Comscore Tracker

Prurigo Nodularis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Penyebab kulit gatal dan mudah korengan

Prurigo nodularis atau nodular prurigo adalah kondisi ruam kulit yang terasa sangat gatal. Benjolan pada kulit dapat memiliki ukuran yang sangat bervariasi, dari yang sangat kecil hingga cukup besar.

Gatal akibat prurigo nodularis bisa terasa sangat parah dan melemahkan. Menggaruk bisa memperburuk rasa gatal dan menyebabkan munculnya lebih banyak benjolan dan memperburuk benjolan yang sudah ada.

Jumlah benjolan juga bisa mencapai ratusan dan meninggalkan luka serta hiperpigmentasi pada kulit yang sulit dihilangkan. Di Indonesia sendiri, kondisi ini sering disebut sebagai "darah manis".

Untuk mengetahui lebih banyak tentang prurigo nodularis, mari simak penjelasannya di bawah ini yang telah dirangkum dari Healthline dan Patient.

1. Gejala

Prurigo Nodularis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi kulit gatal pada prurigo nodularis (freepik.com/wayhomestudio)

Prurigo nodularis (PN) bisa dimulai dengan adanya benjolan kecil berwarna merah yang gatal. Benjolan dapat muncul di seluruh tubuh, tapi biasanya dimulai di lengan atau kaki. Selain terasa sangat gatal, benjolan juga mungkin:

  • Keras
  • Berkerak dan bersisik
  • Memiliki warna yang bervariasi, mulai dari warna daging hingga merah muda, cokelat, atau hitam
  • Berkeropeng
  • Terlihat berkutil
  • Kulit di antara benjolan bisa menjadi kering

Sebagian orang yang mengalami PN juga mengalami sensasi terbakar dan menyengat. Lebih lanjut, benjolan juga dapat berkembang menjadi infeksi sekunder karena sering menggaruk.

Rasa gatal yang luar biasa ini juga bisa mengganggu aktivitas hingga menyebabkan kesulitan tidur. Benjolan mungkin hilang jika si penderita berhenti menggaruknya. Namun, ini mungkin meninggalkan bekas luka.

2. Epidemiologi

Prurigo Nodularis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi psoriasis (pixabay.com/PeachMoon)

PN merupakan kondisi yang relatif umum, khususnya pada pasien yang memiliki beberapa kondisi kesehatan. Kendati demikian, tidak ada survei tentang prevalensinya pada populasi umum.

PN lebih sering terjadi pada perempuan usia paruh baya. Kondisi ini juga umum terjadi pada pasien yang didiagnosis positif HIV sebelum adanya terapi antiretroviral (ART), tetapi kondisi ini relatif tidak umum pada pasien yang diobati. Perkembangan PN pada pasien HIV bisa jadi tanda penekanan kekebalan yang parah.

Baca Juga: Punya Kulit Berminyak? Hindari Skincare dengan 5 Bahan Ini

3. Penyebab

Prurigo Nodularis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi prurigo nodularis (derm.theclinics.com/Claudia Zeidler, Gil Yosipovitch, Sonja Ständer)

Penyebab pasti PN masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi lesi tersebut diyakini sebagai akibat langsung dari kulit yang gatal, yang dapat dipicu oleh berbagai alasan. PN telah dikaitkan dengan beberapa kondisi, seperti:

  • Eksem
  • Diabetes
  • Gagal ginjal kronis
  • Hepatitis C kronis
  • Kelainan saraf
  • Gangguan kejiwaan
  • Neuralgia pascaherpes
  • Limfoma
  • Gagal jantung kongestif
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • HIV
  • Penggunaan beberapa obat terapeutik untuk kanker, seperti pembrolizumab, paclitaxel, dan karboplatin

Diperkirakan, PN dipicu saat kondisi lain menyebabkan rasa gatal dan garukan yang terus-menerus atau bisa disebut siklus gatal-garuk, yang mengakibatkan lesi yang khas. Bahkan, meskipun kondisi yang mendasarinya telah disembuhkan, kadang PN masih tetap ada.

Selain itu, tidak semua individu dengan PN memiliki penyakit atau faktor predisposisi. Kemungkinan, terdapat mekanisme mendasar yang terlibat dalam PN, yang meliputi:

  • Perubahan sel kulit
  • Serabut saraf
  • Neuropeptida
  • Perubahan sistem neuroimun

4. Diagnosis

Prurigo Nodularis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi pemeriksaan kulit (my.clevelandclinic.org)

Dalam kebanyakan kasus, diagnosis dibuat secara klinis yang didasarkan pada tingkat gatal dan penampilan khas dari benjolan atau nodul.

Biopsi kulit mungkin dapat mengonfirmasi diagnosis. Di bawah mikroskop, kulit sangat menebal dan mungkin tampak sangat tidak normal, kadang-kadang menyerupai kanker kulit sel skuamosa. Serabut saraf dan ujung saraf di kulit bertambah besar ukurannya. Kulit meradang dan ada peningkatan jumlah mediator saraf yang diketahui menyebabkan gatal dan pertumbuhan saraf.

Imunofluoresensi langsung bertujuan mencari deposisi antibodi di kulit biasanya negatif. Jarang, penyakit lepuh pemfigoid bulosa dapat muncul sebagai PN (pemfigoid nodularis). Dalam kasus ini, imunofluoresensi akan menunjukkan imunoglobulin di zona membran basal di bawah epidermis. Nodul prurigo dapat muncul selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum lepuh muncul.

Penting untuk mengidentifikasi penyakit yang mendasari yang berhubungan dengan PN. Tes darah mungkin termasuk hitung darah lengkap, hati, ginjal, dan tes fungsi tiroid. Uji tempel mungkin bermanfaat jika ada kemungkinan alergi kontak.

5. Pengobatan

Prurigo Nodularis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi minum obat (pexels.com/JESHOOTS.com)

Tujuan dari perawatan PN adalah menghentikan siklus gatal-garuk dengan menghilangkan rasa gatal. Penyedia layanan kesehatan perlu menangani kondisi mendasar yang menyebabkan kamu merasa gatal dan sering menggaruk kulit.

Perawatan PN biasanya melibatkan krim topikal dan obat sistemik untuk menghilangkan gatal. Karena rasa gatal sangat parah dan setiap kasus berbeda, pasien mungkin perlu mendapatkan beberapa terapi berbeda untuk menemukan terapi yang paling cocok untuk. Berikut beberapa obat yang mungkin ditawarkan oleh penyedia layanan kesehatan:

  • Obat topikal: dokter mungkin menyarankan beberapa obat yang dijual bebas atau resep topikal untuk meredakan gatal dan mendinginkan kulit.
  • Suntikan: dokter mungkin menyarankan suntikan kortikosteroid untuk beberapa nodul.
  • Pengobatan sistemik: dokter mungkin meresepkan atau menyarankan antihistamin untuk membantu tidur pada malam hari. Pasien juga kadang diberi resep obat yang biasanya digunakan sebagai antidepresan agar berhenti menggaruk.
  • Terapi lainnya: cryotherapy, fototerapi, psoralen, dan laser bisa dilakukan.

6. Pencegahan

Prurigo Nodularis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahanilustrasi mengoleskan lotion (pexels.com/Moose Photos)

Karena mekanisme penyebab pasti PN belum diketahui, penyakit kulit ini sulit untuk dicegah. Namun, mungkin tidak menggaruk kulit bisa jadi satu satu cara mencegah PN.

Jika kamu memiliki anggota keluarga dengan PN atau memiliki penyakit yang mendasari, pantau kulit dengan cermat. Temui dokter untuk mengatasi masalah gatal yang berlangsung lama. Sebisa mungkin, cobalah untuk menghentikan siklus gatal-garuk sebelum makin parah. Banyak pengobatan yang dapat membantu meredakan gatal sebelum rasa gatal ini menjadi sulit untuk ditangani.

Itulah penjelasan mengenai prurigo nodularis. Jika kamu memiliki masalah dengan kulit yang selalu gatal atau tidak bisa berhenti menggaruk kulit, jangan sepelekan dan segera konsultasikan dengan dokter sebelum masalah ini membuat kulitmu penuh dengan bekas luka dan sulit dihilangkan.

Baca Juga: Duo Kulit Kering dan Berminyak, Ini 7 Tips Merawat Kulit Kombinasi 

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya