakan pakaian yang tipis.

Selain itu, bisa juga menggunakan obat pereda nyeri untuk mengurangi nyeri yang dialami, jika tidak ada kontraindikasi. Namun, tidak diperbolehkan untuk menggunakan obat pereda nyeri sebelum melakukan vaksinasi dengan tujuan mencegah reaksi efek samping.

Apabila mengalami KIPI, tubuh tidak akan menularkan virus ke orang lain karena vaksin tidak mengandung virus hidup yang dapat menginfeksi. KIPI yang terjadi merupakan reaksi normal dari sistem imun tubuh. Semoga menambah wawasan!

Baca Juga: Studi: Booster mRNA Paling Ampuh Tangkal Omicron

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya