Comscore Tracker

6 Komplikasi yang Mengintai jika Hipertensi Tidak Terkontrol 

Rutin konsultasi bisa bantu cegah komplikasi

Berdasarkan keterangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi tekanan darah di atas 140/90 mmHg.

Banyak orang yang mungkin menyepelekan kondisi ini. Faktanya, tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dengan baik akan merusak pembuluh darah dan berbagai organ lainnya, sehingga menyebabkan berbagai komplikasi. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Serangan jantung

6 Komplikasi yang Mengintai jika Hipertensi Tidak Terkontrol ilustrasi serangan jantung (pixabay.com/Pexels)

Tekanan darah yang tinggi menyebabkan pembuluh darah arteri koroner menebal dan menjadi tidak elastis. Selain itu, adanya lemak, kolesterol, dan substansi lain menyebabkan terbentuknya plak yang mengakibatkan aliran darah menuju jantung menjadi tidak lancar.

Dilansir American Heart Association, jika aliran darah tersumbat akibat adanya plak, maka aliran darah menuju jantung juga terhambat.

Tidak adanya darah yang mengalir ke jantung menjadikan sel-sel di jantung mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi, sehingga mengakibatkan sel jantung rusak dan mati. Terjadinya kerusakan atau matinya sel jantung inilah yang dinamakan serangan jantung.

2. Gagal jantung 

6 Komplikasi yang Mengintai jika Hipertensi Tidak Terkontrol ilustrasi jantung (unsplash.com/jesse orrico)

Pembuluh darah yang makin menyempit akibat adanya penumpukan plak menjadikan aliran darah menuju seluruh tubuh menjadi tidak lancar. Untuk mengatasi hal tersebut, maka jantung akan berusaha memompa darah makin keras agar darah dapat mencapai seluruh tubuh.

Meningkatnya beban kerja jantung ini menyebabkan dinding otot jantung menjadi membesar. Namun, pembesaran dinding jantung tersebut justru tidak membuat kerja jantung meningkat, tetapi menjadi tidak bekerja optimal saat memompa darah.

Tidak bekerjanya jantung untuk memompa darah inilah yang disebut gagal jantung, karena jantung tidak mampu menjalankan tugas utamanya memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh.

3. Gagal ginjal 

6 Komplikasi yang Mengintai jika Hipertensi Tidak Terkontrol ilustrasi ginjal (unsplash.com/Robina Weermeijer)

Saat aliran darah menuju ginjal tidak lancar, maka nefron di ginjal menjadi tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi. Inilah yang membuat tekanan darah tinggi menjadi penyebab utama nomor dua terjadinya gagal ginjal.

Selain itu, tekanan darah yang tinggi juga akan menyebabkan arteri di ginjal menjadi keras, sempit, dan kaku, sehingga fungsi arteri menurun. Arteri yang tidak berfungsi secara normal menjadikan arteri tidak mampu mengalirkan darah ke jaringan di ginjal.

Nefron pada ginjal yang rusak menyebabkan ginjal tidak mampu menyaring darah dengan optimal. Ketidakmampuan ginjal untuk membuang racun ke luar tubuh dalam bentuk urine ini yang disebut gagal ginjal.

Baca Juga: Mengontrol Tekanan Darah Bantu Memperlambat Penuaan Otak

4. Stroke

6 Komplikasi yang Mengintai jika Hipertensi Tidak Terkontrol ilustrasi otak (unsplash.com/Robina Weermeijer)

Adanya penyempitan pembuluh darah di otak menyebabkan aliran darah ke otak menjadi terhambat. Selain itu, penyumbatan juga mengakibatkan pembuluh darah otak menjadi pecah. Jika sel-sel otak tidak mendapat darah dan oksigen, maka sel-sel otak menjadi rusak dan mati.

Kematian sel otak menyebabkan kemampuan seperti bergerak, berbicara, atau berpikir menjadi menurun. Penurunan kemampuan otak tersebut tergantung bagian otak yang tidak mendapat suplai darah. Makin luas bagian otak yang tidak mendapat suplai darah dan makin lama mendapat pertolongan, maka makin banyak pula penurunan fungsi otak.

Maka dari itu, jika ada anggota keluarga yang menunjukkan tanda-tanda stroke, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan secepatnya.

5. Kerusakan mata

6 Komplikasi yang Mengintai jika Hipertensi Tidak Terkontrol ilustrasi mata (unsplash.com/Daniil Kuželev)

Penyumbatan yang terjadi dapat menyebabkan retina mata menjadi kurang mendapatkan suplai darah. Hal ini mengakibatkan pandangan menjadi tidak fokus.

Selain itu, penyumbatan juga dapat menyebabkan aliran darah menuju saraf mata menjadi terganggu. Jika saraf mata tidak mendapat aliran darah, maka akan mengakibatkan sel-sel pada saraf mata menjadi rusak dan mati. Hal ini menyebabkan hilangnya penglihatan sementara, bahkan bukan tidak mungkin menjadi permanen.

Adanya stroke yang menyebabkan area otak yang mengatur penglihatan menjadi rusak juga menjadi salah satu penyebab menurunnya fungsi penglihatan.

6. Masalah dalam mengingat

6 Komplikasi yang Mengintai jika Hipertensi Tidak Terkontrol ilustrasi masalah dalam mengingat (pexels.com/Brett Sayles)

Mengutip Mayo Clinic, terjadinya penyempitan pembuluh darah di otak menyebabkan sel otak tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi yang cukup. Ini mengakibatkan sel otak menjadi rusak dan mati.

Terjadinya kerusakan sel otak dapat menyebabkan penurunan kemampuan mengingat. Selain itu, mengalami stroke juga bisa menjadi penyebab mengingat suplai darah yang menurun ke area otak.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengecekan tekanan darah rutin. Jika didapatkan hasil tekanan darah tinggi, maka konsultasilah dengan dokter dan konsumsi obat sesuai anjuran. Selain dapat menjaga tekanan darah terkontrol, pengobatan dari dokter juga dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi serius.

Baca Juga: Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia yang Wajib Diketahui

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya