Comscore Tracker

Ngeri! Ini 5 Parasit yang Dapat Hidup di Tubuh Manusia

Cegah dengan selalu menjaga kebersihan

Parasit adalah organisme yang bertahan hidup dengan cara menumpang pada makhluk hidup lain. Parasit juga sering kali merugikan karena biasanya hidup dengan mengambil nutrisi dari inangnya.

Parasit bisa hidup dengan menumpang pada tanaman, hewan, maupun manusia. Risiko infeksi parasit pada manusia lebih tinggi di daerah pedesaan maupun tempat yang memiliki sanitasi buruk, sehingga meningkatkan kemungkinan kontaminasi parasit pada makanan dan air minum.

Apa saja jenis parasit yang dapat hidup di tubuh kita? Berikut ini daftarnya!

1. Cacing kremi

Ngeri! Ini 5 Parasit yang Dapat Hidup di Tubuh Manusiapexels.com/Andrea Piacquadio

Cacing kremi adalah parasit kecil yang tidak berbahaya dan lebih sering terjadi pada anak-anak. Ketika sudah dewasa, cacing ini hidup di usus besar dan rektum, sementara cacing betina bertelur di sekitar anus, biasanya pada malam hari.

Telur cacing kremi bisa bertahan di tempat tidur, pakaian, dan bahan lainnya dan akan menular ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkena telur, lalu menyentuh mulut. Karena telur ini berukuran sangat kecil, kadang juga bisa menginfeksi lewat udara.

Meskipun infeksi cacing kremi tidak berbahaya, tetapi penelitian dalam Scholars Journal of Applied Medical Sciences mencatat bahwa cacing kremi pernah menjadi penyebab langka radang usus buntu. Artinya, meskipun ini termasuk kasus langka, kamu tidak boleh meremehkan infeksi cacing kremi dan harus segera berobat jika dirasa memilikinya.

Pada kasus tertentu, infeksi cacing kremi tidak menunjukkan gejala. Gejala umum yang biasa muncul di antaranya: 

  • Anus gatal
  • Rasa gatal yang diakibatkan bikin susah tidur
  • Anus terasa sakit dan terdapat ruam
  • Sakit perut
  • Mual

Bila mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

2. Kutu rambut

Ngeri! Ini 5 Parasit yang Dapat Hidup di Tubuh Manusiaunsplash.com/Averie Woodard

Kutu rambut merupakan parasit yang hidup di rambut dan meminum darah dari kulit kepala inangnya. Menurut keterangan dari Nemours Foundation, walaupun secara umum tidak berbahaya, tapi kutu dapat menyebabkan rasa gatal dan sangat menular. Kutu rambut paling sering menular di antara anak-anak.

Untuk menghilangkan kutu rambut, kamu bisa keramas menggunakan sampo yang dapat membunuh kutu beserta telurnya, dan dengan obat yang diresepkan dokter.

Selain itu, kamu juga perlu rutin menyisir rambut dengan menggunakan sisir bergigi halus untuk menghilangkan kutu yang sudah menetas. 

Gejala adanya kutu rambut ini adalah rasa gatal di kulit kepala, yang bisa menyebar sampai ke leher dan telinga. Rasa gatal ini adalah reaksi kulit terhadap tinja atau air liur kutu. Selain itu, kamu juga bisa merasakan seperti ada sesuatu yang merayap di kulit kepala.

Rasa gatal biasanya dirasakan paling parah pada malam hari, karena kutu lebih aktif dalam kondisi gelap. Makanya, kutu rambut bisa mengganggu tidur.

Baca Juga: Gejala Cacingan, 10 Tanda yang Menunjukkan Dampak Buruk Parasit Ini

3. Candida

Ngeri! Ini 5 Parasit yang Dapat Hidup di Tubuh Manusiapexels.com/Andreas Piacquadio

Melansir WebMD, Candida merupakan jamur parasit yang tumbuh subur di tempat-tempat yang gelap, hangat, dan lembap seperti mulut, lipatan kulit, dan selangkangan. Infeksinya menyebabkan ruam kulit, gatal, dan bengkak.

Di mulut, Candida bisa tumbuh sangat banyak dan menyebabkan bercak putih gatal di lidah, tenggorokan, atau di dalam pipi. Infeksi Candida kadang disebut juga sariawan dan dapat diobati dengan obat antijamur.
 
Pada orang dewasa, kondisi ini jarang terjadi. Namun, bila terjadi, biasanya berhubungan dengan gangguan kekebalan tubuh seperti AIDS, efek kemoterapi, diabetes yang tidak terkontrol, atau penggunaan steroid inhalasi yang tidak tepat.

4. Cacing pita

Ngeri! Ini 5 Parasit yang Dapat Hidup di Tubuh Manusiapexels.com/Polina Zimmerman

Cacing pita dapat masuk ke tubuh saat seseorang meminum air yang terkontaminasi telur atau larva cacing pita, atau mengonsumsi daging mentah atau setengah matang.

Melansir Healthline, setelah masuk ke dalam tubuh manusia, cacing pita akan menempelkan kepalanya ke dinding usus dan tetap berada di sana. Selanjutnya, cacing pita bisa menghasilkan telur yang menjadi larva dan bermigrasi ke bagian tubuh lain.

Seperti namanya, cacing pita memiliki tampilan seperti pita putih panjang yang dapat tumbuh hingga 80 kaki panjangnya dan hidup menumpang di tubuh manusia hingga 30 tahun.

Gejala yang bisa dirasakan oleh seseorang yang mengalami infeksi cacing pita di usus (taeniasis) adalah:

  • Mual
  • Penurunan nafsu makan
  • Sakit perut
  • Diare
  • Pusing
  • Keinginan untuk makan makanan asin
  • Penurunan berat badan akibat gangguan penyerapan makanan

Bila mengalami gejala-gejala di atas, cek kondisimu ke dokter.

5. Sarcoptes scabiei

Ngeri! Ini 5 Parasit yang Dapat Hidup di Tubuh Manusiafreepik.com/wayhomestudio

Tungau Sarcoptes scabiei, penyebab skabies, menggunakan delapan kakinya untuk menggali ke dalam lapisan atas kulit manusia dan kemudian mendapatkan makanan di daerah selangkangan, ketiak, di antara jari tangan atau kaki, atau di bawah pinggang.

Menurut keterangan dari American Academy of Dermatology, tubuh akan merespons infeksi skabies dengan munculnya ruam yang gatal.

Seseorang dapat terinfeksi skabies ketika bersentuhan dengan kulit, seprai, pakaian, atau furnitur orang lain yang terinfeksi. Infeksi skabies dapat diobati dengan obat yang dijual bebas atau diresepkan. Selain itu, kamu wajib mencuci seprai, pakaian, dan benda lain yang mungkin terkontaminasi skabies.

Gejala skabies meliputi:

  • Rasa gatal hebat yang umumnya dirasakan paling parah pada malam hari
  • Bekas galian tungau yang tipis dan tidak reguler, umumnya berbentuk luka atau benjolan. Biasanya ini muncul di area lipatan kulit, walau hampir setiap bagian tubuh bisa terkena

Pada orang dewasa dan anak yang lebih besar, skabies umumnya ditemukan di area antara jari, ketiak, sekitar pinggang, bagian dalam pergelangan tangan, siku bagian dalam, telapak kaki, area sekitar payudara, area sekitar alat kelamin laki-laki, bokong, lutut, dan selangka punggung.

Sementara itu, pada anak yang lebih kecil dan bayi, skabies bisa muncul di kepala, wajah, leher, telapak tangan, dan telapak kaki.

Demikianlah beberapa parasit yang dapat hidup di tubuh manusia. Agar tubuhmu tidak menjadi inang bagi parasit ini, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan diri, makanan, dan barang-barang di sekitarmu. Bila merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas, baiknya temui dokter agar bisa ditangani dengan tepat.

Baca Juga: Sudah Terbukti! 5 Bahan Alami untuk Membasmi Kutu Rambut dan Telurnya

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya