Comscore Tracker

5 Perubahan yang Terjadi pada Kulit Selama Kehamilan, Normal, kok

Bicarakan dengan dokter, ya #IDNTimesHealth

Selama kehamilan, perut bukan satu-satunya bagian tubuh yang mengalami perubahan. Fluktuasi hormonal menyebabkan banyak perubahan selama kehamilan, seperti mengidam aneh, emosi yang tidak stabil, hingga perubahan pada kulit.

Kira-kira, apa perubahan yang terjadi pada perempuan yang sedang hamil? Dirangkum dari laman Everyday Health dan Medical News Today, inilah yang akan terjadi pada kulit dalam sembilan bulan ke depan.

1. Stretch mark

5 Perubahan yang Terjadi pada Kulit Selama Kehamilan, Normal, kokilustrasi stretch mark (freepik.com/freepik)

Stretch mark adalah hal yang umum dialami perempuan yang sedang hamil. Selama kehamilan, stretch mark biasanya akan muncul di area perut, pantat, payudara, atau paha selama kehamilan. Pada mulanya, stretch mark memiliki tampilan ungu kemerahan dan seiring waktu memudar menjadi perak atau putih.

Kendati dapat memudar dengan sendirinya, stretch mark tidak benar-benar hilang seluruhnya. Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengontrol stretch mark selama kehamilan adalah terus melembapkan kulit.

2. Skin tag

5 Perubahan yang Terjadi pada Kulit Selama Kehamilan, Normal, kokilustrasi skin tag (insider.com)

Skin tag adalah pertumbuhan kulit kecil dengan pangkal kecil dan sempit serta tidak berbahaya. Skin tag biasanya ditemukan di area dengan tingkat gesekan tinggi, seperti ketiak, selangkangan, di bawah payudara, atau pangkal leher.

Skin tag sering muncul pada ibu hamil di trimester kedua dan ketiga. Ini lantaran selama kehamilan, terjadi peningkatan kadar estrogen dan progesteron yang merangsang pertumbuhan lapisan luar kulit. Pada beberapa perempuan, skin tag akan menyusut setelah melahirkan, tapi sebagian besar tetap ada. Namun, tenang, skin tag bisa dihilangkan dengan bantuan dokter kulit.

Baca Juga: 5 Tips Puasa Ramadan untuk Para Ibu Hamil, Tetap Sehat!

3. Spider vein dan varises

5 Perubahan yang Terjadi pada Kulit Selama Kehamilan, Normal, kokilustrasi kaki (pexels.com/Sora Shimazaki)

Spider vein adalah vena kecil berwarna merah yang paling sering terlihat pada wajah, leher, dan lengan. Perubahan hormon selama kehamilan dan volume darah yang lebih tinggi merupakan penyebab munculnya spider vein. 

Sementara, varises merupakan kondisi yang terjadi karena membesarnya pembuluh darah yang meningkatkan berat badan dan tekanan uterus. Kondisi ini mengurangi aliran darah ke kaki. Varises umumnya terjadi pada kaki, vulva, vagina, dan rektum, tetapi biasanya hilang setelah melahirkan.

Kabar baiknya, kondisi varises selama kehamilan ini dapat dicegah dan dikendalikan dengan tindakan:

  • batasi waktu duduk dan berdiri;
  • tidak menyilangkan kaki saat duduk dalam waktu lama;
  • naikkan kaki jika memungkinkan;
  • sering berolahraga; dan
  • cegah sembelit dengan olahraga dan mencukupi kebutuhan cairan.

4. Hiperpigmentasi

5 Perubahan yang Terjadi pada Kulit Selama Kehamilan, Normal, kokilustrasi hiperpigmentasi (pexels.com/Kevin Bidwell)

Hiperpigmentasi adalah bercak gelap yang ada pada kulit. Hiperpigmentasi terjadi karena peningkatan jumlah melanin.

Pada perempuan hamil, biasanya hiperpigmentasi dapat sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan. Namun, mungkin hiperpigmentasi akan bertahan selama beberapa tahun. Adapun, contoh hiperpigmentasi pada kehamilan adalah melasma yang berupa bercak cokelat di wajah, pipi, hidung, dan dahi.

Meskipun biasa terjadi pada perempuan hamil, melasma selama kehamilan dapat dikendalikan dengan cara:

  • membatasi paparan sinar matahari antara pukul 10 pagi dan 2 siang;
  • menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih; dan
  • mengenakan topi bertepi lebar saat beraktivitas di luar.

Selain itu, kamu mungkin juga perlu berkonsultasi dengan dokter kulit tentang cara mengatasi melasma selama kehamilan.

5. Jerawat

5 Perubahan yang Terjadi pada Kulit Selama Kehamilan, Normal, kokilustrasi jerawat (pixabay.com/SharonMcCutcheon)

Peningkatan kadar progesteron selama kehamilan juga memicu lebih banyak produksi sebum atau minyak yang bisa menyebabkan jerawat. Meskipun mungkin merasa ingin sekali mengatasi jerawat selama kehamilan, kamu wajib berhati-hati dalam memilih produk perawatan.

Perlu diingat, kamu perlu menghindari produk dengan kandungan retinol, retinoid, dan asam salisilat karena berisiko menyebabkan cacat lahir. Untuk amannya, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan produk perawatan kulit apa pun selama kehamilan.

Semua perubahan kulit tersebut adalah hal yang normal selama kehamilan sehingga kamu tidak perlu panik. Namun, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengantisipasi dan mengendalikan perubahan-perubahan tersebut.

Baca Juga: 5 Gangguan Kesehatan Mental pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya