Comscore Tracker

Apa Benar Vitamin D Berasal dari Sinar Matahari? Begini Penjelasannya

Ternyata ada mekanismenya

Kita sering mendengar bahwa vitamin D berasal dari sinar matahari. Oleh karenanya, banyak dari kita yang sering meluangkan waktu untuk berjemur pada pagi hari demi mendapatkan vitamin yang satu ini.

Bahkan sejak bayi, kita sering “dijemur” oleh orang tua agar mendapatkan vitamin D yang cukup. Namun, apakah benar vitamin tersebut berasal dari sinar matahari? Simak penjelasannya berikut ini, ya!

1. Sekilas tentang vitamin D

Apa Benar Vitamin D Berasal dari Sinar Matahari? Begini Penjelasannyapixabay.com/ponce_photography

Dalam sebuah studi literatur dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas tahun 2006, dijelaskan bahwa vitamin D merupakan prohormon steroid. Vitamin ini diwakili oleh sekelompok senyawa steroid yang terdapat pada hewan, tetapi juga terdapat dalam tumbuhan.

Melalui berbagai proses metabolik, vitamin D dapat menghasilkan suatu hormon, yaitu kalsitriol, yang berperan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfat.

Nah, vitamin D ini dihasilkan dari provitamin ergosterol yang terdapat dalam tumbuhan, dan 7-dehidrokolesterol yang terdapat dalam tubuh hewan (termasuk dalam tubuh kita).

Jika vitamin D bisa diperoleh dari makanan, jadi apa fungsi dari berjemur di pagi hari? Baca penjelasan di poin selanjutnya.

2. Peran sinar matahari 

Apa Benar Vitamin D Berasal dari Sinar Matahari? Begini Penjelasannyapixabay.com/silviarita

Dari sini, paparan sinar matahari membantu 7- dehidrokolesterol yang terdapat dalam tubuh hewan (termasuk dalam tubuh manusia) menjadi bentuk aktifnya.

Berdasarkan penjelasan dalam sebuah laporan dalam Journal of Nutrition College tahun 2017, sinar ultraviolet B (UVB) dengan panjang gelombang 290-315 nm yang berasal dari sinar matahari akan diserap oleh kulit dan kemudian akan mengubah 7-dehidrokolesterol di kulit, yang selanjutnya dikonversi menjadi vitamin D3 (kolekalsiferol).

Sementara pada tumbuhan, provitamin ergosterol akan dikonversikan menjadi vitamin D2 (egokalsiferol).

Lebih lanjut, vitamin ini akan menjalani metabolisme di hati menjadi 25(OH)D dan di ginjal menjadi 1,25(OH)2D (kalsitriol). Dari bentuk aktif inilah, vitamin D baru bisa menjalankan fungsinya di dalam tubuh.

Baca Juga: Benarkah Orang Dewasa Tidak Perlu Suplemen Kalsium dan Vitamin D?

3. Fungsi vitamin D dalam tubuh

Apa Benar Vitamin D Berasal dari Sinar Matahari? Begini Penjelasannyapixabay.com/lograstudio

Peran utama vitamin D adalah pengaturan metabolisme kalsium dan fosfat, mulai dari absorpsi hingga mineralisasi tulang.

Penelitian dalam Jurnal Kesehatan Andalas tahun 2019 menunjukkan peranan vitamin D dalam meningkatkan fungsi barrier, produksi peptide antimikrobial, dan beberapa fungsi imunomodulasi pada imunitas alamiah dan sel epitel di sistem respiratori, gastrointestinal, kulit, genitourinari, dan lainnya.

4. Defisiensi vitamin D

Apa Benar Vitamin D Berasal dari Sinar Matahari? Begini Penjelasannyapixabay.com/Semevent

Defisiensi atau kekurangan vitamin D bisa menyebabkan penyakit rakitis pada anak-anak dan osteomalasia pada orang dewasa.

Rakitis adalah kelainan pertumbuhan tulang pada anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Sementara itu, osteomalasia adalah kelainan pada tulang yang mengakibatkan tulang menjadi lunak, sehingga mudah patah.

Kelainan tersebut disebabkan oleh pelunakan tulang yang terjadi akibat kekurangan kalsium dan fosfat. Defisiensi vitamin D juga dihubungkan dengan risiko berbagai penyakit respiratori, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

5. Sumber vitamin D 

Apa Benar Vitamin D Berasal dari Sinar Matahari? Begini Penjelasannyapixabay.com/Shutterbug75

Kamu dapat memenuhi asupan sumber vitamin D3 dalam bahan pangan seperti ikan, minyak hati ikan, telur, hati sapi, susu dan produk olahannya. Bagi bayi, ASI adalah sumber vitamin D terbaik.

Agar vitamin D dapat menjadi bentuk aktif, kamu juga dianjurkan untuk minimal terpapar sinar matahari di wajah, lengan, tangan, dan kaki selama 20-30 menit pada pagi hari, dan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu untuk mencapai 1 MED (intensitas atau dosis sinar UV) untuk memenuhi kebutuhan vitamin D yang adekuat.

Itulah ulasan terkait serba-serbi vitamin D dan bagaimana mekanismenya di dalam tubuh. Meski perannya penting bagi tubuh, tentu saja konsumsi berlebihan hingga suplementasi tanpa anjuran dokter tidak baik. Melalui pemenuhan konsumsi pangan sumber vitamin D dan meluangkan waktu terpajan sinar matahari pagi sudah mampu, kok, untuk terhindar dari defisiensi vitamin D.

Baca Juga: 9 Manfaat Mengejutkan Vitamin D, Kurangi Risiko COVID-19 hingga Kanker

ilham bintoro Photo Verified Writer ilham bintoro

dimana-mana hatiku senang, lalala~

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya