Comscore Tracker

Bikin Mual dan Muntah Parah, Bumil Harus Tahu Hiperemesis Gravidarum

Sensasinya lebih ekstrem dibanding morning sickess

Mual muntah alias morning sickness pada kehamilan trimester pertama adalah hal yang umum terjadi akibat perubahan hormon. Namun, bila mual muntah yang dirasakan parah dan frekuensinya sering, kondisi tersebut disebut sebagai hiperemesis gravidarum.

Pernah dialami oleh Kate Middleton, Amber Rose, dan Amy Schumer, yuk kenali kondisi yang merupakan bentuk ekstrem dari morning sickness ini!

1. Apa itu hiperemesis gravidarum?

Bikin Mual dan Muntah Parah, Bumil Harus Tahu Hiperemesis Gravidarumpexels.com/Thiago Borges

Berdasarkan “International Statistical Classification of Disease and Related Health Problems, Tenth Revision” yang diterbitkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), hiperemesis gravidarum (HG) adalah kondisi ibu hamil mengalami periode muntah berlebihan secara terus-menerus, dimulai sebelum akhir minggu ke-22.

HG umumnya dikaitkan dengan gangguan metabolisme seperti defisiensi karbohidrat, dehidrasi, atau ketidakseimbangan elektrolit.

2. Hiperemesis gravidarum vs morning sickness

Bikin Mual dan Muntah Parah, Bumil Harus Tahu Hiperemesis Gravidarumunsplash.com/Mickael Tournier

HG dan morning sickness adalah kondisi yang berbeda, tapi gejala yang ditimbulkan sama, yaitu mual dan muntah. Namun, efek dan komplikasinya berbeda.

Dilansir dari Healthline, berikut ini adalah perbedaan antara HG dan morning sickness:

  • Dilansir dari laman HER Foundation, ibu hamil yang mengembangkan HG kemungkinan besar kehilangan nafsu makan, yang akhirnya bikin berat badan drop. Sementara pada kasus morning sickness, biasanya ibu hamil tidak kehilangan nafsu makan dan tidak sampai memengaruhi berat badan secara signifikan.
  • HG lebih sulit untuk pulih dan bisa menyebabkan dehidrasi parah, sedangkan morning sickness biasanya hilang setelah 12-14 minggu masa kehamilan dan tidak menyebabkan dehidrasi parah.
  • HG memengaruhi kesehatan ibu hamil lebih signifikan, yaitu kelelahan selama berminggu-minggu, bahkan sampai berbulan-bulan. Ibu hamil yang mengalami morning sickness juga bisa mengalami kelelahan, tapi tidak separah HG.

3. Berapa banyak ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum?

Bikin Mual dan Muntah Parah, Bumil Harus Tahu Hiperemesis Gravidarumpixabay.com/PublicDomainPictures

Angka pastinya masih tanda tanya besar.

Menurut laman Victorian Agency for Health Information” HG diperkirakan memengaruhi 3,6 persen kehamilan. Sementara menurut laman WebMD, persentasenya kurang dari 3 persen.

Lain halnya dengan hasil studi yang dalam jurnal “Obstetrics & Gynecology”, yang menyebutkan bahwa HG terjadi pada sekitar 0,3-2,3 persen kehamilan. Angka tersebut juga mirip dengan temuan sebuah studi dalam jurnal “International Journal of Women’s Health”, yaitu 0,3-2 persen.

Baca Juga: 5 Gangguan Plasenta yang Bahayakan Ibu dan Janin, Bumil Harus Tahu

4. Mual muntahnya sangat menyiksa

Bikin Mual dan Muntah Parah, Bumil Harus Tahu Hiperemesis Gravidarumunsplash.com/Mehrpouya H

HG biasanya muncul pada trimester awal kehamilan, dengan gejala mual muntah yang parah. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Mual yang intens;
  • Muntah lebih dari 3-4 kali sehari;
  • Kehilangan selera makan;
  • Dehidrasi;
  • Kekurangan vitamin dan mineral;
  • Pusing;
  • Tekanan darah rendah (hipotensi);
  • Berat badan turun sekitar 5 persen dari berat badan awal.

Menurut laman National Organization for Rare Disorders, gejala tambahan HG bisa berupa peningkatan denyut nadi, produksi air liur meningkat (ptyalism), detak jantung lebih cepat (takikardia), dan bau mulut (bau keton).

5. Hormon yang memengaruhi hiperemesis gravidarum

Bikin Mual dan Muntah Parah, Bumil Harus Tahu Hiperemesis Gravidarumunsplash.com/Kate Hliznitsova

Perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan penyebab HG. Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kasus HG maupun morning sickness berkaitan dengan human chorionic gonadotropin (hCG) alias hormon kehamilan.

Hormon hCG ini diproduksi oleh plasenta selama kehamilan berlangsung, dan tidak menutup kemungkinan produksinya dapat meningkat di trimester kedua maupun ketiga.

Menurut National Health Service Inggris (NHS), ada beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa faktor genetik bisa membuat ibu hamil mengembangkan HG. Jika ibu atau saudara kandung kamu mengalami HG, kemungkinan kamu juga bisa mengalaminya. Begitu juga pada ibu hamil yang kehamilan pertamanya mengalami HG, kondisi tersebut juga bisa terjadi pada kehamilan selanjutnya.

6. Bagaimana hiperemesis gravidarum didiagnosis?

Bikin Mual dan Muntah Parah, Bumil Harus Tahu Hiperemesis Gravidarumunsplash.com/Kelly Sikkema

Diagnosis HG bisa ditegakkan lewat evaluasi klinis secara menyeluruh, riwayat kesehatan terperinci, dan gejala khas yang ditunjukkan ibu hamil.

Dokter mungkin juga akan memeriksa tekanan darah, denyut nadi, sampel darah, dan tes urine.

Cek ultrasonografi (USG) juga dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kehamilan, misalnya jika ada masalah tertentu atau mengandung bayi kembar. HG disebut-sebut lebih mungkin terjadi pada kehamilan kembar.

7. Bagaimana cara menanganinya?

Bikin Mual dan Muntah Parah, Bumil Harus Tahu Hiperemesis Gravidarumunsplash.com/Tai's Captures

Penanganan HG bergantung pada tingkat keparahan gejala. Dilansir dari laman NHS, obat-obatan yang diberikan oleh dokter dapat membantu meredakan gejala.

Pada kasus HG yang parah, ibu hamil mungkin butuh dirawat inap dan pemberian obat antimual yang diberikan lewat infus.

Suplementasi tiamina (vitamin B1) secara khusus dapat direkomendasikan, khususnya untuk mencegah perkembangan ensefalopati Wernicke (gangguan pada otak).

Sementara itu, pada kasus yang ringan, dokter mungkin akan merekomendasikan metode pencegahan mual alami, seperti konsumsi vitamin B6, B12, atau konsumsi jahe.

Di luar itu semua, konseling juga bisa dilakukan, ditambah perawatan lainnya di rumah seperti istirahat cukup, menghindari bau yang dapat memicu mual dan muntah, dan perubahan pola makan.

Lebih dari sekadar morning sickness, hiperemesis gravidarum tidak boleh diremehkan, karena bisa menyebabkan masalah serius bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungan. Bila kamu mengalaminya, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 5 Mitos Ibu Hamil yang Harusnya Sudah Tidak Dipercaya Lagi

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Riset, data, dan kepenulisan ilmiah adalah hal yang menyenangkan untuk ditelisik. Kecintaan terhadap dunia kepenulisan ditorehkannya melalui bait-bait alinea. Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya