Comscore Tracker

Mengenal Afasia: Gangguan Komunikasi Akibat Kerusakan Otak

Stroke merupakan penyebab utama afasia 

Afasia merupakan suatu kondisi di mana terjadinya gangguan saat berkomunikasi karena terjadi kerusakan otak pada satu area atau lebih, yang bertugas untuk mengontrol bahasa. Afasia dapat mempengaruhi komunikasi verbal, komunikasi tertulis, atau bahkan mengganggu komunikasi keduanya secara bersamaan. Akibat hal tersebut, penderita afasia akan mengalami gangguan saat membaca, menulis, berbicara, memahami ucapan, dan juga mendengarkan. 

Selain fakta-fakta di atas, terdapat fakta penting lainnya seputar afasia yang perlu kamu ketahui. Berikut ulasan lengkap seputar afasia.

1. Penyebab afasia

Mengenal Afasia: Gangguan Komunikasi Akibat Kerusakan Otakhospitalanchieta.com

Dilansir dari Mayo Clinic, penyebab utama afasia adalah kerusakan otak yang terjadi karena stroke. Stroke menyebabkan tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah pada otak. Akibat hal tersebut, pasokan darah yang menuju ke otak menjadi berkurang sehingga menyebabkan kerusakan pada area yang bertugas untuk mengontrol bahasa. Selain itu, stroke juga bisa memicu kematian pada sel otak.

Selain disebabkan oleh stroke, afasia juga bisa disebabkan oleh cedera kepala yang cukup parah, infeksi, tumor, demensia, gejala epilepsi hingga proses degeneratif. 

2. Jenis afasia

Mengenal Afasia: Gangguan Komunikasi Akibat Kerusakan Otakwebmd.com

Dilansir dari WebMD, afasi terdiri dari 5 jenis, yaitu afasia ekspresif (tidak lancar), afasia reseptif (lancar), afasia anomik, afasia global, dan afasia progresif primer. Dari 5 jenis afasia, yang paling parah adalah afasia global.

Afasia global umumnya muncul setelah penderita mengalami stroke. Afasia global menyebabkan kerusakan besar pada area depan dan belakang otak kiri, sehingga menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan berbicara, memahami kata-kata, membaca dan juga menulis. 

Nah, untuk afasia yang jarang terjadi atau langka yaitu afasia progresif primer. Penderita afasia progresif primer secara perlahan akan kehilangan kemampuan untuk berbicara, hingga kesulitan untuk memahami apa yang didengar pada suatu percakapan. Afasia progresif primer tidak dapat disembuhkan secara total.

Namun penderita afasia progresif primer yang juga memiliki stroke,  kondisinya akan membaik jika mendapatkan terapi yang tepat. Penderita afasia progresif primer umumnya berkomunikasi dengan cara lain selain dengan berbicara, yaitu dengan gerakan. 

3. Afasia sementara disebabkan oleh kejang, migrain, dan serangan iskemik sementara (TIA)

Mengenal Afasia: Gangguan Komunikasi Akibat Kerusakan Otaksuckhoehangngay.vn

Afasia ada yang berlangsung seumur hidup seperti afasia progresif primer, namun juga ada yang hanya berlangsung sementara sehingga bisa kembali normal. Afasia yang berlangsung sementara umumnya disebabkan oleh kejang dan migrain. Selain itu, afasia sementara juga dapat disebabkan oleh serangan iskemik sementara (TIA).

Afasia sementara  yang disebabkan oleh serangan iskemik sementara (TIA) umumnya akan menimbulkan gejala seperti kesulitan berbicara, kesulitan memahami perkataan seseorang, mati rasa pada bagian tubuh tertentu, dan kelemahan. Seseorang yang menderita afasia karena TIA, umumnya berisiko lebih tinggi mengalami stroke di kemudian hari. 

Baca Juga: 5 Penyebab Parkinson, Penyakit Kerusakan Sel-sel Saraf pada Otak

4. Diagnosis afasia

Mengenal Afasia: Gangguan Komunikasi Akibat Kerusakan Otakdubaihealthcare.ae

Setelah pasien berkonsultasi pada dokter akan gejala-gejala yang dialaminya akibat afasia, maka dokter akan menganjurkan pasien tersebut untuk melakukan serangkaian tes untuk bisa memastikan jika pasien tersebut positif atau tidaknya menderita afasia.

Serangkaian tes yang dianjurkan dokter untuk mendiagnosis afasia umumnya meliputi tes pencitraan seperti MRI atau CT scan, pemeriksaan fisik dan neurologis, serta menguji kemampuan pasien dalam berbicara, berinteraksi dengan orang lain, mengungkapkan ide-ide dengan jelas, membaca, menulis, hingga menguji kemampuan pasien dalam bahasa lisan maupun tulisan. 

5. Perawatan afasia

Mengenal Afasia: Gangguan Komunikasi Akibat Kerusakan Otakpgneurorehab.com

Setelah pasien positif menderita afasia, maka dokter akan merekomendasikan perawatan yang cocok untuk pasiennya yang disesuaikan dengan usia, jenis afasia, penyebab cedera otak, serta posisi dan ukuran lesi.

Untuk afasia yang bersifat sementara, umumnya tidak perlu menjalani perawatan khusus. Namun jika memiliki afasia jenis lainnya yang bersifat menetap, maka dokter akan merekomendasikan terapi wicara dan bahasa. Namun terapi wicara hanya akan mengurangi gejala, bukan menyembuhkan secara total. 

6. Pencegahan afasia

Mengenal Afasia: Gangguan Komunikasi Akibat Kerusakan Otakseangp.com

Menderita afasia tentu akan berdampak buruk pada kehidupan sehari-hari, karena berhubungan dengan terganggunya kemampuan untuk berkomunikasi. Padahal komunikasi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, sebaiknya cegah afasia dengan menghindari risiko munculnya penyebab utama dari afasia itu sendiri yaitu stroke.

Dengan mencegah stroke, maka risiko afasia juga akan berkurang. Stroke dapat dicegah dengan rutin berolahraga setiap hari, menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, mengonsumsi makanan yang rendah lemak dan sodium, mengontrol diabetes, serta mengontrol tekanan darah dan kadar kolestrol agar tetap stabil.

Nah, itulah ulasan lengkap seputar afasia, gangguan komunikasi akibat kerusakan otak. Semoga bermanfaat ya! 

Baca Juga: 5 Fakta Penting Neuropati Diabetik, Kerusakan Saraf Akibat Diabetes

Eliza ustman Photo Verified Writer Eliza ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya