Comscore Tracker

7 Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi, Waspada!

Cegah mulai sekarang dengan gaya hidup sehat

Penyakit tidak menular adalah kondisi kesehatan yang tidak dapat ditularkan dari orang ke orang. Meskipun begitu, ini sama berbahayanya dengan penyakit menular. Pasalnya, penyakit tidak menular kerap berlangsung untuk jangka panjang dan kronis.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tidak menular membunuh sekitar 40 juta orang setiap tahun. Jumlah ini setara dengan 70 persen dari seluruh kematian di seluruh dunia.

Penyakit tidak menular dapat terjadi pada siapa saja, baik tua maupun muda, laki-laki ataupun perempuan. Penyakit tidak menular dipicu oleh kombinasi faktor genetik, fisiologis, gaya hidup, dan lingkungan.

Berikut ini akan dipaparkan penyakit tidak menular dengan angka kematian paling tinggi. Waspadai, ya!

1. Penyakit kardiovaskular

7 Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi, Waspada!ilustrasi penyakit kardiovaskular (pixabay.com/Pexels)

Penyakit kardiovaskular adalah sekelompok gangguan jantung dan pembuluh darah. Ini merupakan penyebab kematian global nomor satu, dengan perkiraan 17,9 juta jiwa meninggal setiap tahunnya, menurut laporan WHO. 

Sekitar empat dari lima kematian akibat penyakit kardiovaskular disebabkan oleh serangan jantung dan stroke, dan sepertiga dari kematian ini terjadi pada orang di bawah usia 70 tahun.

Faktor risiko dari penyakit jantung dan stroke adalah pola makan yang tidak sehat, tidak aktif secara fisik, serta penggunaan tembakau dan alkohol.

Efek dari faktor risiko tersebut dapat muncul sebagai hipertensi, hiperglikemia, peningkatan lipid darah, dan obesitas. Semua kondisi ini selanjutnya meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan komplikasi lainnya.

2. Kanker

7 Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi, Waspada!ilustrasi kanker (unsplash.com/National Cancer Institute)

Kanker adalah penyakit yang disebabkan sel tubuh berkembang tanpa kendali dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker dapat menyerang orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, dan etnis. Menurut data WHO, kanker adalah penyebab kematian global paling tinggi nomor dua.

Beberapa jenis kanker tidak bisa dihindari sebagai akibat dari faktor genetik. Namun, diperkirakan bahwa 30 hingga 50 persen kanker dapat dicegah dengan mengadopsi gaya hidup sehat.

3. Penyakit pernapasan kronis

7 Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi, Waspada!ilustrasi serangan asma (freepik.com/freepik)

Penyakit pernapasan kronis mempengaruhi saluran udara dan struktur lain dari paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Lancet Respiratory Medicine tahun 2020, hampir 545 juta orang di dunia memiliki penyakit pernapasan kronis pada tahun 2017. Jumlah ini meningkat 39,8 persen sejak tahun 1990.

Beberapa faktor risiko dari penyakit pernapasan kronis meliputi asap tembakau, polusi udara, bahan kimia, debu pekerjaan, dan infeksi saluran pernapasan bawah yang terjadi selama masa kanak-kanak.

Penyakit pernapasan kronis tidak dapat disembuhkan, tetapi perawatan yang membuka saluran udara dan memperbaiki sesak napas dapat membantu mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

Baca Juga: 5 Fakta mengenai Terapi Garam (Haloterapi), Bisa Obati Asma?

4. Diabetes

7 Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi, Waspada!ilustrasi cek gula darah (pixabay.com/Tesa Robbins)

Tubuh memecah sebagian besar makanan yang masuk menjadi gula dan melepaskannya ke aliran darah. Ketika gula darah naik, tubuh memberikan sinyal pada pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin membiarkan gula darah masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.

Diterangkan laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tubuh orang dengan diabetes tidak dapat membuat cukup insulin atau tidak dapat menggunakannya sebagaimana mestinya. Selanjutnya, ini menyebabkan terlalu banyak gula darah tetap berada di aliran darah.

Belum ada obat untuk menyembuhkan diabetes, tetapi menurunkan berat badan, makan makanan sehat, dan aktif bergerak sangat membantu mengelola kondisi. Hal lain yang dapat dilakukan untuk mengelola diabetes, meliputi:

  • Minum obat sesuai resep.
  • Mengedukasi diri.
  • Tidak melewatkan terapi dan perawatan lainnya.

5. Anoreksia

7 Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi, Waspada!ilustrasi perempuan dengan anoreksia menolak makan (freepik.com/jcomp)

Anoreksia adalah gangguan mental yang paling mematikan. Menurut laman WebMD, anoreksia memiliki risiko kematian empat kali lebih besar daripada depresi berat, dua kali lebih besar daripada skizofrenia, dan tiga kali lebih besar daripada gangguan bipolar.

Kemungkinannya bahkan lebih buruk bagi orang yang didiagnosis anoreksia pada usia 20-an. Mereka memiliki risiko kematian 18 kali lipat daripada orang seusia mereka yang sehat. 

6. Demensia

7 Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi, Waspada!ilustrasi demensia pada manula (pexels.com/Kindel Media)

Demensia adalah suatu sindrom yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif sebagai akibat dari penuaan. Demensia memengaruhi memori, kemampuan berpikir, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa, dan penilaian. Ini juga biasanya disertai perubahan suasana hati, kontrol emosi, perilaku, atau motivasi.

Menurut data WHO, demensia merupakan penyebab kematian ketujuh di antara semua penyakit. Ini juga menjadi penyebab utama kecacatan dan ketergantungan di antara orang lanjut usia di seluruh dunia. 

Demensia memberikan dampak fisik, psikologis, sosial dan ekonomi, tidak hanya bagi orang yang hidup dengan demensia, tetapi juga untuk keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Parahnya lagi, kesadaran dan pemahaman tentang demensia masih kurang, yang mengakibatkan stigmatisasi dan hambatan untuk diagnosis dan perawatan.

7. Penyakit ginjal kronis

7 Penyakit Tidak Menular dengan Angka Kematian Tinggi, Waspada!ilustrasi masalah ginjal (freepik.com/wayhomestudio)

Ginjal adalah bagian penting dari tubuh. Setiap satu ginjal terdiri atas 1 juta unit penyaringan kecil, yang disebut nefron. Apa pun yang melukai nefron dapat menyebabkan penyakit ginjal. Diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit autoimun merupakan beberapa penyebab umum penyakit ginjal kronis.

Menurut penelitian dalam jurnal Nature Reviews Nephrology tahun 2020, penyakit ginjal kronis menyebabkan 1,2 juta kematian. Ini merupakan penyebab kematian ke-12 di seluruh dunia pada tahun 2017. Lebih lanjut, kematian akibat penyakit ginjal kronis pada semua usia global meningkat sebanyak 41,5 persen antara tahun 1990 dan 2017.

Merupakan salah satu masalah masyarakat umum, itulah daftar penyakit tidak menular dengan angka kematian tertinggi di seluruh dunia. Untungnya, banyak jenis penyakit tersebut bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Baca Juga: Benarkah Minum Sambil Berdiri Merusak Ginjal? Cek Faktanya!

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya