Comscore Tracker

5 Alasan Beralih Gunakan Pembalut Reusable, Cintai Bumi!

Lebih aman dari pembalut sekali pakai, lho!

Saat haid biasanya setiap perempuan menggunakan pembalut. Sayangnya penggunaan pembalut sekali pakai ternyata cukup berbahaya bagi lingkungan. Padahal pembalut sekali pakai sangat praktis dan biasanya tipis sehingga terasa ringan dipakai.

Sebenarnya, terdapat alternatif pembalut yang bisa kamu gunakan, lho. Namanya adalah pembalut reusable yang terbuat dari kain. Selain bisa digunakan berkali-kali, rupanya pembalut ini lebih aman bagi kesehatan kita dan Bumi. Berikut deretan alasan sudah seharusnya kamu beralih menggunakan pembalut reusable. 

1. Pembalut sekali pakai jadi penyumbang sampah plastik tertinggi kedua di Pulau Jawa

5 Alasan Beralih Gunakan Pembalut Reusable, Cintai Bumi!ilustrasi pembalut (pexels.com/Karolina Grabowska)

Menurut Suhanti dalam webite Journal UNAIR, pembalut dan popok bayi ternyata penyumbang sampah plastik terbanyak kedua di pulau Jawa. Hal ini disebabkan setiap orang menggunakan pembalut dan popok sekali pakai padahal sulit untuk diuraikan.

Selain itu, dilansir The Hindu, menurut Preethi Sukumaran, pembalut dan popok menjadi semakin menumpuk di tempat pembuangan akhir. Bahkan sampah satu ini semakin menggunung dan menyebabkan bau menyengat jika terkena hujan. Kabarnya, bau menyengat ini disebabkan kandungan klorin di dalamnya yang tentu bersifat racun.

2. Biota air alami kemandulan

5 Alasan Beralih Gunakan Pembalut Reusable, Cintai Bumi!ilustrasi biota laut (pexels.com/Andrea L)

Menurut Simon Reddy di jurnal Pew Trust, mirisnya sampah plastik seperti pembalut maupun popok ada yang dibuang ke laut. Sehingga biota laut pun akhirnya mengalami kemandulan akibat bahan kimia berbahaya dari pembalut sekali pakai tersebut.

Bahkan bukan hanya mandul, bisa saja biota laut mengalami kematian akibat tanpa sengaja memakan sampah plastik yang dibuang ke laut tersebut. Contohnya saja paus abu-abu atau gray whale mengalami kematian karena dalam perutnya terdapat 20 sampah plastik. Paus tersebut kemudian mengalami sakit perut hebat akibat sampah plastik yang terdapat dalam perutnya. Kalau sudah begini jelas saja lingkungan sudah tercemar.

3. Minim iritasi

5 Alasan Beralih Gunakan Pembalut Reusable, Cintai Bumi!ilustrasi pembalut kain (bettergoods.org)

Ketika kamu memiliki kulit yang sensitif, maka penggunaan pembalut kain atau reusable adalah pilihan jitu. Karena biasanya pembalut sekali pakai memiliki kandungan bahan kimia yang lumayan tinggi sehingga kulit pun akan mengalami iritasi.

Selain bahan kimia, beberapa pembalut sekali pakai memiliki tekstur yang kasar sehingga ketika bergesekan dengan kulit akan menyebabkan iritasi. Preethi Sukumaran menambahkan, lebih baik mulai saat ini gunakan pembalut reusable yang bisa dicuci karena sifatnya lebih ramah lingkungan dan minim efek samping.

Baca Juga: Girls, 8 Kesalahan Ini Sering Kamu Lakukan Saat Memakai Pembalut Loh

4. Sebabkan pemanasan global

5 Alasan Beralih Gunakan Pembalut Reusable, Cintai Bumi!ilustrasi pemanasan global (pexels.com/Andrea Schettino)

Sampah pembalut sekali pakai biasanya akan dikumpulkan ke tempat pembuangan akhir atau TPA. Menurut Nan Lin dalam jurnal yang diterbitkan Science Direct, pembalut yang menumpuk tersebut pada akhirnya akan mengeluarkan VOC atau volatile organic compound atau senyawa organik mudah menguap seperti dioxane dan benzene. Dua senyawa ini sama halnya seperti racun.

Selain itu senyawa organik seperti dioxane dan benzene berkontribusi dalam pemanasan global. Sedangkan sumber pemanasan global sendiri bervariasi entah karena industri, asap kendaraan dan yang lainnya. Kalau sudah begini jelas saja Bumi semakin panas dan rusak.

5. Memerlukan waktu ratusan tahun untuk dapat diuraikan

5 Alasan Beralih Gunakan Pembalut Reusable, Cintai Bumi!ilustrasi pembalut (pexels.com/Karolina Grabowska)

Pachauri menjelaskan dalam website NCBI, pembalut cukup sulit diuraikan, terutama saat kamu membuangnya ke tanah. Butuh waktu sekitar 500 sampai 800 tahun agar pembalut bisa diuraikan oleh mikroorganisme yang hidup di tanah. Akibatnya penumpukan sampah pembalut dan popok bayi pun merajalela dan jelas mencemari lingkungan.

Daripada terus-terusan menggunakan pembalut sekali pakai, lebih baik gunakan pembalut yang bisa dicuci atau reusable, ya! Yuk, jangan cuek lagi dengan lingkungan, jika bukan kita yang menjaga lingkungan, lantas siapa lagi?

Baca Juga: 5 Fakta Miris Seputar Sampah Pembalut, Bahaya bagi Lingkungan

Indah Shaliha Photo Verified Writer Indah Shaliha

Someone who loves writing and pottery

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya