Comscore Tracker

Perbedaan Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus, Sudah Tahu?

Ternyata, kedua kondisi ini tidak saling berkaitan, lho

Diabetes insipidus dan diabetes melitus mungkin memiliki sebutan yang mirip. Namun, kedua penyakit ini sebenarnya tidak berhubungan satu sama lain, lho!

Secara singkat, diabetes insipidus adalah kondisi langka dimana ginjal tidak mampu menahan air. Sementara itu, diabetes melitus merupakan kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh memproduksi atau merespons insulin secara normal yang menyebabkan kadar glukosa dalam darah menjadi sangat tinggi.

Kali ini penulis mengulas seputar perbedaan diabetes insipidus dan diabetes melitus secara lebih rinci, mulai dari gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, hingga pencegahan. Dilansir situs Verywell, Health, dan WebMD, simak informasinya berikut ini, ya!

1. Gejala

Perbedaan Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus, Sudah Tahu?ilustrasi mudah kelelahan, salah satu gejala diabetes insipidus dan melitus (unsplash.com/Bruno Aguirre)

Diabetes melitus dan diabetes insipidus memiliki gejala yang sangat berbeda, tetapi ada beberapa gejala awal yang sama. Gejala yang sama, meliputi kelelahan, rasa haus yang meningkat, buang air kecil berlebihan, dan penglihatan kabur.

Gejala tambahan diabetes insipidus meliputi:

  • Produksi urine yang sangat tinggi dan memiliki sedikit warna atau bau
  • Sering bangun di malam hari karena dorongan untuk buang air kecil
  • Mengompol

Diabetes melitus terbagi menjadi tipe 1 dan tipe 2 yang keduanya memiliki gejala hampir sama sebagai hasil dari peningkatan kadar gula darah. Gejala yang paling umum meliputi:

  • Buang air kecil berlebihan
  • Rasa haus yang berlebihan 
  • Rasa lapar yang berlebihan
  • Penurunan berat badan
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Merasa sangat lelah
  • Kulit kering
  • Luka yang sulit sembuh
  • Lebih sering terkena infeksi.

2. Penyebab

Perbedaan Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus, Sudah Tahu?ilustrasi obesitas, salah satu faktor risiko diabetes melitus (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Antidiuretic hormone (ADH), ialah hormon yang diproduksi oleh hipotalamus dan disimpan di kelenjar pituitari yang membantu mengatur osmolaritas (konsentrasi) cairan dalam tubuh. Tugas utama ADH adalah mengatur kadar air dengan mengontrol produksi urine.

Pada diabetes insipidus, ADH gagal mengatur tingkat air tubuh dengan benar yang memungkinkan terlalu banyak urine diproduksi dan dikeluarkan dari tubuh. Kehilangan air secara besar-besaran ini dapat memicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.

Diabates insipidus adalah kondisi yang dapat diperoleh atau diwariskan. Penyebab umum diabetes yang didapat meliputi:

  • Cedera kepala
  • Pembedahan
  • Tumor otak
  • Penggunaan lithium kronis 
  • Kadar kalsium dalam darah yang terlalu tinggi
  • Kadar kalium dalam darah yang terlalu rendah
  • Infeksi ginjal
  • Batu ginjal
  • Infeksi otak
  • Kejadian yang tiba-tiba menurunkan oksigen ke otak.

Pada diabetes melitus, penyebab tergantung dari jenis yang dimiliki. Misalnya, diabetes tipe 1 cenderung diwariskan oleh genetik. Diabetes tipe 1 juga dikaitkan dengan penyakit autoimun, seperti:

  • Penyakit Graves 
  • Tiroiditis Hashimoto
  • Penyakit Addison
  • Vitiligo 
  • Penyakit celiac
  • Hepatitis autoimun
  • Myasthenia gravis 
  • Anemia pernisiosa.

Sementara itu, diabetes tipe 2 umumnya terkait dengan gaya hidup, yang dapat dikaitkan dengan resistensi insulin dan obesitas. Namun, diabetes tipe 2 juga memiliki faktor risiko genetik meski tidak sebesar diabetes tipe 1.

Baca Juga: Benarkah Ada Diabetes Basah dan Diabetes Kering? Ini Faktanya

3. Diagnosis

Perbedaan Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus, Sudah Tahu?ilustrasi mengukur gula darah (pexels.com/Klaus Nielsen)

Diabetes insipidus didiagnosis dengan beberapa cara, meliputi:

  • Tes darah: Untuk mengukur kadar natrium.
  • Urinalisis: Untuk mengetahui seberapa pekat atau encernya urine.
  • Tes kekurangan cairan: Bisa dilakukan di rumah atau di rumah sakit.

Sementara, diagnosis diabetes melitus dilakukan dengan tes darah: 

  • Tes glukosa puasa: Sampel darah diambil setelah pasien tidak makan setidaknya selama 8 jam. 
  • Tes A1c: Pasien tidak harus berpuasa sebelum tes.

4. Pengobatan

Perbedaan Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus, Sudah Tahu?ilustrasi insulin (pixabay.com/jwskks5786)

Perawatan untuk diabetes insipidus tergantung pada tipe mana yang diderita:

  • Sentral: Hormon sintetis yang disebut desmopresin dapat menggantikan vasopresin yang tidak dibuat tubuh untuk mengelola gejala.
  • Nefrogenik: Diuretik dan aspirin atau ibuprofen digunakan untuk membantu mengelola gejala diabetes insipidus nefrogenik.
  • Dipsogenik: Banyak dokter menyarankan pasien dengan diabetes insipidus tipe ini untuk mengisap es atau permen asam keras untuk memicu keinginan untuk minum.
  • Gestasional: Jenis diabetes yang terjadi saat hamil, biasanya diobati dengan desmopresin. Kebanyakan perempuan sembuh dari diabetes ini setelah melahirkan.

Diabetes melitus biasanya diobati dengan pemberian obat-obatan dan memperbaiki gaya hidup:

  • Pengobatan: Insulin harian melalui suntikan atau pompa insulin adalah pengobatan utama untuk diabetes tipe 1. Sementara, diabetes tipe 2 biasanya diberi obat-obatan oral, seperti Glucophage, yang mengatur kadar gula darah.
  • Insulin: Seiring waktu, individu dengan diabetes tipe 2 mungkin memerlukan insulin sebagai tambahan rejimen pengobatan mereka.
  • Perubahan gaya hidup: Orang dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 perlu memantau jumlah karbohidrat dalam makanan, menjalani gaya hidup aktif, serta mengelola tekanan darah dan kadar kolesterol.

5. Pencegahan 

Perbedaan Diabetes Insipidus dan Diabetes Melitus, Sudah Tahu?ilustrasi makan makanan sehat (pexels.com/Mikhail Nilov)

Menurut laman Family Doctor, pada sebagian besar kasus diabetes insipidus adalah kondisi permanen. Diabetes insipidus kemungkinan besar juga tidak akan dapat dicegah. Meskipun begitu, gejalanya dapat dikelola dengan baik.

Pada diabetes melitus, cara pencegahannya tergantung pada tipe diabates. Hingga kini belum diketahui bagaimana cara mencegah diabetes melitus tipe 1. Sementara itu, menurut laman Mayo Clinic, diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

  • Menurunkan berat badan ekstra: Bagi individu dengan masalah kelebihan berat badan, menurunkan berat badan ekstra dapat mengurangi risiko diabetes. 
  • Aktif secara fisik dapat membantu mencegah diabates dengan: menurunkan berat badan, gula darah, dan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin.
  • Makan makanan nabati yang sehat: Tumbuhan menyediakan nutrisi dan karbohidrat yang cocok untuk orang dengan diabetes. 
  • Makan lemak sehat: Untuk membantu menjaga berat badan, diet harus mencakup berbagai makanan dengan lemak tak jenuh.

Meski memiliki beberapa gejala yang sama, nyatanya diabetes insipidus dan diabetes melitus sebenarnya merupakan kondisi yang sama sekali berbeda sehingga memerlukan tes diagnostik dan pengobatan khusus. Untungnya, kedua kondisi tersebut sangat dapat dikendalikan asalkan pasien mengikuti semua saran dari profesional kesehatan. Semoga bermanfaat, ya!

Baca Juga: Mengapa Diabetes Menyebabkan Luka Sulit Sembuh?

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

a human

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Kidung Swara Mardika

Berita Terkini Lainnya