Comscore Tracker

Mengenal Moluskum Kontagiosum, Infeksi Kulit Menular akibat Virus

Bisa sebabkan konjungtivitis jika berkembang di kelopak mata

Moluskum kontagiosum (molluscum contagiosum) adalah infeksi kulit umum dan menular. Penyakit kulit ini menyebabkan timbulnya benjolan atau lesi yang tidak berbahaya pada lapisan atas kulit.

Benjolan tersebut biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, akan hilang sendirinya, dan jarang meninggalkan bekas luka meski tidak diobati.

Namun, benjolan dan kulit di sekitarnya dapat menjadi merah dan meradang. Ini dianggap sebagai respons kekebalan terhadap infeksi. Jika tergores, benjolan dapat terinfeksi. Melansir Mayo Clinic, jika lesi sampai muncul di kelopak mata, konjungtivitis dapat berkembang.

Untuk mewaspadai kehadiran infeksi kulit yang menular ini, berikut deretan fakta medis seputar moluskum kontagiosum yang perlu kamu ketahui.

1. Penyebab moluskum kontagiosum

Mengenal Moluskum Kontagiosum, Infeksi Kulit Menular akibat Virusplymouthmeetingdermatology.com

Melansir Healthline, moluskum kontagiosum disebabkan oleh virus molluscum contagiosum (MCV). Virus menyebar melalui kontak langsung dengan seseorang yang mengidapnya, seperti menyentuh lesi pada kulit penderitanya atau dengan menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus, seperti handuk, pakaian, mainan, atau benda lain yang terkontaminasi.

Selain itu, berbagi peralatan olahraga yang telah disentuh oleh kulit telanjang seseorang juga bisa menyebabkan penularan virus ini. Virus bisa tetap berada di peralatan untuk ditularkan ke orang lain. Ini termasuk barang-barang seperti tikar gulat, sarung tangan bisbol, dan helm sepak bola.

Anak-anak bisa menularkan virus selama bermain dengan anak-anak lain, sementara remaja dan orang dewasa lebih mungkin tertular lewat kontak seksual.

Selain itu, penderita moluskum kontagiosum kemungkinan juga akan menyebarkan infeksi ke seluruh tubuhnya. Virus bisa berpindah dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya lewat sentuhan, menggaruk, atau saat mencukur benjolan, kemudian seseorang menyentuh bagian tubuh yang lain.

2. Faktor risiko moluskum kontagiosum

Mengenal Moluskum Kontagiosum, Infeksi Kulit Menular akibat VirusMoluskum kontagiosum di area mata. emedicinehealth.com

Moluskum kontagiosum bisa terjadi pada siapa pun. Namun, kelompok tertentu lebih mungkin untuk terinfeksi dibandingkan yang lainnya. Siapa saja?

  • Anak-anak berusia antara 1 dan 10 tahun
  • Orang yang tinggal di daerah yang beriklim tropis
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti perawatan kanker atau transplantasi organ
  • Orang yang berpatisipasi dalam olahraga kontak, seperti gulat atau sepak bola, yang sering melakukan kontak dari kulit ke kulit
  • Orang dengan dermatitis atopik, merupakan bentuk umum eksem yang menyebabkan ruam bersisik dan gatal

Baca Juga: Bikin Minder, Inilah 6 Fakta seputar Flek Hitam di Kulit

3. Gejala moluskum kontagiosum yang perlu diwaspadai

Mengenal Moluskum Kontagiosum, Infeksi Kulit Menular akibat VirusMolluscum contagiosum. pcds.org.uk

Gejala infeksi kemungkinan tidak terlihat hingga enam bulan. Masa inkubasi rata-rata yaitu antara 2-7 minggu. Penderitanya kemungkinan akan mengalami kemunculan sekelompok kecil lesi tanpa disertai nyeri. Benjolan ini bisa muncul sendiri atau dalam tambahan sebanyak 20, yang biasanya:

  • Sangat kecil, berkilau dan halus
  • Tegas dan berbentuk seperti kubah dengan lekuk atau lesung pipit di tengahnya
  • Diisi dengan inti pusat dari bahan lilin
  • Berdiameter antara 2 hingga 5 milimeter, atau antara ukuran kepala peniti dan ukuran penghapus di atas pensil
  • Muncul di mana saja, kecuali di telapak tangan atau telapak kaki, khususnya di wajah, perut, batang tubuh, lengan, dan kaki anak-anak, atau di paha bagian dalam, alat kelamin, dan perut orang dewasa

Bila penderita mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah, gejala yang dialami bisa lebih signifikan. Diametes lesi bisa sampai 15 milimater, kira-kira seukuran koin. Benjolan muncul lebih sering di wajah dan biasanya resistan terhadap pengobatan.

4. Diagnosis moluskum kontagiosum

Mengenal Moluskum Kontagiosum, Infeksi Kulit Menular akibat Viruscommons.wikimedia.org/Skincareaus

Benjolan kulit karena moluskum kontagiosum memiliki tampilan yang berbeda dengan kondisi lainnya. Oleh karena itu, dokter sering kali bisa menegakkan diagnosis hanya dengan mengamati benjolan. Pengikisan kulit atau biopsi bisa membantu memastikan diagnosis untuk menyingkirkan penyebab lesi lainnya, seperti cacar air, kanker kulit, atau kutil.

Biasanya, moluskum kontagiosum tidak memerlukan pengobatan. Meski begitu, penderitanya harus selalu meminta dokter untuk memeriksa lesi kulit, jika berlangsung lebih dari beberapa hari.

5. Pengobatan moluskum kontagiosum

Mengenal Moluskum Kontagiosum, Infeksi Kulit Menular akibat Virusdrkochert.com

Dalam kebanyakan kasus, penderita moluskum kontagiosum tanpa masalah sistem imun tidak perlu pengobatan. Benjolan akan hilang dengan sendirinya. Namun, melansir Healthline, pada beberapa kondisi pengobatan diperlukan jika:

  • Lesi berukuran besar dan terletak di wajah dan leher
  • Memiliki penyakit kulit seperti dermatitis atopik
  • Memiliki kekhawatiran serius tentang penyebaran virus

Perawatan paling efektif untuk moluskum kontagiosum dilakukan oleh dokter. Ini termasuk:

  • Cryotherapy: dokter akan membekukan setiap benjolan dengan nitrogen cair.
  • Kuretase: dokter akan menusuk benjolan dan mengikisnya dari kulit dengan alat kecil.
  • Terapi laser: penggunaan laser untuk menghancurkan setiap benjolan.
  • Terapi topikal: penggunaan krim yang mengandung asam atau bahan kimia ke benjolan untuk menginduksi pengelupasan lapisan atas kulit.

Dalam beberapa kasus, teknik perawatan di atas bisa menyakitkan dan menyebabkan jaringan parut. Anestesi kemungkinan juga akan dibutuhkan. Selain itu, karena metode di atas melibatkan perawatan setiap benjolan, kemungkinan akan dibutuhkan beberapa kali prosedur. 

Jika pasien mempunyai banyak benjolan besar, maka perawatan tambahan mungkin diperlukan setiap 3-6 minggu, sampai benjolan tersebut hilang. 

Dalam beberapa kasus, dokter akan meresepkan obat-obatan seperti:

  • Asam trikloroasetat
  • Imiquimoid 
  • Krim podophyllotoxin topikal 
  • Cantharidin 

Jika pasien hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui, beri tahu dokter tentang kondisinya tersebut sebelum minum obat atau melakukan prosedur lainnya.

Selain itu, jika sistem kekebalan tubuh dilemahkan akibat penyakit seperti HIV atau karena pengobatan kanker, kemungkinan moluskum kontagiosum perlu diobati. Sebab, perawatan yang berhasil akan lebih sulit bagi mereka dibanding pada orang yang sehat.

Setelah lesi menghilang, MCV tidak lagi ada di tubuh penderitanya, sehingga ia tidak akan bisa menyebarkan virus ke orang lain atau bagian tubuh lainnya. Namun, akan ada lebih banyak benjolan bila kembali terinfeksi.

Moloskum kontagiosum berbeda dengan cacar air. Jika seseorang pernah menderita moluskum kontagiosum, ia tidak terlindungi dari infeksi lagi.

Itulah deretan fakta medis seputar moluskum kontagiosum, infeksi kulit menular akibat virus MCV. Bila kamu mengalami gejala-gejalanya, segera periksakan ke dokter karena kondisi ini sangat menular dan supaya kamu segera mendapat perawatan medis yang tepat.

Baca Juga: Kulit Gatal-gatal? Mungkin Kamu Mengalami 10 Kondisi Medis Ini

Eliza ustman Photo Verified Writer Eliza ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya