Comscore Tracker

7 Cara Media Sosial Memengaruhi Otak Berdasarkan Sains

Ada hal positifnya, tetapi di baliknya juga ada efek negatif

Kehadiran internet sudah sewajarnya memberikan keuntungan besar, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Salah satunya adalah manfaat dari media sosial yang bisa menghubungkan kita dengan teman atau selebritas idola.

Meski tujuan awalnya adalah baik, tetapi banyak orang yang tidak menggunakannya dengan bijak, sehingga pelan-pelan memengaruhi kesehatan penggunanya. Para ahli pun menyelidiki bagaimana media sosial memengaruhi otak. Hasilnya pun bervariasi, ada yang positif ada juga yang negatif. 

Apa saja, ya, temuan para ahli? Yuk, simak bagaimana cara media sosial bisa memengaruhi kesehatan otak kita.

1. Meningkatkan memori 

7 Cara Media Sosial Memengaruhi Otak Berdasarkan SainsUnsplash/Erik Lucatero

Hal ini seputar foto-foto dalam media sosial yang berisi rangkaian peristiwa atau konten yang diunggah. Beda dengan foto-foto yang tersimpan rapi di album lalu dijajarkan di rak buku, mengunggah foto atau video di medial sosial bisa meningkatkan ingatan tentang peristiwa tertentu.

Melansir The Cornell Daily Sun, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Prof. Qi Wang dan rekan mengungkapkan bahwa peristiwa yang diunggah online jauh lebih mungkin untuk diingat ketimbang yang tidak. Temuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Memory tahun 2007.

Terlebih lagi, dengan menyertakan foto di media sosial secara signifikan meningkatkan daya ingat. Itulah kenapa beberapa sepasang kekasih mengunggah foto atau video kebersamaannya lalu ketika putus semuanya itu dihapus. Meski demikian, ini juga terlepas dari apakah peserta memandang sepenting apa peristiwa tersebut.

2. Mengaktifkan sistem reward otak 

7 Cara Media Sosial Memengaruhi Otak Berdasarkan SainsIDN Times/Sukma Shakti

Menggunggah foto, video, atau konten lainnya yang disukai atau menyukai unggahan konten orang lain di media sosial ternyata dapat mengaktifkan sistem reward di otak. Ini adalah salah satu alasan kenapa banyak orang yang betah menghabiskan waktu lama menelusuri media sosial.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science mengungkapkan bahwa ketika melihat foto dengan banyak "likes", ada aktivitas besar di bagian saraf yang berhubungan dengan sistem reward, kemampuan kognisi, meniru, dan perhatian.

Baca Juga: Kamu Kecanduan Media Sosial? Waspadai Sindrom FOMO

3. Berdampak buruk bagi kesehatan mental jika digunakan secara berlebihan

7 Cara Media Sosial Memengaruhi Otak Berdasarkan Sainsunsplash.com/Kinga Cichewicz

Media sosial bermanfaat jika digunakan dengan bijak atau seperlunya. Bila berlebihan, tentunya dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology, ditemukan bahwa interaksi di kehidupan nyata menyebabkan perasaan yang lebih positif daripada interaksi online.

Hal tersebut dapat mengakibatkan timbulnya rasa membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang dipandang nyaman di media sosial. Sebagian besar, media sosial lebih banyak berisi tentang hal-hal yang sudah dicapai dalam hidupnya. Ini bisa merusak karena beberapa orang cenderung menyajikan versi terbaik dari diri mereka sendiri di media sosial.

4. Perhatian menjadi berkurang 

7 Cara Media Sosial Memengaruhi Otak Berdasarkan Sainspexels.com/Tim Gouw

Bukan rahasia lagi bahwa dengan menggulirkan layar smartphone apalagi untuk media sosial, bisa mengalihkan perhatian dari tugas yang sifatnya lebih penting. Sebuah studi dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menyimpulkan bahwa pengguna media sosial berat belum mampu secara efektif beralih dari satu tugas ke yang lain daripada pengguna media sosial ringan.

Pengguna media sosial berat memang mahir dalam memainkan bermacam media sosial dalam satu waktu. Namun, dalam banyak kegiatan di dunia nyata, mereka cenderung kurang fokus. Ini karena otak gagal menyaring gangguan karena sudah terganggu oleh berbagai media yang digunakan.

5. Dapat menganggu siklus tidur 

7 Cara Media Sosial Memengaruhi Otak Berdasarkan Sainsfreepik.com/torwaiphoto

Melansir Medical Daily, jenis cahaya biru yang dipancarkan dari perangkat elektronik seperti smartphone atau tablet bisa membuatmu tetap terjaga pada malam hari. Ini karena semakin banyaknya paparan cahaya biru, maka kadar melatonin akan menurun. Melatonin adalah hormon alami yang bisa mengatur pola tidur.

Nah, insomnia bisa disebabkan karena banyaknya menggulirkan layar ataupun masih aktif di depan layar laptop atau perangkat sejenisnya. Jika ingin menutup mata secara serius, para ahli merekomendasikan untuk memutuskan sambungan dari perangkat elektronik setelah jam 9 malam.

6. Kehilangan kemampuan untuk berpikir 

7 Cara Media Sosial Memengaruhi Otak Berdasarkan Sainsfreepik.com/aleksandarlittlewolf

Menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial dapat mengaktifkan herd mentality. Maksudnya adalah kehilangan kemampuan untuk berpikir secara sendiri dalam mengemukakan pendapat sebuah kejadian.

Hal ini dikarenakan seseorang jadi cenderung mengikuti pendapat orang yang lebih populer di media sosial, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Information Systems Frontiers

7. Sistem saraf menjadi berantakan 

7 Cara Media Sosial Memengaruhi Otak Berdasarkan Sainspexels.com/David Garrison

Jika pernah merasakan smartphone-mu bergetar padahal tidak, hati-hatilah, bisa jadi itu tanda phantom vibration syndrome. Artinya, sistem saraf menjadi hipersensitif dan bereaksi, bahkan ketika gawai tidak bergetar. Hal ini diungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Computers In Human Behavior

Itulah berbagai cara media sosial memengaruhi kondisi otak kita. Oleh karena itu, gunakan media sosial secara bijak agar kesehatan mental dan fisik kita tetap terjaga. Ingat, kehidupan nyata tetap lebih bermakna.

Baca Juga: 5 Bukti Kurangi Konsumsi Media Sosial Baik untuk Kesehatan Mental

Dyan Yudhistira Photo Verified Writer Dyan Yudhistira

IG: @dyanyudhis // Terima kasih sudah mau membaca. Semoga kamu bahagia selalu. Aamiin..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya