Comscore Tracker

5 Fakta Medis CAKUT, Sekelompok Kelainan Ginjal dan Sistem Kemih 

Ibu dengan diabetes rentan menyebabkan CAKUT pada anak 

Congenital anomalies of kidney and urinary tract (CAKUT) atau anomali kongenital ginjal dan saluran kemih adalah sekelompok gangguan yang memengaruhi ginjal dan sistem kemih (kandung kemih, ureter, dan uretra). Kelainan ini biasanya muncul sejak lahir (bawaan).

Pasien CAKUT bisa memiliki satu atau lebih gangguan ginjal atau saluran kemih. Kondisi ini juga bisa muncul beserta gejala lain yang disebut sebagai CAKUT sindromik, atau muncul tanpa gejala lain (CAKUT nonsindromik).

CAKUT diperkirakan terjadi pada 3-6 per 1.000 kelahiran hidup. Kondisi medis ini bertanggung jawab atas 34 hingga 59 persen kasus penyakit ginjal kronis dan 31 persen penyakit ginjal stadium akhir pada anak-anak di Amerika Serikat (AS).

Menarik untuk diketahui, inilah fakta medis CAKUT meliputi gejala, penyebab, diagnosis, serta cara penanganannya. Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. CAKUT terdiri dari banyak bentuk kelainan 

5 Fakta Medis CAKUT, Sekelompok Kelainan Ginjal dan Sistem Kemih pexels.com/Andrea Piacquadio

Menurut laporan dalam jurnal Hindawi, CAKUT sering kali ditemukan dalam bentuk nonsindromik. Yaitu anomali struktural kongenital yang terjadi hanya sebatas pada ginjal dan saluran kemih. Kelainan ini dapat berupa:

  • Bentuk atau posisi ginjal tidak normal, misalnya ginjal tapal kuda (horseshoe kidney)
  • Duplikasi ginjal parsial
  • Agenesis ginjal, yaitu kegagalan pembentukan ginjal
  • Displasia ginjal, yaitu ginjal tidak berkembang secara normal
  • Ginjal hipoplasia (ginjal kecil)
  • Refluks urine ke ginjal, di mana urine mengalir mundur dari kandung kemih ke ureter atau ginjal
  • Ureter yang membesar
  • Kegagalan pembentukan uretra
  • Anomali kandung kemih, termasuk pembesaran kandung kemih
  • Obstruksi, yaitu kondisi ureter terhubung ke ginjal atau kandung kemih
  • Ginjal displastik multikistik
  • Hidronefrosis, yaitu penumpukan urine di ginjal
  • Selaput abnormal di uretra yang menghalangi aliran urine keluar dari kandung kemih

Sementara itu, CAKUT sindromik selain memengaruhi ginjal dan saluran kemih, juga merupakan ciri suatu kondisi yang memengaruhi banyak sistem tubuh, seperti sindrom koloboma ginjal, sindrom orofaciodigital, sindrom penghapusan 17q12, sindrom kista ginjal dan diabetes, sindrom fraser, sindrom Townes-Brocks, sindrom branchiootorenal, dan banyak lagi.

2. CAKUT memiliki spektrum gejala yang luas 

5 Fakta Medis CAKUT, Sekelompok Kelainan Ginjal dan Sistem Kemih unsplash.com/Gabriel Tovar

Gejala CAKUT umumnya tergantung pada jenis gangguan yang terjadi. Melansir laman Verywell Health, berikut potensi gejala yang mungkin terjadi pada penderita kelainan ini:

  • Perut buncit, karena pembesaran kandung kemih
  • Kesulitan makan dan berat badan bayi yang buruk
  • Meningkatnya infeksi saluran kemih
  • Buang air kecil banyak atau sedikit
  • Gangguan elektrolit yang parah
  • Pubertas tertunda
  • Tinggi badan menurun
  • Anemia
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit kardiovaskular
  • Pada janin dengan fungsi ginjal yang buruk dapat menyebabkan oligohidramnion, yaitu cairan ketuban yang rendah. Kondisi ini dapat mengakibatkan masalah seperti pertumbuhan yang kurang, pematangan paru-paru yang tertunda, cacat anggota tubuh, bahkan kematian
  • Pada kasus lebih parah, dapat menyebabkan gejala gagal ginjal

Baca Juga: 9 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda, Hati-hatilah dari Sekarang

3. Penyebab CAKUT sangat kompleks 

5 Fakta Medis CAKUT, Sekelompok Kelainan Ginjal dan Sistem Kemih pexels.com/JESHOOTS.com

Pada beberapa kasus, seseorang mengalami CAKUT karena adanya mutasi gen tertentu. Namun, pada sebagian lainnya, CAKUT terjadi karena adanya faktor lingkungan yang memengaruhi. Bahkan, sering kali, penyebab CAKUT tidak diketahui.

Beberapa gen yang sering kali dikaitkan dengan CAKUT adalah PAX2 dan HNF1B. PAX2 adalah gen yang terkait dengan sindrom koloboma ginjal, sedangkan HNF1B merupakan gen yang terkait sindrom penghapusan 17q12 dan sindrom kista ginjal dan diabetes.

Melansir MedlinePlus, kedua gen tersebut memainkan peran penting dalam pembentukan ginjal, saluran kemih, dan jaringan serta organ lain selama perkembangan embrio. Di mana mutasi pada gen ini, dimungkinkan dapat mengganggu perkembangan ginjal atau bagian lain dari saluran kemih sebelum bayi lahir, sehingga menyebabkan CAKUT.

Tak hanya itu, beberapa faktor lingkungan juga terbukti dapat meningkatkan terjadinya CAKUT. Di antaranya adalah diabetes pada ibu hamil dan konsumsi obat-obatan tertentu. Misalnya ACE (Angitensin-converting enzyme) inhibitor yang biasanya digunakan untuk mengobati gagal jantung, hipertensi, dan gagal ginjal kronis. Atau bisa karena konsumsi vitamin dan mineral sebagai nutrisi kehamilan, seperti folat dan zat besi.

4. CAKUT biasanya terdiagnosis sebelum kelahiran

5 Fakta Medis CAKUT, Sekelompok Kelainan Ginjal dan Sistem Kemih unsplash.com/Tai's Captures

CAKUT sering kali terdiagnosis sebelum lahir, yaitu pada usia kehamilan 18-20 minggu melalui pemeriksaan ultrasonografi antenatal. Gambaran klinis yang paling umum adalah adanya oligohidramnion atau variasi morfologi pada ginjal, ureter, atau kandung kemih.

Namun, hasil tes ini biasanya juga tidak sempurna, di mana bayi yang mulanya terdiagnosis dengan CAKUT dapat lahir dengan normal. Tes dasar seperti tes hitung darah lengkap dan penanda darah juga dapat dilakukan untuk mengukur fungsi ginjal.

5. Perawatan CAKUT disesuaikan dengan kondisi klinis yang dialami penderita  

5 Fakta Medis CAKUT, Sekelompok Kelainan Ginjal dan Sistem Kemih pixabay.com/12019

Perawatan CAKUT disesuaikan berdasarkan gejala yang timbul. Seseorang dengan gagal ginjal mungkin akan terbantu dengan transplantasi ginjal atau konsumsi obat-obatan yang dapat menunda penggantian ginjal. Pada pasien CAKUT dengan kerusakan katup uretra, prosedur pembedahan mungkin bermanfaat untuk memperbaikinya, begitu pula dengan gejala lainnya.

Itulah beberapa fakta medis anomali kongenital pada ginjal dan saluran kemih atau CAKUT. Jika ada kekhawatiran terhadap kondisi medis tersebut, melakukan konseling genetik akan membantu mengetahui gambaran spesifik kelainan ini.

Baca Juga: 7 Fakta Gagal Ginjal Kronis: Gejala, Penyebab & Cara Mengobatinya

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

@intanio993

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya