Leishmaniasis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Parasit mematikan yang disebabkan oleh gigitan lalat

Lalat adalah serangga yang senang berada di tempat-tempat kotor. Karenanya, jika di suatu tempat terdapat banyak lalat, bisa dipastikan bahwa tempat tersebut tidak terjaga kebersihannya. Lalat juga dikenal merupakan vektor untuk berbagai penyakit, salah satunya leishmaniasis.

Leishmaniasis dapat menular pada manusia saat digigit oleh lalat yang terinfeksi. Untuk lebih memahaminya, simak informasi berikut ini yang telah dirangkum dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

1. Penyebab dan cara penularan

Leishmaniasis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, PengobatanParasit Leishmania penyebab leishmaniasis. (id-hub.com)

Leishmaniasis banyak ditemukan di bagian tropis, subtropis, dan Eropa selatan dan disebabkan oleh infeksi parasit Leishmania. Ada beberapa bentuk leishmaniasis pada manusia, dan yang paling umum adalah leishmaniasis kulit serta leishmaniasis viseral.

Menurut keterangan dari American Osteopathic College of Dermatology, jumlah kasus baru leishmaniasis kulit setiap tahun di dunia diperkirakan sekitar 1,5 juta, sementara jumlah kasus baru leishmaniasis visceral diperkirakan sekitar 500.000.

Parasit Leishmania ditularkan ke manusia lewat gigitan lalat pasir phlebotomine betina yang terinfeksi, yang memakan darah untuk menghasilkan telur. Sekitar 70 spesies hewan dan manusia menjadi reservoir parasit Leishmania.

2. Gejala

Leishmaniasis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi leishmaniasis di kulit (aocd.org)
  • Gejala leishmaniasis kulit:

Sebagian individu yang terinfeksi leishmaniasis kulit tidak menunjukkan gejala apa pun. Individu yang mengembangkan bukti klinis infeksi akan menunjukkan gejala berupa munculnya satu atau lebih luka di kulit.

Luka ini dapat mengalami perubahan ukuran dan penampilan dari waktu ke waktu. Luka biasanya tumbuh sebagai papula atau nodul dan berakhir sebagai borok. Luka biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Beberapa orang mungkin mengalami pembengkakan kelenjar di dekat luka.

  • Gejala leishmaniasis viseral:

Beberapa orang yang terinfeksi leishmaniasis viseral tidak menunjukkan gejala apa pun, sementara beberapa orang lainnya mengalami demam, penurunan berat badan, pembesaran limpa dan hati, dan tes darah abnormal. Sebagian orang dengan leishmaniasis viseral mungkin juga mengalami anemia, leukopenia, dan trombositopenia.

3. Diagnosis

Leishmaniasis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi laboratorium (pixabay.com/jarmoluk)

Diagnosis leishmaniasis dilakukan di laboratorium dan dilakukan dengan mengidentifikasi spesies parasit Leishmania. Sampel yang diteliti biasanya diambil dari luka atau sumsum tulang belakang. Kadang, diagnosis juga dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien.

Spesimen luka kulit atau sumsum tulang diperiksa di bawah mikroskop, dalam kultur khusus, dan dengan tes molekuler untuk mendeteksi parasit. Sementara, tes darah dilakukan untuk mendeteksi antibodi terhadap parasit.

Baca Juga: Cacar Monyet: Penularan, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan

4. Pengobatan

Leishmaniasis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi obat-obatan (pexels.com/Dids)

Sebelum menentukan jenis pengobatan, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan bahwa diagnosisnya akurat. Faktor yang juga perlu dipertimbangkan sebelum menentukan pengobatan adalah bentuk leishmaniasis, spesies Leishmania yang menyebabkan, keparahan kasus, dan kondisi kesehatan pasien.

Luka akibat leishmaniasis kulit biasanya sembuh dengan sendirinya, bahkan tanpa pengobatan. Namun, ini bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, dan luka yang ditimbulkan bisa meninggalkan bekas.

Sementara itu, seluruh pasien yang didiagnosis dengan leishmaniasis viseral memerlukan perawatan segera dan lengkap. Perawatan leishmaniasis viseral biasanya melibatkan pemberian obat antimonial pentavalen, amfoterisin B, miltefosin, paromomycin dan liposomal. Jika tidak diobati, leishmaniasis viseral yang parah bisa berakibat fatal.

5. Pencegahan

Leishmaniasis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi mengoleskan losion anti serangga (pexels.com/Karolina Grabowska)

Tidak tersedia vaksin atau obat yang bisa mencegah infeksi leishmaniasis. Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah dengan melindungi diri dari gigitan lalat pasir. Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengurangi risiko digigit:

  • Hindari beraktivitas di luar ruangan, terutama mulai dari senja hingga fajar, saat lalat pasir umumnya paling aktif.
  • Sebisa mungkin kenakan kemeja lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki untuk meminimalkan area kulit yang terbuka.
  • Oleskan losion obat nyamuk pada area kulit yang terbuka.
  • Jika berencana berkemah, persiapkan kelambu dan insektisida.
  • Semprotkan area tidur dengan insektisida untuk membunuh serangga.

6. Faktor risiko utama

Leishmaniasis: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi lingkungan yang kotor (pexels.com/Matthias Groeneveld)

Ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang infeksi leishmaniasis, di antaranya:

  • Kondisi sosial ekonomi: perumahan dan sanitasi rumah yang buruk dapat menjadi tempat perkembangbiakan lalat pasir, serta mempermudah akses mereka ke manusia.
  • Malnutrisi: pola makan rendah protein, zat besi, vitamin A, dan seng meningkatkan risiko infeksi berkembang menjadi penyakit parah.
  • Mobilitas penduduk: epidemi leishmaniasis kulit dan viseral sering dikaitkan dengan migrasi orang yang tidak kebal ke daerah tujuan.
  • Perubahan iklim: perubahan suhu, curah hujan, dan kelembapan dapat memengaruhi kelangsungan hidup dan ukuran populasi secara signifikan.

Ternyata, hewan kecil, seperti lalat dapat membawa penyakit yang mematikan, seperti leishmaniasis. Untuk itu, jangan biarkan lingkungan sekitarmu menjadi sarang lalat dengan selalu menjaga kebersihan di mana pun kamu berada.

Baca Juga: Waspada! Ini 7 Penyakit yang Bisa Disebarkan oleh Lalat

Topik:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya