Comscore Tracker

6 Penyebab Rasa 'Mabuk' saat Bangun Tidur padahal Tidak Minum Alkohol

Bisa jadi itu tanda adanya penyakit serius

Orang yang minum minuman beralkohol akan mabuk pada akhirnya. Minuman beralkohol mengandung congeners, yang memberi rasa pada banyak jenis minuman dan menyebabkan mabuk. Senyawa kimia ini banyak ditemukan dalam jumlah besar minuman berwarna gelap seperti brandy dan bourbon, ketimbang minuman berwarna jernih seperti vodka dan gin.

Melansir Mayo Clinic, congeners lebih cenderung menyebabkan mabuk atau meningkatkan keparahan mabuk. Meski demikian, minum terlalu banyak alkohol jenis apa pun masih bisa membuat kamu merasa tak enak saat bangun tidur keesokan harinya.

Seperti dikutip di laman Healthline, kondisi mabuk berat ditandai dengan sakit kepala, mual, muntah, lesu, dehidrasi, gangguan tidur, detak jantung cepat, pusing, sulit konsentrasi, penurunan mood, dan mudah lupa.

Meski demikian, ada pula kondisi fisik ketika bangun tidur, rasanya seperti mabuk, padahal tidak minum minuman beralkohol sebelumnya. Ini perlu diperhatikan, karena bisa jadi itu tanda ada masalah dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebabnya.

1. Sindrom auto-brewery

6 Penyebab Rasa 'Mabuk' saat Bangun Tidur padahal Tidak Minum Alkoholchicago.suntimes.com

Sindrom auto-brewery  (auto-brewery syndrome) atau dikenal juga sebagai sindrom fermentasi usus (gut fermentation syndrome) terjadi ketika tubuh mengubah makanan manis dan karbohidrat menjadi alkohol. Penyakit langka ini bisa menyebabkan mabuk meski tidak minum minuman keras.

Banyak mikroorganisme hidup di saluran pencernaan. Dikutip dari laman Medical News Today, Candida adalah spesies jamur yang paling umum di usus. Pertumbuhan jamur yang berlebihan akan berdampak pada kesehatan seseorang.

Ragi dan jamur lainnya memakan gula dan pati dalam makanan, yang diubah menjadi energi. Proses ini juga menghasilkan limbah dalam bentuk karbon dioksida dan etanol, sejenis alkohol. Etanol yang dihasilkan oleh fermentasi jamur akan memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Orang yang memiliki sindrom auto-brewery mungkin memiliki kadar alkohol dalam darah yang tinggi setelah mengonsumsi sedikit alkohol atau bahkan tanpa alkohol sama sekali. Hal ini bisa menyebabkan gejala fisik dan psikologis yang sama seperti yang terjadi saat seseorang mabuk atau pusing.

Menurut sebuah laporan berjudul "Auto-brewery Syndrome" yang diterbitkan oleh StatPearls tahun 2020, dalam banyak kasus, sindrom ini sering disalahartikan sebagai akibat dari konsumsi alkohol, sehingga bisa menimbulkan masalah sosial dan hukum.

Bahkan setelah gejala teratasi, paparan jangka panjang terhadap etanol endogen dapat menyebabkan kecanduan dan keinginan untuk minum alkohol setelah minum.

2. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula

6 Penyebab Rasa 'Mabuk' saat Bangun Tidur padahal Tidak Minum Alkoholhealth.com

Melansir Healthline, gula adalah komponen penting kimiawi dalam tubuh. Terlalu banyak atau terlalu sedikit gula bisa menyebabkan masalah, termasuk sakit kepala. Ini karena gula memiliki efek langsung pada otak dan sistem saraf.

Dikatakan bahwa setiap orang akan memiliki jumlah gula berbeda dalam tubuhnya. Gejala seperti mabuk terjadi jika makan terlalu banyak. Gejalanya meliputi mudah tersinggung, mengantuk, lesu, depresi, sakit perut, mual, dan dehidrasi.

Sakit kepala yang disebabkan oleh gula sangat berkaitan dengan kadar glukosa darah. Glukosa memberi energi pada tubuh dengan memasuki aliran darah setelah mengonsumsi gula. Tubuh mempertahankan tingkat gula darah yang tepat dengan memecah glukosa dengan insulin. Fluktuasi kadar glukosa akan memengaruhi otak lebih daripada organ lain. Fluktuasi ini bisa menyebabkan sakit kepala.

Lewat jurnal Heart, American Heart Association merekomendasikan batas konsumsi gula. Untuk laki-laki tak boleh lebih dari 9 sendok teh (36 gram), sedangkan untuk perempuan adalah 6 sendok teh (25 gram).

Baca Juga: 5 Fakta Auto-Brewery Syndrome, Sindrom Mabuk Tanpa Konsumsi Alkohol

3. Minum obat yang mengandung rasa kantuk

6 Penyebab Rasa 'Mabuk' saat Bangun Tidur padahal Tidak Minum Alkoholpexels.com/Marcus Aurelius

Biasanya orang yang insomnia akan diberikan resep obat tidur jika cara alami tidak berhasil. Obat seperti ini bukan cuma untuk pasien insomnia, tetapi juga pasien yang membutuhkan istirahat cukup dalam pemulihan penyakit dalam.

Melansir Mayo Clinic, semua resep obat tidur memiliki efek samping, terutama bagi pasien dengan kondisi medis tertentu seperti penyakit hati atau ginjal.

Sebuah penelitian berjudul "Residual Effects of Sleep Medications Are Commonly Reported and Associated with Impaired Patient-Reported Outcomes among Insomnia Patients in the United States" dalam jurnal Sleep Disorders tahun 2015, efek samping dari penggunaan obat tidur adalah mengantuk, pusing, lesu, sulit konsentrasi, tidur terlalu banyak, mual, mulut kering, dan sering bermimpi buruk.

Obat-obatan yang dimaksud adalah hipnotik benzodiazepin dan hipnotik nonbenzodiazepine, dengan waktu paruh obat yang lebih lama. Obat ini cenderung menghasilkan efek seperti pasca mabuk alias hangover, terutama dengan dosis tengah malam dan penggunaan teratur.

4. Gejala caffeine withdrawal

6 Penyebab Rasa 'Mabuk' saat Bangun Tidur padahal Tidak Minum Alkoholfreepik.com/pressfoto

Kafein adalah stimulan yang berfungsi meningkatkan fokus dan suasana hati. Orang yang rutin mengonsumsi kafein mungkin mengalami gejala putus obat atau zat (withdrawal) setelah tiba-tiba berhenti meminumnya. Kondisi ini dikenal sebagai gejala putus kafein atau caffeine withdrawal.

Menurut sebuah laporan berjudul "Caffeine Withdrawal" yang dipublikasikan dalam StatPearls, berhenti dari kafein menyebabkan gangguan ringan hingga signifikan secara klinis dan gangguan fungsi normal.

Tingkat keparahan gejala bervariasi dari individu ke individu, dan paling umum termasuk sakit kepala, kelelahan, tidak bersemangat, penurunan kesadaran, rasa kantuk, penurunan kepuasan, suasana hati tertekan, susah konsentrasi, mudah tersinggung, dan tidak berpikiran jernih.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa angka insiden sakit kepala sekitar 50 persen, dan insiden gangguan fungsional atau gangguan yang signifikan secara klinis adalah sekitar 13 persen.

Biasanya, timbulnya gejala mulai 12-24 jam setelah penghentian kafein, puncaknya pada 20-51 jam, dan dapat berlangsung hingga 2-9 hari.

Satu studi telah menunjukkan bahwa penghentian kafein terjadi setelah 3 hari terpapar kafein, dengan peningkatan keparahan withdrawal yang diamati setelah 7 atau 14 hari paparan.

5. Sindrom kelelahan kronis

6 Penyebab Rasa 'Mabuk' saat Bangun Tidur padahal Tidak Minum AlkoholIlustrasi Lelah Bekerja (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sindrom kelelahan kronis, atau istilah medisnya adalah myalgic encephalomyelitis/chronic fatigue syndrome (ME/CFS) penyebabnya belum diketahui secara pasti. Faktor pemicunya beragam, seperti stres atau infeksi virus. Kondisi lebih dari sekadar kelelahan biasa dan butuh penanganan khusus.

ME/CFS bisa membuat penderitanya tidur lama dan terbangun dengan rasa pusing dan masih lelah. Istirahat tampaknya tidak membantu pasien dan kondisi ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun.

Melansir Healthline, gejalanya meliputi merasa tidak segar ketika bangun tidur, insomnia kronis, kehilangan ingatan, konsentrasi berkurang, pusing atau pingsan ketika beralih dari berbaring atau duduk ke posisi berdiri, nyeri otot, sering sakit kepala dan sakit tenggorokan.

6. Dehidrasi

6 Penyebab Rasa 'Mabuk' saat Bangun Tidur padahal Tidak Minum Alkoholfreepik.com/tirachardz

Terlalu banyak garam, kafein, atau kurangnya air dapat membuat kepala menjadi pusing ketika bangun tidur. Apa pun yang membuat tubuh dehidrasi berpotensi menyebabkan perasaan yang mirip mabuk.

Melansir Medical News Today, dehidrasi terjadi ketika lebih banyak air dan cairan yang keluar dari tubuh daripada yang masuk. Gejala yang ditimbulkan adalah mulut kering, lesu, lemah, pusing, dan sakit kepala.

Tubuh manusia kira-kira 75 persen air. Air ditemukan di dalam sel, di dalam pembuluh darah, dan di antara sel. Sebagian besar kejadian dehidrasi dapat dengan mudah diatasi dengan meningkatkan asupan cairan, tetapi kasus dehidrasi yang parah memerlukan perhatian medis segera.

Demikianlah beberapa penyebab gejala mirip mabuk yang tidak didasari oleh konsumsi alkohol. Bila kamu mengalaminya dalam waktu cukup lama atau intensitasnya sering, segera periksakan diri ke dokter agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: 7 Hal yang Terjadi pada Tubuh ketika Mulai Berhenti Minum Alkohol

Dyan Yudhistira Photo Verified Writer Dyan Yudhistira

IG: @dyanyudhis // Terima kasih sudah mau membaca. Semoga kamu bahagia selalu. Aamiin..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya