Comscore Tracker

5 Cara Mencegah Postpartum Depression, Hindari Selagi Bisa

Perlu dicegah sejak masa kehamilan #IDNTimesHealth

Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), postpartum depression atau depresi pascamelahirkan mempengaruhi satu dari sembilan ibu baru. Tanda-tanda postpartum depression, di antaranya kesedihan atau kehampaan yang terus-menerus, keputusasaan, rasa bersalah, insomnia, penurunan berat badan, penurunan energi, kesulitan berkonsentrasi, kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya dinikmati, dan masih banyak lagi. Postpartum depression biasanya diobati dengan obat antidepresan, konseling, atau keduanya.

Mendapatkan edukasi tentang topik ini memungkinkan perempuan menciptakan lingkungan yang dapat mencegah atau mengurangi keparahan postpartum depression. Di bawah ini, telah dirangkum dari laman SELF dan Parents, beberapa strategi yang dapat kamu lakukan untuk mencegah postpartum depression.

1. Bergabunglah dengan kelompok pendukung

5 Cara Mencegah Postpartum Depression, Hindari Selagi Bisailustrasi kelompok ibu-ibu (pixabay.com/ernestoeslava)

Isolasi memicu kecemasan. Mengetahui bahwa orang lain juga mengalami perasaan yang bercampur antara kegembiraan dan frustrasi akan membuat pikiran lebih terbuka dan membuat kamu bisa mengantisipasinya.

Ada banyak kelompok pendukung ibu baru, seperti dalam organisasi masyarakat atau rumah sakit, yang memberikan bantuan dari perasaan isolasi sosial yang datang saat seorang perempuan baru memiliki bayi. Kelompok ini pun akan memberikan perspektif yang membuka pikiranmu.

Selain itu, ada banyak situs web yang menghubungkan kamu dengan ibu baru lainnya. Sebagai antisipasi, bergabunglah beberapa waktu sebelum kamu melahirkan agar kamu bisa mendapatkan beberapa saran yang bisa membantu kamu mencegah dan mengantisipasi postpartum depression.

2. Dapatkan tidur yang cukup

5 Cara Mencegah Postpartum Depression, Hindari Selagi Bisailustrasi tidur (pexels.com/Vlada Karpovich)

Banyak orang berpikir bahwa saat perempuan memiliki bayi, ia harus fokus mengurus anak. Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesejahteraan fisik dan mental, terlebih bagi perempuan yang baru melahirkan.

Memang, setelah melahirkan, mendapatkan tidur malam yang nyenyak adalah tantangan yang nyata mengingat ibu harus menyusui dan mengganti popok bayi sepanjang waktu. Namun, cobalah untuk menebus kurang tidur dengan tidur siang ketika bayi tidur siang atau meminta kerabat untuk ikut membantumu. Tanpa tidur yang cukup, ini dapat menurunkan daya tahan ibu terhadap depresi. Ini karena kurang tidur dapat berdampak pada kontrol emosional dan menurunkan ambang batas untuk reaksi emosional, yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan, Aktivitas Jadi Lancar!

3. Rajin berolahraga sejak hamil

5 Cara Mencegah Postpartum Depression, Hindari Selagi Bisailustrasi olahraga saat hamil (pexels.com/Yan Krukov)

Berolahraga sebelum dan sesudah melahirkan membuat perempuan cenderung merasa lebih baik secara emosional dan sosial daripada perempuan yang tidak. Oleh sebab itu, usahakan kamu berolahraga secara konsisten sejak hamil.

Berjalan-jalan, menghirup udara segar, dan menikmati alam dapat meningkatkan perspektif dan meningkatkan ketahanan fisik dan mental. Akan tetapi, jangan melakukan olahraga yang berat. Perlu diingat, berolahraga selama kehamilan lebih tentang membuat darah mengalir dengan baik daripada membakar kalori atau mengencangkan otot perut.

4. Bekerja sama dengan dokter untuk menyusun rencana

5 Cara Mencegah Postpartum Depression, Hindari Selagi Bisailustrasi berkonsultasi dengan dokter (pexels.com/MART PRODUCTION)

Jika kamu memiliki riwayat depresi atau gangguan kecemasan, pastikan dokter mengetahuinya. Selain itu, beri tahu dokter jika kamu memiliki kerabat dekat, seperti ibu, ayah, atau saudara kandung, yang memiliki riwayat depresi atau kecemasan.

Dengan memberi tahu dokter, ia dapat membantu membuat rencana intervensi sebelumnya, seperti konseling, terapi perilaku kognitif, atau merekomendasikan kelompok pendukung. Selain itu, pada dasarnya, dokter obgyn sudah memiliki pengalaman kontak dengan pasien postpartum depression sehingga mereka dapat membantu kamu mendeteksi gejala postpartum depression sejak awal.

5. Dapatkan bantuan jika mengalami kesulitan menyusui

5 Cara Mencegah Postpartum Depression, Hindari Selagi Bisailustrasi ibu menyusui bayi (pexels.com/Wendy Wei)

Tampaknya, terdapat kaitan antara masalah menyusui dan postpartum depression. Dalam satu penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of North Carolina, didapatkan hasil bahwa perempuan yang kesulitan menyusui selama 2 minggu pertama setelah melahirkan lebih mungkin untuk mengalami postpartum depression 2 bulan kemudian dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki masalah menyusui.

Perempuan yang mengalami nyeri payudara parah pada hari pertama menyusui dan 2 minggu setelah melahirkan dua kali lebih mungkin mengalami depresi pascapersalinan dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengalami nyeri saat menyusui.

Sebenarnya, belum jelas apakah masalah menyusui memicu postpartum depression atau depresi yang memicu masalah menyusui. Namun, ada baiknya perempuan yang mengalami masalah dengan menyusui melakukan skrining untuk gejala depresi sehingga mereka bisa mendapatkan bantuan sejak dini.

Postpartum depression bukanlah masalah yang bisa dianggap remeh. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu melakukan langkah pencegahan untuk mengantisipasi postpartum depression sebelum hal ini benar-benar terjadi.

Baca Juga: Masalah Kesehatan yang Ditandai dengan Nyeri Punggung, Hati-hati!

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya