Comscore Tracker

Kenapa Pasien Gagal Ginjal Harus Cuci Darah?

Alat cuci darah membersihkan darah dari racun

Gagal ginjal adalah kondisi saat satu atau kedua ginjal tidak lagi dapat berfungsi dengan baik. Terkadang, gagal ginjal sifatnya sementara dan muncul dengan cepat. Di lain waktu, ini bisa menjadi kondisi kronis yang bisa memburuk secara perlahan dalam waktu yang lama.

Gagal ginjal memang terdengar serius, dan memang faktanya demikian. Akan tetapi, perawatan seperti dialisis atau cuci darah dan transplantasi ginjal membantu banyak pasien dengan fungi ginjal terbatas untuk terus menjalani kehidupan yang berkualitas.

Nah, kondisi gagal ginjal identik dengan cuci darah. Mungkin beberapa orang masih tidak tahu kenapa kondisi tersebut butuh cuci darah secara rutin. Bila ingin tahu jawabannya, yuk, simak uraiannya berikut ini!

1. Fungsi ginjal

Kenapa Pasien Gagal Ginjal Harus Cuci Darah?ilustrasi ginjal (pixabay.com/rikirisnandar)

Dilansir WebMD, ginjal berfungsi untuk menyaring darah. Ginjal akan membuang zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh, menjaga keseimbangan cairan tubuh, dan menyeimbangkan elektrolit.

Darah yang mengalir ke ginjal kemudian akan disaring dan dipisahkan dengan zat yang sudah tidak terpakai. Kemudian, darah yang sudah bersih akan kembali lagi ke pembuluh darah menuju ke seluruh tubuh. Sedangkan zat yang sudah tidak terpakai akan menjadi urine yang akan dikeluarkan dari tubuh.

2. Gagal ginjal

Kenapa Pasien Gagal Ginjal Harus Cuci Darah?ilustrasi nyeri (pexels.com/Kindel Media)

Menurut keterangan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), apabila fungsi ginjal turun di bawah 15 persen dari normal, maka seseorang dikatakan mengalami gagal ginjal. Orang tersebut mungkin memiliki gejala dari penumpukan produk limbah dan cairan ekstra dalam tubuh.

Untuk mengganti fungsi ginjal yang hilang, individu mungkin memiliki salah satu dari tiga pilihan pengobatan:

  • Hemodialisis
  • Dialisis peritoneal 
  • Transplantasi ginjal

Penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) adalah gagal ginjal yang diobati dengan dialisis atau transplantasi ginjal.

Beberapa orang dengan gagal ginjal memilih untuk tidak menjalani cuci darah atau transplantasi, tetapi terus menerima perawatan dari tim perawatan kesehatan, minum obat, dan memantau pilihan pola makan dan gaya hidup.

Baca Juga: Pasien Ginjal Kronis Tetap Bisa Hidup Berkualitas, Caranya?

3. Penyebab gagal ginjal

Kenapa Pasien Gagal Ginjal Harus Cuci Darah?ilustrasi diabetes (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Dilansir NIDDK, penyebab utama terjadinya gagal ginjal kronis yaitu diabetes dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Saat gula darah terlalu tinggi, kondisi tersebut dapat merusak penyaring pada ginjal. Jika kadar gula dibiarkan tetap tinggi, ginjal akan makin rusak sehingga tidak mampu lagi untuk membuang zat racun dan kelebihan cairan.

Tekanan darah yang terlalu tinggi juga dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Akibatnya, ginjal tidak mampu menjalankan fungsi normalnya sehingga sampah dan kelebihan cairan tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Cairan yang tidak dapat keluar dari tubuh juga akan makin meningkatkan tekanan darah, sehingga menjadi satu siklus berulang yang berbahaya.

Jika kondisi penyakit ginjal dibiarkan, maka kerusakan ginjal akan makin parah sehingga mengakibatkan gagal ginjal.

4. Cuci darah

Kenapa Pasien Gagal Ginjal Harus Cuci Darah?ilustrasi dialisis atau cuci darah (commons.wikimedia.org/Anna Frodesiak)

Apabila terjadi gagal ginjal, maka seseorang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal yang bertujuan untuk menjaga kesehatan. Mengutip Healthline, pilihan dialisis atau transplantasi akan disesuaikan dengan penyebab gagal ginjal dan tingkat keparahannya.

Dialisis menggunakan mesin yang berfungsi untuk menyaring darah. Jadi, mesin cuci darah diibaratkan seperti pengganti ginjal. Seseorang yang menjalani cuci darah harus menjalani perawatan sesuai jadwal secara teratur.

Dilansir National Kidney Foundation, dalam kasus gagal ginjal, diallisis menjaga keseimbangan tubuh dengan cara:

  • Membuang limbah, garam, air, dan cairan ekstra untuk mencegahnya menumpuk di dalam tubuh.
  • Menjaga tingkat aman bahan kimia tertentu dalam darah, seperti kalium, natrium, dan bikarbonat.
  • Membantu mengontrol tekanan darah.

Waktu yang dibutuhkan untuk dialisis akan bergantung pada:

  • Seberapa baik kerja ginjal.
  • Seberapa banyak berat cairan yang didapat di antara perawatan.
  • Seberapa banyak produk limbah yang ada dalam tubuh.
  • Berat badan individu.
  • Tipe ginjal buatan yang dipakai.

Umumnya, setiap perawatan hemodialisis berlangsung selama kurang lebih 4 jam dan dilakukan tiga kali seminggu.

5. Mencegah gagal ginjal

Kenapa Pasien Gagal Ginjal Harus Cuci Darah?ilustrasi menggunakan obat sesuai saran (pexels.com/Ron Lach)

Gagal ginjal bisa dicegah, salah satunya dengan selalu mengikuti petunjuk penggunaan obat-obatan. Penggunaan obat yang sesuai dengan anjuran pada kemasan atau sesuai instruksi dokter aman karena tidak merusak ginjal. Sebaliknya, jika menggunakan obat melebihi saran penggunaan, maka dapat meningkatkan beban kerja ginjal.

Selain itu, apabila memiliki riwayat diabetes atau hipertensi, maka harus menjaga kadar gula darah atau tekanan darah agar tetap stabil dan mengikuti saran dari dokter. Dengan begitu, risiko terjadinya komplikasi seperti kerusakan ginjal dapat menurun.

Itulah alasan kenapa pasien gagal ginjal membutuhkan prosedur cuci darah. Ginjal yang tidak berfungsi secara normal mengakibatkan racun tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Untuk mengeluarkan racun tersebut, dibutuhkan cuci darah yang mana alat yang digunakan akan menyaring zat yang tidak diperlukan dan mengembalikan darah yang sudah bersih ke dalam tubuh.

Baca Juga: 7 Tanda yang Menunjukkan Ada Masalah dengan Ginjalmu, yuk Cermati!

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya