Comscore Tracker

Overuse Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan

Gangguan gerakan karena aktivitas berulang

Overuse syndrome adalah kondisi yang merujuk pada gangguan gerakan berulang. Kondisi ini juga dikenal sebagai gangguan trauma kumulatif atau cedera regangan berulang.

Sindrom ini terjadi saat seseorang menggunakan bagian tubuh tertentu untuk bekerja lebih keras, meregangkan tubuhnya lebih jauh, atau memforsir fungsi tubuh tertentu pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang biasanya mampu ditangani.

Dampak dan regangan mungkin minimal per satu kejadian. Akan tetapi, efek kumulatif dari regangan konstan pada akhirnya menyebabkan kerusakan. Itu karena aktivitasnya sering terfokus pada sendi dan memengaruhi otot, tulang, tendon, atau bursa sendi tersebut.

Dalam kebanyakan kasus, overuse syndrome terjadi pada orang-orang yang sering melakukan gerakan tertentu berulang kali selama beraktivitas sehari-hari. Yuk, kenali lebih dalam mengenai kondisi ini!

1. Penyebab dan faktor risiko

Overuse Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi overuse syndrome (healthjade.net)

Penyebab overuse syndrome bisa sangat bervariasi. Melansir Medical News Today, sejumlah aktivitas dapat meningkatkan risikonya, misalnya:

  • Penggunaan otot atau kelompok otot tertentu secara berlebihan
  • Menggunakan peralatan yang menghasilkan getaran
  • Bekerja atau beraktivitas di suhu yang dingin
  • Postur tubuh yang buruk atau ruang kerja yang dirancang tidak ergonomis
  • Menjalankan aktivitas yang membutuhkan kekuatan
  • Mempertahankan postur yang sama untuk waktu yang lama
  • Adanya tekanan langsung ke area tertentu
  • Membawa beban berat
  • Kelelahan
  • Peningkatan stres psikologis mampu memperburuk kondisi overuse syndrome

2. Gejala dan jenis

Overuse Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi nyeri karena overuse syndrome (healthnavigator.org.nz)

Overuse syndrome umumnya terkait dengan gerakan tangan berulang, misalnya mengetik, bekerja di jalur perakitan pabrik, menjahit, memainkan instrumen musik, dan sebagainya. Meskipun demikian, semua bagian tubuh bisa terdampak sindrom ini, seperti tendon dan otot jari, tangan, pergelangan tangan, siku, bahu, punggung, dan leher.

Mengutip Better Health Channel, gejala overuse syndrome akan berbeda-beda tergantung pada lokasi cedera dan tingkat keparahan kondisinya. Adapun beberapa gejala umum yang kerap terjadi dapat berupa:

  • Nyeri
  • Kelemahan otot
  • Pembengkakan
  • Mati rasa
  • Mobilitas sendi jadi terbatas

Baca Juga: 6 Fakta Shin Splints, Cedera Tulang Kering karena Aktivitas Berlebih

3. Komplikasi yang bisa terjadi

Overuse Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi tendinitis atau tendonotis (aptivahealth.com)

Seperti yang dipaparkan di laman Cleveland Clinicoveruse syndrome bisa memicu beberapa penyakit lain, termasuk:

  • Tendinitis
  • De Quervain’s tenosynovitis (iritasi pada tendon pergelangan tangan dan ibu jari)
  • Stenosing tenosynovitis  (tendon fleksor bengkak)
  • Capsulitis (radang ligamen)
  • Ketegangan otot atau tendon

4. Diagnosis

Overuse Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi tes elektromiografi (chicagoneurodoc.com)

Guna mendiagnosis overuse syndrome, dokter akan mengajukan pertanyaan tentang pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang dilakukan pasien untuk mengetahui gerakan berulang apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi.

Dokter juga akan menanyakan tentang lingkungan kerja pasien dan melakukan berbagai tes gerak dan memeriksa kelembutan, peradangan, refleks, dan kekuatan di area yang terdampak.

Pada tahap selanjutnya, dokter mungkin akan memesan magnetic resonance imaging (MRI) atau ultrasound untuk melihat separah apa kerusakan jaringan yang terjadi.

Elektromiografi (EMG) juga bisa dilakukan untuk memeriksa kerusakan saraf. 

Untuk kerusakan yang bersifat ringan, dokter mungkin akan merujuk pasien ke ahli terapi fisik. Sementara untuk kerusakan yang parah, dokter akan merujuk pasien ke spesialis atau ahli bedah, mengutip Healthline.

5. Pengobatan

Overuse Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi menggunakan splint (freepik.com/whatwolf)

Pengobatan yang paling mudah dan efektif untuk overuse syndrome adalah dengan menghentikan aktivitas atau gerakan yang memicu gejala. Tentu ini tidak dapat selalu dilakukan karena sebagian aktivitas pemicu tersebut mungkin diperlukan untuk bekerja. Seandainya pasien tidak bisa menghentikan aktivitas pemicu sepenuhnya, setidaknya batasi semampunya.

Selain itu, pasien dengan overuse syndrome sebaiknya menjalankan perawatan konservatif yang direkomendasikan oleh dokter, yang dapat mencakup:

  • Injeksi yang dilakukan oleh dokter
  • Melakukan mandi kontras, yakni mandi bergantian antara mandi air panas dan dingin
  • Olahraga yang ringan
  • Menggunakan splint pada area yang terdampak
  • Membuat perubahan pada aktivitas yang menimbulkan gejala

Makin cepat melakukan perawatan, maka makin efektif pula perawatan tersebut untuk meredakan gejala. Pasien juga bisa dirujuk ke terapis okupasi atau terapis fisik. Apabila rasa sakit atau gejala masih terasa meski perawatan telah dilakukan, dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan.

6. Pencegahan

Overuse Syndrome: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi posisi duduk yang tidak nyaman (freepik.com/yanalya)

Menurut keterangan dari National Health Service, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko overuse syndrome, yang meliputi:

  • Menjaga postur yang baik di tempat kerja atau saat melakukan aktivitas berulang.
  • Mengambil istirahat yang teratur dari tugas-tugas yang panjang atau berulang. Akan lebih baik untuk mengambil istirahat dengan durasi yang singkat tetapi lebih sering dibandingkan hanya mengambil satu sesi istirahat yang panjang.
  • Mencoba latihan pernapasan bila mengalami stres.
  • Jika kamu bekerja di depan komputer sepanjang hari, pastikan kursi, keyboard, mouse, dan layar monitor diposisikan sedemikian rupa guna meminimalkan terjadinya ketegangan.

Kasus overuse syndrome paling banyak dirasakan di tangan dan lengan. Kebanyakan pasien bisa pulih hanya dengan mengubah gaya hidup, yaitu dengan menghindari pemicu gejala. Perubahan gaya hidup yang diiringi dengan latihan peregangan akan membantu meringankan nyeri di area yang terdampak dan mencegah cedera mengganggu lainnya.

Jika overuse syndrome tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi cedera permanen yang kadang bisa sangat parah dan dapat menyebabkan kehilangan fungsi di area yang terkena. Jadi, waspadai gejalanya dan jangan disepelekan, ya!

Baca Juga: Penting! Lakukan 7 Latihan Penguatan Kaki ini untuk Mencegah Cedera

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya