Comscore Tracker

Menjaga Mood, 5 Jenis Hormon Ini Meningkatkan Perasaan Bahagia

Semua dikenal sebagai 'hormon kebahagiaan' #IDNTimesHealth

Hormon terlibat dalam banyak proses penting dalam tubuh, seperti detak jantung, pencernaan, suasana hati, dan perasaan. Hormon adalah pembawa pesan kimiawi tubuh. Beberapa di antaranya dikenal karena kemampuannya dalam membawa perasaan bahagia.

Hormon-hormon tersebut mampu meningkatkan suasana hati yang buruk. Beberapa bahkan bisa mengurangi kecemasan dan mencegah gejala depresi. Sementara yang lain memicu kesenangan, kegembiraan, ikatan, dan kepercayaan. Secara umum, hormon ini dikenal sebagai "hormon kebahagiaan".

Lalu, apa saja hormon yang termasuk dalam "hormon kebahagiaan" ini? Berikut akan dibahas jenis-jenisnya yang dirangkum dari laman Best Health dan Healthline.

1. Oksitosin, si hormon cinta

Menjaga Mood, 5 Jenis Hormon Ini Meningkatkan Perasaan Bahagiailustrasi pasangan sedang tertawa (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Oksitosin disebut juga "hormon cinta". Hormon ini sangat penting untuk melahirkan, menyusui, dan ikatan orangtua-anak yang kuat. Kadarnya dapat ditingkatkan hanya dengan perilaku kasih sayang fisik, seperti ciuman, pelukan, dan seks.

Salah satu fungsi oksitosin adalah sebagai neurotransmtter yang membantu mengatur respons stres dan menenangkan sistem saraf. Kadar oksitosin yang tinggi biasanya berkaitan dengan cinta yang dirasakan, daya tanggap, dan rasa syukur yang lebih besar pada pasangan.

2. Endorfin, si penghilang rasa sakit

Menjaga Mood, 5 Jenis Hormon Ini Meningkatkan Perasaan Bahagiailustrasi berlari (pexels.com/RUN 4 FFWPU)

Endorfin merupakan hormon yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami. Ia bekerja dengan menghambat transmisi sinyal rasa sakit di sistem saraf pusat dengan mengikat reseptor opioid atau morfin alami tubuh. Endorfin meningkat saat kamu melakukan aktivitas seperti makan, berolahraga, atau berhubungan seks.

Hormon ini membuat kamu bahagia bukan dengan memblokir sinyal rasa sakit, melainkan karena mereka menyebabkan euforia. Salah satu caranya adalah dengan berlari. Sebab, aktivitas tersebut dapat menimbulkan lonjakan endorfin. Ini juga menjelaskan mengapa orang ketagihan berlari.

Baca Juga: 5 Jenis Minyak Esensial yang Mampu Menyeimbangkan Hormon, Yuk Dicoba!

3. Dopamin, si peningkat motivasi

Menjaga Mood, 5 Jenis Hormon Ini Meningkatkan Perasaan Bahagiailustrasi perempuan merasa bahagia (pexels.com/Anna Shvets)

Dopamin adalah neurotransmiter yang mendorong sistem penghargaan di otak. Jika kamu dipuji karena mendapatkan nilai yang baik saat ujian atau melakukan pekerjaan dengan memuaskan di kantor, produksi hormon dopamin akan meningkat. Hormon ini juga mendorong perilaku mencari kesenangan.

Kadar dopamin dapat ditingkatkan dengan menetapkan tujuan yang realistis dan mencapainya. Jadi, carilah aktivitas sehat yang menyenangkan yang memiliki dampak positif pada hidup.

4. Serotonin, si hormon kesejahteraan

Menjaga Mood, 5 Jenis Hormon Ini Meningkatkan Perasaan Bahagiailustrasi bahagia (pexels.com/Ava Motive)

Serotonin adalah neurotransmiter yang meningkatkan suasana hati. Hal ini juga yang menginspirasi terciptanya selective serotonin reuptake inhibitor, obat antidepresan yang bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin otak.

Cara alami dan efektif dalam meningkatkan serotonin adalah dengan berolahraga setiap hari. Ini menjadi alasan mengapa aktivitas tersebut memberikan ampuh dalam meningkatkan mood kita. Luangkan waktu 10 menit setiap hari untuk berolahraga demi menjaga suasana hati.

5. Estrogen, si penjaga suasana hati

Menjaga Mood, 5 Jenis Hormon Ini Meningkatkan Perasaan Bahagiailustrasi bahagia (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Estrogen adalah hormon bahagia yang membantu produksi serotonin dan melindungi seseorang dari iritabilitas dan kecemasan, serta menjaga suasana hati tetap stabil. Estrogen dapat menurun secara alami saat perempuan memasuki fase menopause. Selain itu, faktor gaya hidup, seperti merokok dan olahraga ekstrem juga dapat menurunkannya.

Di sisi lain, ketidakseimbangan estrogen pada perimenopause (sebelum menopause) dapat memengaruhi suasana hati secara negatif. Selain itu, meningkatnya hormon kortisol juga mengganggu sekresi, tindakan, dan fungsi hormon estrogen. Karenanya, manajemen stres dapat membantu menyeimbangkan estrogen.

Semua hormon ini adalah kunci perasaan bahagia dalam hidup. Secara umum, hormon bahagia bisa ditingkatkan dengan melakukan aktivitas yang baik, seperti berolahraga seimbang, menghabiskan waktu dengan orang tersayang, dan makan karbohidrat.

Baca Juga: 5 Tanaman Herbal Ajaib untuk Seimbangkan Hormon Tubuh

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya