Comscore Tracker

Gabapentin: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Samping

Membantu menangani kondisi epilepsi dan nyeri neuropatik

Merupakan obat antikonvulsan atau obat antikejang, gabapentin adalah obat resep yang tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, maupun cairan.

Sebagai obat antikejang, gabapentin banyak digunakan untuk membantu pengobatan epilepsi dan beberapa kondisi lain. Berikut informasi lengkap mengenai obat gabapentin yang perlu diketahui.

1. Kegunaan gabapentin

Gabapentin: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi kejang (brainandlife.org)

Gabapentin banyak dimanfaatkan dalam pengobatan epilepsi karena obat ini membantu mengontrol kejang yang dialami pasien dengan epilepsi. Meski begitu, obat ini bukan untuk menyembuhkan epilepsi. Gabapentin hanya akan bekerja untuk mengontrol kejang apabila pasien terus meminumnya tanpa putus, mengutip Mayo Clinic.

Selain itu, dokter juga bisa meresepkan gabapentin untuk mengelola kondisi postherpetik, yaitu rasa sakit yang terjadi selepas herpes zoster.

Obat ini bekerja di otak untuk mencegah kejang dan menghilangkan rasa sakit untuk kondisi tertentu di sistem saraf. Akan tetapi, gabapentin tidak bisa digunakan untuk nyeri rutin yang disebabkan oleh cedera ringan atau radang sendi.

Sebagian merek gabapentin mungkin hanya bisa digunakan untuk mengontrol kejang atau meredakan nyeri, dan sebagian lainnya bisa digunakan untuk keduanya. Supaya tidak keliru, selalu perhatikan anjuran dokter dan jangan ragu bertanya.

2. Peringatan sebelum menggunakan gabapentin

Gabapentin: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi gabapentin (healthline.com)

Sebelum mengunakan gabapentin, perhatikan instruksi dokter maupun apoteker serta peringatan yang tertera di kemasan obat. Sebab, obat ini berpotensi memicu masalah pernapasan yang mengancam jiwa, terutama bila orang yang mengonsumsinya  memiliki gangguan pernapasan atau sedang menggunakan obat lain yang menyebabkan kantuk atau memperlambat pernapasan.

Bila setelah mengonsumsi gabapentin mengalami pernapasan lambat, segera cari bantuan medis.

Beberapa orang yang mengonsumsi obat ini dilaporkan dapat mengembangkan pikiran untuk bunuh diri atau perubahan perilaku. Jadi, kamu yang diresepkan obat ini perlu waspada terhadap perubahan suasana hati atau gejala yang dirasakan. Bila mengalami gejala baru atau memburuk, segera laporkan ke dokter.

Gabapentin dapat mengakibatkan pusing atau kantuk, sehingga penting untuk menghindari aktivitas yang berpotensi bahaya, seperti mengemudi, sampai kamu tahu sejauh mana obat ini memengaruhimu.

Orang yang alergi dengan gabapentin juga tidak boleh mengonsumsi obat. Dilansir Drugs, agar gabapentin bisa dipastikan keamanannya, beri tahu dokter jika sedang atau pernah:

  • Masalah pernapasan atau penyakit paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Depresi, gangguan suasana hati, atau pikiran hingga percobaan bunuh diri
  • Kecanduan narkoba
  • Penyakit ginjal atau jika menjalankan dialisis
  • Diabetes
  • Kejang, kecuali jika gabapentin digunakan untuk mengobati kejang
  • Penyakit hati
  • Penyakit jantung
  • Melakukan tidur siang
  • Bekerja shift malam

3. Dosis gabapentin

Gabapentin: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi gabapentin dalam bentuk cair dan kapsul (fannin.eu)

Dosis gabapentin dapat berbeda sesuai peruntukannya. Menurut Pusat Informasi Obat Nasional Badan POM RI, dosis gabapentin bisa jadi:

  • Epilepsi

Dosis awal pada hari pertama adalah 300 miligram (mg) sekali sehari, kemudian ditingkatkan menjadi 300 mg sebanyak dua kali sehari pada hari kedua, selanjutnya dinaikkan lagi menjadi 300 mg sebanyak tiga kali sehari pada hari ketiga.

Kemudian, dosis dapat dinaikkan secara bertahap sesuai respons pasien sampai maksimal 2,4 gram (gr) sehari. Akan tetapi, dosis lazim harian untuk orang dewasa adalah 0,9 sampai 1,8 gram.

Untuk anak-anak usia 6-12 tahun, pemberian gabapentin hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis. Dosis awal adalah 10 mg per kilogram (kg) berat badan pada hari pertama, lalu ditingkatkan menjadi 20 mg per kg berat badan pada hari kedua, lalu menjadi 25 sampai 35 mg per kg berat badan sehari dalam tiga dosis terbagi, kira-kira setiap 8 jam sekali.

Untuk anak-anak usia 3-5 tahun, biasanya diberikan dosis 40 mg per kg berat badan sehari dalam tiga dosis terbagi. Dosis harian maksimal adalah 50 mg per kg berat badan.

Penting untuk diperhatikan bahwa interval waktu konsumsi antar dosis obat ini tidak boleh lebih dari 12 jam.

  • Nyeri neuropatik

Gabapentin untuk rasa sakit atau nyeri neuropatik memiliki dosis awal 300 mg pada hari pertama, ditingkatkan menjadi 300 mg dua kali sehari pada hari kedua, dan 300 mg untuk tiga kali sehari pada hari ketiga.

Setelah itu, dosis akan ditingkatkan secara bertahap sesuai respons pasien dengan peningkatan 300 mg setiap harinya sampai maksimal dosis 1,8 gram setiap hari.

Baca Juga: Ibuprofen: Manfaat, Dosis, Peringatan, Interaksi, Efek Samping

4. Konsumsi gabapentin tidak boleh dihentikan, kecuali disarankan dokter

Gabapentin: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi kapsul gabapentin (unsplash.com/Sharon McCutcheon)

Konsumsi gabapentin harus sesuai dengan instruksi dokter. Jangan mengambil dosis yang lebih besar maupun lebih kecil daripada dosis yang direkomendasikan.

Merek gabapentin Gralise dan Horizant harus dikonsumsi bersama dengan makanan, sementara merek Neurontin bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Bila kamu memecah tablet Neurontin dan hanya mengambil setengahnya, ambil setengahnya lagi pada dosis berikutnya karena tablet yang sudah dipecah harus segera digunakan sesegera mungkin dalam beberapa hari.

Untuk kapsul atau tablet utuh, kamu harus menelannya utuh dan jangan dihancurkan, dikunyah, dipatahkan, atau dibuka. Gabapentin cair harus diukur dengan hati-hati.

Gabapentin yang disuntikkan harus diukur dengan jarum suntik dosis yang disediakan atau gunakan alat pengukur dosis obat, jangan sendok dapur.

Konsumsi gabapentin dalam bentuk apa pun tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba, meski kamu telah merasa sehat dan baik-baik saja sekalipun. Menghentikannya secara tiba-tiba berpotensi memperburuk kejang.

5. Overdosis, dosis yang terlewat, dan penyimpanan gabapentin

Gabapentin: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi gabapentin (medshadow.org)

Overdosis gabapentin mungkin menimbulkan gejala seperti perubahan penglihatan, rasa kantuk yang parah, sulit bicara hingga menjadi cadel, dan mengalami pelemahan fisik. Gabapentin tidak boleh dibagikan dengan orang lain, dikutip WebMD.

Ketika satu dosis terlewat, konsumsilah segera setelah ingat. Jeda dosis sebaiknya tidak lebih dari 12 jam, jadi benar-benar harus diperhatikan. Jangan pernah menggandakan atau mengurangi dosis yang seharusnya.

Obat yang berbentuk tablet dan kapsul sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang jauh dari cahaya sinar matahari dan kelembapan. Hindari menyimpannya di kamar mandi. Sementara itu, gabanpentin cair bisa disimpan di lemari es, tetapi jangan sampai membeku.

Jauhkan jauhkan obat dari jangkauan hewan peliharaan dan anak-anak. Buang produk ini dengan benar bila sudah kedaluwarsa atau tidak lagi diperlukan. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa bertanya mengenai hal ini ke dokter atau apoteker.

6. Interaksi obat

Gabapentin: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek Sampingilustrasi obat-obatan (unsplash.com/Volodymyr Hryshchenko)

Dilansir RxList, gabapentin tidak memiliki interaksi parah yang diketahui dengan obat lain. Meski begitu, obat ini tetap bisa menyebabkan interaksi sedang hingga serius dengan beragam obat lain. Interaksi serius gabapentin bisa terjadi dengan:

  • Hidrokodon
  • Valerian

Sementara itu, interaksi sedang atau moderat gabapentin mungkin meliputi:

  • Orlistat
  • Sevelamer
  • Natrium bikarbonat
  • Natrium sitrat atau asam sitrat
  • Aluminium hidroksida
  • Kalsium karbonat
  • Klobazam
  • Lurasidon
  • Morfin

Selain itu, gabapentin juga memiliki interaksi ringan dengan setidaknya 21 obat yang berbeda. Ketahui selengkapnya dengan bertanya kepada dokter atau apoteker, serta penting untuk memberi tahu semua obat maupun suplemen yang sedang digunakan.

7. Efek samping gabapentin

Gabapentin: Manfaat, Peringatan, Dosis, Interaksi, Efek SampingIlustrasi orang yang depresi (unsplash.com/Adrian Swancar)

Dilansir Cleveland Clinic, sejumlah efek samping yang harus sesegera mungkin dilaporkan ke dokter adalah:

  • Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah
  • Masalah pernapasan
  • Ruam, demam, dan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kulit yang kemerahan, melepuh, mengelupas, atau kendur, termasuk di dalam mulut
  • Pikiran untuk bunuh diri
  • Perubahan suasana hati

Adapun efek samping lain yang tidak memerlukan perhatian medis mungkin terjadi, termasuk:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, tangan, atau bagian kaki lain
  • Kelelahan

Demikianlah informasi seputar gabapentin, obat antikonvulsan atau obat antikejang resep dokter yang tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan cairan.

Karena efek sampingnya cukup serius, gabapentin harus benar-benar dikonsumsi sesuai instruksi dokter. Melewatkan dosis gabapentin untuk kejang apalagi menghentikan penggunaannya justru dapat mengakibatkan kejang makin parah. Oleh karena itu, obat ini harus dikonsumsi dengan pengawasan yang ketat.

Baca Juga: Metformin: Kegunaan, Dosis, Peringatan, Interaksi, dan Efek Samping

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya