Comscore Tracker

Osteomielitis: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatan

Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan tulang permanen

Osteomielitis atau osteomyelitis adalah infeksi pada tulang atau sendi. Infeksi bisa mencapai tulang lewat aliran darah atau menyebar dari jaringan terdekat. Infeksinya sendiri bisa disebabkan oleh satu atau banyak jenis bakteri dan/atau jamur.

Osteomielitis bisa dialami laki-laki maupun perempuan dengan risiko yang sama, pada semua kelompok usia, dan melibatkan tulang bagian mana pun. Namun, penyakit langka ini terjadi pada orang yang lebih muda dari usia 20 tahun, atau orang dewasa di atas 50 tahun.

Infeksi tulang bisa terjadi secara tiba-tiba atau berkembang dalam waktu yang lama. Jika tidak ditangani dengan benar, infeksi tersebut bisa menyebabkan kerusakan tulang secara permanen.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini deretan fakta seputar osteomielitis, mulai dari penyebab, gejala, risiko komplikasi, diagnosis, serta cara pengobatannya.

1. Penyebab osteomielitis

Osteomielitis: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi osteomielitis (scientificanimations.com)

Banyak organisme yang bisa menyebabkan osteomielitis. Namun, yang paling umum adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri tersebut biasanya ditemukan di kulit atau hidung, bahkan pada orang sehat.

Bakteri tersebut berjalan melalui aliran darah dan bisa menyebabkan infeksi tulang. Infeksi bisa dimulai di satu area tubuh dan menyebar ke tulang melalui aliran darah.

Dilansir Mayo Clinic, Staphylococcus aureus dapat masuk ke tulang dengan berbagai cara, seperti:

  • Aliran darah: kuman di bagian lain tubuh, misalnya di paru-paru karena pneumonia, atau di kandung kemih karena infeksi saluran kemih, bisa berjalan melalui aliran darah ke bagian tulang yang lemah.

  • Cedera: luka tusuk yang parah bisa membawa kuman masuk jauh ke dalam tubuh. Jika luka tersebut terinfeksi, maka kuman bisa menyebar ke tulang terdekat. Selain itu, kuman juga bisa masuk ke dalam tubuh saat seseorang mengalami patah tulang sangat parah, sehingga sebagiannya menonjol melalui kulit orang tersebut.

  • Operasi: kontaminasi langsung dengan kuman bisa terjadi selama operasi.

2. Gejala osteomielitis

Osteomielitis: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi gejala osteomielitis (freepik.com/freepik)

Melansir Healthline, gejala pertama osteomielitis yang biasanya muncul yaitu nyeri di tempat infeksi. Gejala umum lainnya meliputi:

  • Demam dan menggigil
  • Kemerahan di area yang terinfeksi
  • Mudah tersinggung atau merasa tidak enak badan
  • Drainase di area tersebut
  • Bengkak di area yang terkena
  • Kekakuan dan ketidakmampuan untuk menggunakan anggota tubuh yang terkena

Baca Juga: Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadai

3. Osteomielitis bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa

Osteomielitis: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi osteomielitis (hopkinsmedicine.org)

Osteomielitis bisa menyerang anak-anak maupun dewasa. Pada anak-anak, osteomielitis biasanya bersifat akut, yaitu datang dengan cepat, mudah diobati, dan secara keseluruhan lebih ringan dibandingkan dengan osteomielitis kronis. Dilansir WebMD, osteomielitis pada anak-anak biasanya terjadi di tulang lengan atau kaki.

Pada orang dewasa, osteomielitis bisa bersifat akut maupun kronis. Orang-orang dengan diabetes, HIV, atau penyakit pembuluh darah perifer lebih rentan mengalami osteomielitis kronis, yang menetap atau terjadi secara berulang meski telah diobati.

Baik kronis maupun akut, osteomielitis sering menyerang panggul atau tulang belakang orang dewasa. Selain itu, osteomielitis juga bisa menyerang kaki, terutama pada pasien diabetes.

4. Faktor risiko osteomielitis

Osteomielitis: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi diabetes (pixabay.com/stevepb)

Terdapat beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena osteomielitis, ini mencakup:

  • Gangguan diabetes yang memengaruhi suplai darah ke tulang
  • Merokok
  • Penggunaan obat intravena
  • Penyakit sel sabit
  • Penyakit arteri perifer (PAD)
  • Hemodialisis, yang merupakan pengobatan untuk kondisi ginjal
  • Trauma pada jaringan di sekitar tulang
  • Sendi atau perangkat keras buatan yang telah terinfeksi

5. Komplikasi yang bisa terjadi

Osteomielitis: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan PengobatanOsteonekrosis adalah salah satu komplikasi osteomielitis. (orthoinfo.aaos.org)

Selain bisa menyebabkan kerusakan tulang secara permanen, osteomielitis juga bisa menimbulkan beberapa komplikasi serius lainnya, yakni:

  • Kematian jaringan tulang (osteonekrosis): infeksi pada tulang bisa menghambat sirkulasi darah di dalam tulang yang menyebabkan kematian jaringan tulang. Area di mana jaringan tulang telah mati perlu diangkat melalui pembedahan agar antibiotik bisa menjadi efektif.

  • Artritis septik: terkadang infeksi di dalam tulang dapat menyebar ke sendi di dekatnya.

  • Pertumbuhan terganggu: pertumbuhan normal pada tulang atau persendian anak bisa terpengaruh jika osteomielitis terjadi pada area yang lebih lunak, yang disebut dengan lempeng pertumbuhan, di kedua ujung tulang panjang lengan dan kaki.

  • Kanker kulit: jika osteomielitis mengakibatkan luka terbuka yang mengeluarkan nanah, maka kulit di sekitarnya berisiko lebih tinggi terkena kanker sel skuamosa.

6. Diagnosis osteomielitis

Osteomielitis: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi diagnosis osteomielitis (hopkinsmedicine.org)

Dalam proses diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa pembengkakan, nyeri, dan perubahan warna. Selain itu, dokter mungkin juga akan memesan tes laboratorium dan diagnostik untuk menentukan lokasi dan tingkat infeksi yang tepat. 

Dokter juga bisa meminta pasien untuk melakukan tes darah untuk memeriksa organisme penyebab infeksi. Tes lainnya untuk memeriksa bakteri yaitu kultur urine, tes usap tenggorokan, dan analisis tinja. 

Tes lain yang mungkin dibutuhkan adalah pemindaian tulang untuk mengungkapkan aktivitas seluler dan metabolisme di tulang pasien. Tes ini menggunakan sejenis zat radioaktif untuk menyorot jaringan tulang. Jika tes ini masih tidak cukup, pasien mungkin butuh pemindaian MRI.

Dalam beberapa kasus, biopsi tulang mungkin dibutuhkan. Namun, rontgen tulang sederhana kemungkinan cukup bagi dokter untuk menentukan perawatan yang tepat untuk pasien.

7. Pengobatan osteomielitis

Osteomielitis: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatanilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Ada beberapa pilihan perawatan untuk mengobati osteomielistis. Namun, antibiotik kemungkinan satu-satunya yang dibutuhkan. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik secara intravena atau langsung ke pembuluh darah pasien bila tingkat infeksinya parah. Pasien mungkin perlu terapi antibiotik selama 6 minggu.

Namun, kadang infeksi tulang juga memerlukan pembedahan. Operasi yang dilakukan berupa pengangkatan tulang yang terinfeksi dan jaringan mati, serta mengeluarkan abses atau kantong nanah.

Bila pasien memiliki prostesis yang menyebabkan infeksi, maka dokter kemungkinan akan melepas dan menggantinya dengan yang baru. Selain itu, dokter juga akan mengangkat jaringan mati di dekat atau di sekitar area yang terinfeksi.

Sebagian besar kasus osteomielitis bisa diobati. Namun, infeksi tulang kronis mungkin perlu waktu lebih lama untuk diobati dan disembuhkan, terutama jika operasi dibutuhkan. Selain itu, perawatan harus intensif karena kadang amputasi perlu dilakukan.

Itulah deretan fakta medis seputar osteomielitis, infeksi tulang yang angka kasusnya jarang namun bisa sangat berbahaya. Jika kamu mengalami gejala-gejalanya, segera periksa ke dokter. Makin cepat kondisi ini terdiagnosis dan mendapat perawatan, maka akan makin besar pula peluang kesembuhannya.

Baca Juga: Kanker Tulang: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Eliza Ustman Photo Verified Writer Eliza Ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya