Comscore Tracker

Mengenal Presbikusis, Gangguan Pendengaran yang Sering Dialami Lansia

Hipertensi dan diabetes juga bisa menyebabkan kondisi ini

Presbikusis istilah medis untuk gangguan pendengaran terkait usia atau age-related hearing loss (ARHL). Kondisi ini menyebabkan hilangnya pendengaran secara bertahap selama beberapa tahun pada kedua telinga.

DilansirMedical News Today, presbikusis memengaruhi sekitar 1 dari 3 orang dewasa di Amerika Serikat (AS), antara usia 65 dan 74 tahun, dan merupakan salah satu penyebab paling umum dari gangguan pendengaran pada lansia. Selain itu, presbikusis adalah kondisi kesehatan kronis paling umum ketiga di antara orang tua, dan biasanya memengaruhi kedua telinga secara merata.

Mengutip News Medical  Life Sciences, laki-laki biasanya mengalami gangguan pendengaran frekuensi tinggi, sementara sebagian besar perempuan mengalami gangguan pendengaran frekuensi rendah.

Kehilangan pendengaran bisa berdampak signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Orang yang lebih tua dengan gangguan pendengaran kemungkinan melaporkan mengalami depresi, karena gangguan pendengaran bisa mempersulit percakapan, sehingga membuat munculnya perasaan terasing.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut deretan fakta medis seputar presbikusis yang perlu kamu ketahui.

1. Penyebab dan faktor risiko presbikusis

Mengenal Presbikusis, Gangguan Pendengaran yang Sering Dialami Lansiailustrasi presbikusis (azhear.com)

Sel-sel rambut kecil yang melapisi bagian bawah koklea pada telinga bagian dalam membantu untuk mendengar. Namun, seiring bertambahnya usia, sel-sel rambut ini rusak dan berangsur mati, sehingga menyebabkan presbikusis. Ini merupakan kelainan permanen karena sel-sel rambut yang rusak tidak dapat tumbuh kembali.

Selain itu, beberapa perubahan terjadi pada sistem pendengaran sentral karena efek dari penuaan. Neuron dalam sistem pendengaran kemungkinan juga akan berkurang secara perlahan. Mereka juga mulai menua dan karenanya, mengakumulasi pigmen penuaan lipofuscin. Volume struktur pendengaran menjadi lebih sedikit daripada yang lebih muda, yang disebabkan oleh hilangnya neuropil.

Meski penuaan adalah faktor terbesar penyebab presbikusis, tetapi faktor lain seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, penyakit jantung, obat-obatan yang bersifat toksik pada sel-sel sensorik, merokok, dan terlalu lama terpapar suara keras atau bising juga bisa berkontribusi pada kondisi ini.

Selain itu, faktor genetik juga bisa menyebabkan beberapa orang mengalami kerusakan telinga semacam ini, dan mereka kemungkinan mengalami masalah pendengaran seiring bertambahnya usia.

Terkadang, kelainan pada telinga luar atau telinga tengah, seperti berkurangnya fungsi membran timpani atau tiga tulang kecil di telinga tengah, juga bisa menyebabkan presbikusis. Sebagian besar lansia yang mengalami gangguan pendengaran mempunyai kombinasi gangguan pendengaran terkait usia dan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.

2. Tanda dan gejala presbikusis

Mengenal Presbikusis, Gangguan Pendengaran yang Sering Dialami Lansiailustrasi gangguan pendengaran pada lansia (advocateformomanddad.com)

Gejala presbikusis tidak bisa dengan mudah dikenali karena kondisi ini terjadi secara bertahap.

Dilansir News Medical Life Sciences dan Johns Hopkins Medicine, tanda dan gejala yang berkaitan dengan presbikusis meliputi:

  • Suara pembicaraan orang lain terdengar seperti bergumam
  • Orang-orang mulai mengulangi percakapan supaya bisa didengar
  • Kesulitan memahami percakapan ketika ada latar belakang yang bising
  • Kesulitan dalam mengimbangi percakapan kelompok
  • Merasa perlu menerapkan lebih banyak konsentrasi ketika mendengar
  • Kesulitan dalam komunikasi telepon
  • Kesulitan dalam membedakan suara bernada tinggi seperti ''s'' atau ''th''
  • Suara laki-laki tampaknya lebih mudah terdengar dibandingkan suara perempuan
  • Tinitus (telinga berdenging) bisa terjadi pada salah satu atau kedua telinga
  • Beberapa suara terdengar terlalu keras dan menjengkelkan

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Gangguan Pendengaran Sebelum Terlambat!

3. Diagnosis presbikusis

Mengenal Presbikusis, Gangguan Pendengaran yang Sering Dialami Lansiailustrasi pemeriksaan telinga (freepik.com/gpointstudio)

Seorang dokter kemungkinan akan mencurigai presbikusis jika pasiennya yang lansia mengalami gangguan pendengaran secara bertahap pada kedua telinganya. Namun, sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan mengesampingkan penyebab lain dari gangguan pendengaran yang dialami dengan memeriksa kerusakan gendang telinga dan saluran telinga untuk mengetahui adanya penyumbatan. Selain itu, dokter juga akan mencari tanda-tanda peradangan dan infeksi di telinga.

Jika penyelidikan lebih lanjut dibutuhkan, dokter biasanya akan merujuk pasiennya ke spesialis pendengaran, yang disebut dengan audiolog. Seorang audiolog bisa menguji pendengaran seseorang dengan meminta mereka untuk merespons suara yang diputar ke satu telinga dalam satu waktu melalui headphone. Tes ini disebut dengan audiogram.

Audiogram akan menentukan apakah orang tersebut bisa mendengar nada tertentu atau tidak, dan biasanya akan menunjukkan apakah seseorang menderita presbikusis atau tidak.

4. Pengobatan presbikusis

Mengenal Presbikusis, Gangguan Pendengaran yang Sering Dialami Lansiailustrasi alat bantu dengar (drjillgordon.com)

Presbikusis tidak bisa disembuhkan dan tidak ada obat yang disetujui yang bisa memulihkan gangguan pendengaran ini. Efek gangguan pendengaran terkait usia pada kehidupan sehari-hari bisa berhasil dikurangi dengan penanganan gejala, dan dalam kasus yang parah dengan pembedahan.

Dilansir Medical News Today, pilihan perawatan untuk presbikusis meliputi:

  • Teknik manajemen. Orang yang mengalami kesulitan mendengar biasanya akan lebih mengandalkan isyarat visual. Ini bisa mencakup membaca bibir dan menafsirkan postur serta gerak tubuh. Dalam kasus yang parah, itu dapat termasuk bahasa isyarat. Biasanya membantu untuk menghadapi  seseorang secara langsung ketika berbicara dengannya. Menghindari situasi yang bising dan memastikan pencahayaan yang memadai bisa mempermudah penderita presbikusis untuk terlibat dalam percakapan dengan percaya diri. Memberi tahu keluarga dan teman tentang masalah pendengaran dan meminta mereka dengan cara yang membantu, bisa sangat membantu dalam membuat hidup lebih mudah bagi orang yang memiliki kesulitan mendengar.
  • Alat bantu dengar. Alat bantu dengar bisa berguna bagi orang yang kesulitan mendengar dalam situasi yang bising. Ini merupakan perangkat elektronik yang bisa dikenakan di dalam atau di belakang telinga. Perangkat ini mempunyai mikrofon, amplifier, dan speaker. Mikrofon untuk menerima suara, amplifier untuk memperbesar suara, dan speaker untuk mengirimkannya ke telinga. Lingkaran pendengaran merupakan sistem suara yang biasanya digunakan di tempat umum. Ini memberikan sinyal nirkabel magnetik yang bisa diterima oleh seseorang yang menggunakan alat bantu dengar. Putaran pendengaran kemungkinan besar digunakan untuk layanan loket, seperti kantor pos, toko, atau di bank. Mereka juga bisa ditemukan di tempat ibadah dan ruang kelas. Selain itu, amplifier telepon dapat efektif seperti halnya perangkat yang mengubah suara menjadi teks. Subtitle sering kali tersedia untuk televisi dan film.
  • Implan koklea: implan bisa memulihkan pendengaran pada orang-orang yang mempunyai masalah pendengaran yang parah. Sebuah susunan elektroda pada telinga bagian dalam melewati bagian telinga yang rusak, yang dikenal sebagai koklea. Sinyal listrik secara langsung akan merangsang sel saraf yang tersisa di koklea. Kebanyakan orang dengan implan koklea akan mengalami peningkatan pendengaran secara signifikan, terutama jika alat bantu dengar tidak efektif.

5. Pencegahan presbikusis

Mengenal Presbikusis, Gangguan Pendengaran yang Sering Dialami Lansiailustrasi perlindungan terhadap telinga (helpingmehear.com)

Tedapat beberapa cara untuk mencegah gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan dan menghindari perburukan gangguan pendengaran terkait usia. Ini termasuk:

  • Melindungi telinga. Membatasi durasi dan intensitas paparan terhadap kebisingan merupakan perlindungan terbaik. Di tempat kerja, penutup telinga plastik atau penutup telinga berisi gliserin bisa membantu melindungi telinga dari kebisingan yang merusak.
  • Periksakan pendengaran secara berkala. Pertimbangkan tes pendengaran biasa jika kamu bekerja di lingkungan yang bising. Jika ada gejala gangguan pendengaran, kamu bisa segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah kehilangan lebih lanjut.
  • Hindari risiko rekreasi. Aktivitas seperti mengendarai mobil salju, berburu, menggunakan perkakas listrik, atau mendengarkan konser musik rock bisa merusak pendengaran seiring berjalannya waktu. Menggunakan pelindung pendengaran atau berhenti dari kebisingan bisa melindungi telinga. Selain itu, menurunkan volume saat mendengarkan musik juga bisa membantu.

Itulah deretan fakta medis seputar presbikusis, gangguan pendengaran yang sering dialami lansia. Jika memiliki gejala-gejalanya, sebaiknya segera periksa ke dokter. Bila dibiarkan, maka nantinya akan semakin sulit untuk mendengar dengan lebih baik meski telah menggunakan alat bantu dengar.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan fakta bahwa gangguan pendengaran yang tidak diobati pada orang dewasa yang lebih tua akan meningkatkan risiko untuk mengembangkan demensia dan penyakit Alzheimer, serta masalah emosional dan fisik lainnya.

Baca Juga: 6 Cara yang Terbukti Ampuh untuk Meningkatkan Kualitas Pendengaranmu

Eliza ustman Photo Verified Writer Eliza ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya