6 Fakta Insomnia pada Lanjut Usia, Bisa Diatasi dengan Akupunktur

Bukan cuma anak muda doang yang bisa insomnia

Tidak seperti anak-anak yang cukup mudah tidur, usia dewasa bisa kesulitan tidur. Kondisi ini bisa merujuk pada insomnia. Ini tak terkecuali pada orang-orang yang sudah lanjut usia.

Mari kita kenali fakta insomnia menurut dr. Dwi Rachma Helianti, Sp. Ak seperti disarikan dari dalam buletin HealthFirst Rumah Sakit Pondok Indah Group. Cek satu per satu di bawah ini.

1. Definisi insomnia

6 Fakta Insomnia pada Lanjut Usia, Bisa Diatasi dengan AkupunkturIlustrasi insomnia (Pexels.com/cottonbro)

Menurut Diagnostic and Statistically Manual of Mental Disorder, yang dimaksud insomnia adalah ketidakpuasan atas kualitas atau kuantitas tidur yang berhubungan dengan satu atau lebih gejala. Gejala yang pertama adalah sulit mulai tidur.

Kedua, gejalanya adalah sulit mempertahankan tidur atau sering terbangun. Terakhir, mudah bangun pada dini hari, lantas sulit kembali tidur.

2. Dampak yang terjadi jika insomnia dibiarkan

6 Fakta Insomnia pada Lanjut Usia, Bisa Diatasi dengan AkupunkturIlustrasi insomnia (Pexels.com/cottonbro)

Jika dibiarkan berlarut-larut, insomnia bisa menimbulkan berbagai dampak negatif. Salah satunya adalah menurunkan ambang nyeri.

Dampak lainnya adalah meningkatkan rangsang simpatis (pasien selalu dalam kondisi sigap). Meningkatnya tekanan darah dan depresi pun mungkin terjadi.

3. Pada lansia, insomnia biasanya terjadi karena penurunan hormon

6 Fakta Insomnia pada Lanjut Usia, Bisa Diatasi dengan AkupunkturIlustrasi insomnia (Pexels.com/SHVETS production)

Pada tubuh manusia, terdapat berbagai hormon. Salah satunya disebut melatonin. Hormon yang diproduksi otak ini berfungsi untuk menimbulkan rasa kantuk, lalu tertidur.

Jumlah hormon tersebut pada tubuh tidak selalu sama. Volume hormon ini paling tinggi ada pada bayi dan semakin berkurang seiring pertambahan usia. Pada lanjut usia, hormon ini sangat berkurang hingga berdampak pada sulit mengantuk.

Baca Juga: 6 Fakta Fatal Familial Insomnia, Gangguan Tidur yang Langka

4. Selain faktor hormon, insomnia bisa disebabkan oleh faktor psikologis

6 Fakta Insomnia pada Lanjut Usia, Bisa Diatasi dengan AkupunkturIlustrasi insomnia (Pexels.com/SHVETS production)

Selain itu, insomnia bisa disebabkan oleh faktor psikologis. Contohnya adalah depresi, kejadian tidak menyenangkan, dan beban pikiran.

Lansia sendiri dikenal lebih sensitif, bahkan pada hal kecil. Ini juga bisa menganggu kualitas tidurnya. Untuk kasus seperti ini, maka penanganan psikolog agau psikiater yang diperlukan.

5. Ketika dikonsultasikan ke dokter, ini yang harus dijelaskan

6 Fakta Insomnia pada Lanjut Usia, Bisa Diatasi dengan AkupunkturIlustrasi periksa ke dokter (Pexels.com/LinkedIn Sales Navigator)

Ingin mengonsultasikan masalah insomniamu ke dokter? Pastikan informasi yang kamu jelaskan ke dokter cukup terperinci.

Pertama, apa gejala insomnia yang dialami. Kedua, sejak kapan insomnia terjadi dan berapa lama atau sering frekuensinya. Ketiga, apakah ada faktor penyebab lainnya. Misalnya, kebiasaan konsumsi kafein, alkohol, atau hal lainnya.

6. Akupunktur bisa menjadi salah satu solusi insomnia

6 Fakta Insomnia pada Lanjut Usia, Bisa Diatasi dengan AkupunkturIlustrasi akunpunktur (Pexels.com/Ryutaro Tsukata)

Obat penenang bukan satu-satunya solusi agar penderita insomnia rileks dan tidur. Kini, akupunktur medik bisa dimanfaatkan juga untuk mengatasi permasalah tidur ini.

Terapi dengan jarum ini terbilang aman karena dapat meningkatkan produksi melatonin dan tidak menggunakan obat. Bahkan, terapi ini mampu menurunkan dosis penggunaan obat yang dikonsumsi penderita.

Itulah fakta insomnia pada usia lanjut. Kamu tidak menyangka kalau gangguan ini bisa diatasi terapi akupunktur, bukan?

Baca Juga: Tips Mengatasi Insomnia, Bisa Dilakukan Sebelum Tidur

Febriyanti Revitasari Photo Verified Writer Febriyanti Revitasari

I believe the grass is no more greener on the other side

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya